SIAPA ITU YAHWEH? Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam Kesatuan Ilahi? (Part 3)

SIAPA ITU YAHWEH? Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam Kesatuan Ilahi? (Part 3)

SIAPA ITU YAHWEH? 

Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam
Kesatuan Ilahi?

Dimana Posisi-Nya Dalam Keilahian Oneness-Unitas Ataupun Dalam Trinitas?

(YAHWEH Diantara Bapa, Anak, RohKudus?)

Kenapa Nama-Suci & Kekal Ini Terhilang dari Kitab Perjanjian Baru?

(Part 3)

Oleh M. Torsina

  • Trinitas itu non-matematis (non-bilangan 1+1+1 atau 1x1x1), non-fisikal, non-finite (non-1-mutlak: ibarat non-1-mutlak bagi angin, air, cahaya dll). Trinitas juga non-biologis, non-terpisah, tetapi spiritual yang organis (seperti: kebapakan, keanakan, persaudaraan, kepribadian, semangat/spirit).
  • Trinitas bukan Sabellian dimana 3 moda/wajah/manifestasi yang berasal dari pribadi Satu Tuhan Sejati. Trinitas juga bukan Arian dimana makhluk ciptaan dijadikan Tuhan.
  • Trinitas Orthodox selama ini adalah ESA-Nya Hakekat Tuhan dalam Tri-Uni-Pribadi yang berbeda: Bapa, Anak dan Roh-Kudus, dimana Bapa mengasihi dan menyelamatkan umat melalui Anak oleh RohKudus.
    Dialah tiga Pribadi (ciri dasar pribadi & operasi) yang berbeda namun dalam kesatuan inklusif  Ilahi, sehingga Dia “saling sehati-seiya-sekata-sepikiran-seaksi-setujuan”.
  • Akan tetapi, Trinitas konvensional ini tidak menyinggung keberadaan YHWH samasekali, satu dan lain hal karena Kitab PB tidak memuat namaNya. Padahal itulah isyu yang selalu ditunjuk sebagai “korup-Alkitab” oleh pihak Oneness. Untuk itulah kini kita perlu tampilkan kembali Nama Ajaib ini (Hak.13:18) dalam konsep Trinitas Orthodox, namun dengan istilah baru yang menampilkan posisi asali YHWH dalam TRI-UNITAS SEREMPAK (Tri-Unity Unison, see next).

BANDINGKAN:Tri-Unitas-Bangsa” dimana trio [Bapak Bangsa—Anak Bangsa—Semangat Bangsa]  membentuk SATU BANGSA.

AKHIRNYA, KENAPA YHWH HANYA di PL SAJA? DAN BAPA, ANAK, ROH HANYA di PB SAJA?

Tuhan Tri-Unitas-Serempak itulah Tuhan YHWH.
Maksudnya “serempak” disini adalah keberadaan Echad-Nya
3-PribadiNya dalam satu “Keluarga-Ilahi
yang hadir dalam TOTALITASNYA BAPA – ANAK – ROHKUDUS.

Dalam totalitasNya, YHWH saling berkomunikasi sesamaNya secara relasional dengan istilah kesatuan intim ‘Kita’ atau ‘Kami’ antar Bapa-Anak-RohKudus, yang saling mengasihi, saling memuliakan sejak sebelum alam semesta diciptakan.

  • YHWH beroperasi Se-Ada, Se-Hati, Se-Ia, Se-Kata, Se-Aksi antar pribadi Bapa-Anak-RohKudus yang menyatu SEREMPAK.

YHWH merancang dan berkarya dalam Salvation Plan-Nya — penyelamatan universal-Nya– dalam total persekutuan pribadi Bapa, Anak dan Roh-Kudus, dimana Bapa mengasihi dan menyelamatkan umat melalui Anak oleh RohKudus.
YHWH dalam relasional dengan umat ciptaanNya, dinyatakan dalam pribadi-pribadi Triunity-Unison-God dimana:

BAPA, yang adalah God for us, Adonai YHWH
ANAK, yang adalah God with us , Firman YHWH
ROHKudus, yang adalah God in us, Roh YHWH
(next)

Bandingkan dengan Tiga-Lembaga “Trias Politica” (Legislatif, Eksekutif, Yudikatif) yang membentuk hubungan dan sistim kedaulatan & eksistensi sebuah Negara Demokratis.

 

YHWH, BAPA, ANAK, ROH

  1. YHWH adalah Nama-Keluarga-Tri-Pribadi-Ilahi yang menyatu-serempak. Sang ADA yang unik, kekal, kudus, dahsyat, transcendent, covenant, kasih tiada terjangkau.
  2. Dalam PL, kesatuan ketiga PribadiNya, Bapa-Anak-Roh-Kudus, selalu saling berinteraksi dan berperan serempak. Saling “melekat” dalam keesaan YHWH, baik kedalam diriNya dengan saling berfirman, saling mengasihi, dan memuliakan sesama-Nya, ataupun ber-aksi keluar sebagai kesatuan utuh “keluargaTri-Unitas-Serempak”.
  3. Sebaliknya, PB kosong dari YHWH karena misiNya TIDAK diperankan oleh YHWH-Serempak, melainkan khusus oleh setiap Pribadi-Nya YHWH (non-serempak) SEJAK  Sang Anak/ Firman diutus dan diinkarnasikan kedalam dunia dengan kebersamaan RohKudus.
  4. Ini menjelaskan bahwa nama YHWH hanya bisa muncul serempak dari Tri-Unitas YHWH di PL, dan tidak muncul di PB sejalan dengan inkarnasi Sang Anak yang  terutus  keluar dari “keluarga Tri-Unitas-YHWH”(bandingkan dengan Yoh.8:42).
  5. Di dunia PB, masing-masing pribadi YHWH –-Bapa-Anak-Roh-Kudus— berbicara secara pribadiNya. Itu sebabnya Yesus pribadi tidak bisa menyebut diriNya atau diri RohKudus sebagai YHWH. Dia tetap konsekwen memanggil diri BapaNya tanpa nama, kecuali “Abba”. Begitu pula sebaliknya, Pribadi Bapa sendiri hanya bisa berseru memanggil “Anak” (tatkala Yesus dibaptis dll), bukan YHWH dan bahkan bukan YESUS, yaitu hanya memanggil istilah sebutan, bukan nama pribadi! YHWH jelas hadir disitu, namun dalam pribadi2 yang berbeda antara Pengutus dan yang Terutus: Bapa dan Anak dan RohKudus!
    6. Itulah penegasan faktuil bahwa masing-masing dari ketiga Pribadi Ilahi (ROH yang kekal) ini tidak/belum punya nama pribadi samasekali, melainkan hanya nama Ilahi umum Bapa, Anak, RohKudus. Nama Pribadi God hanya dipunyai oleh YHWH, I AM THAT I AM, dan hanya dalam “keluarga-pribadi-Elohim”!
  6. Umat Tuhan kelak diSorga justru akan menyaksikan nama pribadi baru dari Sang Anak, juga nama Bapa (Why 3:12).
  7. Itu pula sebabnya masing2 Bapa, Anak dan RohKudus tidak sekalipun saling menukarkan atau sendiri-sendiri menyamakan sebutan diri-Nya sebagai YHWH. Nama YHWH hanya ada di Keluarga Tri-Unitas-Serempak-YHWH, dimana Yesus adalah Firman YHWH, bukan YHWH!
  8. Begitu pula kita menyaksikan konfirmasi Yesus (dlm Luk 4:18-19 vs Yes 61:1-2.) tentang misiNya dengan tidak menye-but diriNya sebagai YHWH, yang mana turut membuktikan bahwa Ia setia dengan cukup tidak menyandangkan nama YHWH (dalam prophetic message Yesaya di PL) kepada pribadi RohKudus ataupun kepada diriNya sendiri sebagai Yesus.

MAKA JELASLAH bahwa kehadiran YHWH yang melekat kepada ketiga pribadi Bapa-Anak-RohKudus itu tidak pernah hilang sosok dan namaNya, baik di PL, PB, atau dimanapun!
Yang disayangkan justru apa yang dianggap terhilang itu, kini hendak dihadirkan kembali oleh kaum Yahweist Unitarian dengan cara menyangkal Tuhan kita yang Trinitas. Yaitu dengan mengenakan sebentuk sinkretisme antagonistis terhadap nama YHWH yang diharuskan ada di PL dan PB. Maka “YAHWEH Yudaisme” (yang menolak Yesus sebagai Mesias) telah dicampur-adukkan dengan “YAHWEH-1-Pribadi “ (yang mengadopsi Yesus Mesias) yang dianggap bermanifestasi dalam wujud2 Bapa, Anak, RohKudus!

MULIAKANLAH MISTERI YAHWEH
Sungguh kita sebagai sesama anak Tuhan tidak perlu ngotot berspekulasi, apalagi saling salah menyalahi dan debat mati-matian tentang keberadaan nama YHWH yang dianggap terhilang bersama dengan hilangnya authograf PB-Ibrani. Tak ada milik Tuhan kita yang hilang! Lebih tepat kita berkata bahwa fenomena misterius itu memang diizinkan terjadi oleh Tuhan kita –sesuai dengan ayat-ayatNya— agar hal tersebut dapat menjadi porsi rahasia adikodrati bagi KEMULIAAN YHWH sendiri.

 

“BUKANKAH NAMA(KU) ITU AJAIB”?  

(Hakim hakim 13:18).

“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi YAHWEH, Elohim kita,
tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya”
(Ul.29:29).

“Dapatkah engkau memahami hakekat Elohim, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti
langit-apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati -apa yang dapat kauketahui?
(Ayub 11:7-8).

Kemuliaan Elohim ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu”
(Amsal 25:2).

Tidak ada yang hilang! Nama Kudus dan Dahsyat itu tetap ada dan terjamin dalam ketritunggalannya YHWH, sebuah nama Keluarga Ilahiah Bapa-Anak-RohKudus Serempak. Nama yang justru bertahta mulia dan paling tinggi diatas apapun…

“Tuhan berdiri diatas sejarah; dan apa yang diucapkan Tertullian dengan istilah  “Holy Trinity” untuk pertama kali-nya diabad ketiga, kini telah menjadi mantera dan kutuk bagi kawan dan lawan diseluruh dunia, gereja maupun diluar gereja. Perbantahan dan permusuhan terus berjalan sampai detik ini! Satu dan lain alasannya karena istilah tersebut telah membentengi penyusupan & pemlintiran ajaran-ajaran bidat dari dan terhadap the true God Alkitab, namun dipihak lain justru dianggap telah menyesatkan karena menteorikan rumusan matematika bagi the only monotheistic God yang bernama YHWH. Apalagi istilah tersebut dianggap abal-abalan dari para-setan karena tidak berasal dari keaslian Alkitab…


TETAPI, sejarah Tuhan tak pernah salah, cuma diacakkan dunia yang mau mencari jalan sejarahnya sendiri. Ternyata Nama Sorga yang ramai diperbantahkan orang itu justru “bertengger” agung-transcendental diatas nama-dunia yang diributkan dengan istilah Holy-Trinity itulah! Nama Pribadi God kita yang asali dan kekal adalah YHWH, Tuhan Tri-Unity Unison!

Tritunggal alam terbatas, diilustrasikan oleh daun ini:

TRI-UNITAS- SEREMPAK

(Tri-Unity Unison)

BAPA = ADONAI YHWH
ANAK = FIRMAN YHWH
ROHKUDUS = ROH YHWH.

YHWH = Nama-Kesatuan
Serempak Tiga Pribadi  Ilahi

(Nama ‘Keluarga’, ‘Induk’)
dari Pribadi Tuhan Tri-Unitas!

TRI-UNITY UNISON

Tampak bahwa ada DUA nama Sorgawi yang bersifat sangat pribadi yang akan diproklamirkan nanti disamping nama Yerusalem baru. Yaitu bagi Yesus (nama panggilan sementara didunia dengan pelbagai lafal yang tidak seragam), dan nama khusus untuk Sang Bapa yang selama ini cuma disebutkan dalam nama umum saja sebagai “Bapa”.  Itulah yang akan kelak menjadi nama-pribadi bersama nama YHWH dalam bahasa Sorga yang KEKAL.

AKHIR KATA: MISTERI YHWH UNTUK AKSEPTASI UMAT, BUKAN UNTUK PERBANTAHAN

  • Betapapun pun misterinya nama & keberadaan YHWH, kita tetap teguh beriman berpegang kepada apa adanya wahyu YHWH sendiri. Apa yang sudah dinyatakan, itulah porsi yang perlu & cukup (necessary & sufficient) untuk umatNya disegala zaman. Tak perlu dan tak boleh kita cari tambahan kutu2-busuk lainnya atas nama “pengetahuan” (1Tim.6:20). Bukankah YHWH sudah berkata tentang REALITAS keberadaan-Nya yang selalu akan menjadi bagian misteri yang tersembunyi bagi kita? (Hak 13:18, Ul.29:29). Jadi seharusnyalah kita sebagai anakNya merendahkan hati bertelut dibawah kakiNya, untuk taat menerima bahkan memuliakan MISTERI nama YHWH yang super ajaib itu, dan bukan apriori menolaknya dengan alasan2 pribadi.
  • Kita tahu dari PL betapa YHWH itu teramat serius menuntut penghormatan dan ketaatan total dari umat milikNya sendiri. Ini tak lain akibat dari status YHWH yang Maha-Agung tak terkirakan, terhadap mahkluk ciptaanNya yang sudah tervonis-mati sejak kejatuhan Adam dalam dosa pertamanya, dan yang kelak akan diselamatkanNya lagi dengan korban terbesar dari diriNya. Apalagi mengingat nama & sifat khusus YHWH adalah Pencemburuan (Kel.34:14), yaitu satu nama yang mempunyai kandungan sangat posesif, official, dan highly solemn dan karenanya akan berperkara serius dengan setiap umat-milik-kepunyaanNya yg sembarangan melecehi dan membangkang. Maka tidak heran kenapa kita sampai diingatkan oleh Dia sendiri untuk sungguh2 menjaga keagungan namaNya dan tidak secara pasaran memperlakukan diri-Nya:

“Jangan menyebut nama YHWH, Elohimmu, dengan sem-barangan, sebab YHWH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan” (Kel.20:7).

  • Sayangnya, kita secara tanpa sadar sudah sembarangan dan malah menajiskan nama ini ribuan kali, baik dengan cara menyembunyi2-kan/ menggantikan nama hebat ini, maupun ter-lebih2 meng-ngotor2i-Nya dalam banyak debat & yel-yel emosional kita yang egoistic, angkuh, penuh marah “demi membela” nama-Nya. Padahal kita sudah terjebak dalam obsesi membela ego diri dengan mem-bawa2 nama YHWH secara murahan! Kita sudah melezatkan nafsu-diri untuk men-salah2kan pihak lawan. Akankah YHWH memandang Anda correct dan tak-bersalah dalam berurusan dengan NamaNya? Inilah PLAN-A yang tadinya layak Dia hukumkan kepada kita!
  • Namun beruntunglah bahwa YHWH –dalam KasihNya yg juga tidak terpahami– sudah mempersiapkan PLAN-B, yaitu SALVATION-PLAN yang habis-habisan dirancang-Nya untuk penyelamatan kita semua melalui pengorbanan darah Sang Anak, demi penebusan dosa umatNya. Dan Alkitab mencatat bahwa plan penyelamatan besar ini hanya bisa diwujudkan oleh YHWH Echad dalam Tri-UnitasNya yang mencakup keseluruhan Bapa-Anak-RohKudus (“Keluarga YHWH”):

“Ya YHWH, Engkau sendiri Bapa kami; namaMu ialah ‘Penebus kami’ sejak dahulu kala” (Yes.63:16).
“Aku, Akulah YHWH, dan tidak ada Juruselamat selain
dari padaKu
(Yesaya 43:11).

Misi penyelamatan selalu membawa “nama-marga” YHWH, termasuk utamanya YESHUA (Yesus) yang menyandang nama YHWHPenyelamat (Mat.1:21), yang telah keluar dan datang dari BAPA (Yoh.8:42) dan yg “mengandungkanNya” lewat ROHKUDUS (Luk 1:35), sedemikian sehingga Yesus sebagai  Ikon Salvation YHWH bersama-sama dengan pelibatan utuh dari Bapa dan RohKudus dlm ketritunggalan IlahiNya.

Ya, menciptakan manusia sungguh sudah terlalu amat-amat kompleks. Namun menyelamatkan manusia pasti jauh lebih komplex daripada apapun dan bagaimanapun. Penciptaan manusia setidaknya tidak membutuhkan pengorbanan Dia yang mencipta. Tidak demikian dengan … PENYELAMATAN!
Kita bersyukur sebesar2nya atas Kasih Anugerah YHWH: Bapa Sorgawi, Yesus Mesias, dan Roh Kudus!
……..

NOTE TERAKHIR, perlukah kita memanggil nama YHWH di-era
PB ini? Dan apa lafal panggilanNya? YAHWEH? YEHOVAH? YEHWAH? … dll ?

Maaf, saya tidak tertarik untuk turut mencari apa yang God “sengaja” me-misteri-kan property-Nya sendiri. Kita cukup  percaya bahwa apapun yang kita lafalkan dari bibir kita untuk mensuarakan abjadnya, tetap tidak akan sama persis sounding dan intonasinya dll seperti yang YHWH (atau Musa) ucapkan sendiri dari mulut dan bibirNya. Begitu pula sebaliknya, abjad atau aksara manapun tak akan mampu 100% menuliskan suara. Keduanya dalam dimensi yang berbeda.

Kita ingin menyerukan disini, marilah kita bersama-sama merendahkan hati bertelut dibawah kakiNya, untuk memohon pengampunan dari satu sosok Tuhan yang HIDUP, pencipta kita yang bernama YHWH yang sudah kita sembarangi dalam banyak hal, sengaja atau tidak sengaja.  Kita harus serius takut kepadaNya: Permulaan hikmat adalah takut akan YHWH”.

Dia yang ADA —yang  bertahta kekal diatas ketritunggalan Tri-Unitas-Serempak— dengan kemaha-sucian yang tidak pernah bersalah, namun yang namaNya telah di-lecehi oleh sebagian seolah jimat-keselamatan, dan oleh sebagian lain diserukan secara  obralan pasaran tanpa menjaga solemnitas lagi. Atau sebaliknya nama tersebut dijadikan alergi oleh kaum orthodox karena pernah jengkel terhadap kefanatikan kaum Yahweist, atau merasa bahwa nama itu toh boleh dipinggirkan, dihilangkan, tak perlu dipanggil, apalagi disakralkan kekal dizaman PB ini…

Namun secara common sense yang lurus dan primitif saja, ketika kita sadar bahwa nama ini adalah benar nama Ilahiah otentik yang Kudus-Sakral dan Agung-Unik dan Kuasa-Dahsyat dan Kekal-Ada-Tak Berubah, maka sungguh  tak ada pilihan bagi kita kecuali harus, tersungkur dibawah kakiNya!

Dan bukan itu saja yang Tuhan tuntut. Nama tersebut justru mutlak harus dikekalkan, diperkenalkan dan diproklamirkan kepada bangsa-bangsa dalam penginjilan. Kenapa? Ya, karena nama tersebut super ajaib-unik tanpa bandingan, dan penuh otoritas dan kuasa. Dia adalah Tuhan supremacist, dan satu2nya nama Tuhan yang kekal yang tidak datang dari sebutan dunia, melainkan datang dari mulutNya sendiri untuk dunia. Semua nama ilah lain yang ada hanyalah sebutan pemberian manusia dunia. Keunggulan inilah hal yang harus kita sharingkan dengan sepenuh bangga dan sukacita!

“…supaya mereka tahu, bahwa namaKu YAHWEH” (Yer.16:21)
“Bersyukurlah kepada YAHWEH, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!”
(1Tawarikh 16:8-9).

Lihatlah kepada gembong Antikris di PL, siapa lagi selain Firaun? Musa diperintahkan oleh YHWH untuk menghadap Firaun. Untuk apa? Bukan saja agar mendapatkan izin Firaun bagi umat Tuhan beribadah dipadang gurun, melainkan sekaligus untuk memperkenalkan nama YHWH yang dahsyat yang tadinya samasekali asing bagi Firaun, sekalian untuk menundukkannya,

Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: “Beginilah firman YHWH, Elohim Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun.” Tetapi Firaun berkata: “Siapakah YHWH itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku YHWH itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.” (Kel.5:1-2).

Jadi nama ini perlu di-share-kan kepada bangsa-bangsa, dan tidak boleh “disembunyikan” seolah-olah Dia tidak ada atau sudah tergantikan. Sebab kepada siapakah yang YHWH Elohim sudah perintahkan dan memberi otoritas untuk penggantian namaNya yang kudus dan kekal itu? (Kel.3:15). TIDAK ADA!

Namun, bagaimana dengan ejaan panggilan untuk YHWH? Apakah YAHWEH, YEHOVAH, YEHWAH, YEHOWIH, dll…? Dalam hal yang belum pasti di Alkitab, tentu kita bisa memilih secara berhikmat berdasarkan pilihan mayoritas para sarjana dan teolog ahli dikalangan hamba2 Tuhan yang kudus. Itulah YAHWEH. Dalam hal anda masih bergumul dengan lafal-pilihan yang paling mantap, ya silahkan anda pelajari dan meditasi sendiri lebih jauh lalu kembali pilihlah berdasarkan hikmatNya yang Tuhan sudah berikan terhadap penilaian2 tanda Zaman (Luk 12: 54-57). Ini tidak masalah sepanjang pelafalannya sendiri tidak melencengkan akar kata-asli-Nya YHWH.

Dalam doa, silahkan pilih & serukan nama panggilan dalam nama pribadi-Ilahi YHWH yang mana saja dengan penuh solemnitas. Silahkan panggil ya YHWH (YAHWEH, YEHOVAH…), ya Bapa, ya Yesus, atau ya Roh Kudus, Kaitkan dengan preferensi spirit, persepsi, mood, emosi, aura, dan feeling Anda yang murni rohani. Suasana hati dan keadaan batin Andalah yang menuntun Anda untuk memilih dan memanggil nama PribadiNya yang paling intim dan nyaman bagi Anda. Dan Dia yang SATU dalam pluralitasnya Tuhan Elohim YHWH akan SAMA mendengar & melawat Anda…

Silahkan panggil dengan ya YHWH (YAHWEH, YEHOVAH…), ya Bapa, ya Yesus, atau ya Roh Kudus, bahkan dengan panggilan BAPA YHWH (YAHWEH, YEHOVAH…) untuk penghormatan kultural, asalkan tidak beranggapan bahwa hanya Pribadi Sang Bapa sajalah-lah yang bernama YAHWEH.
Ingat, Yesus hanya memanggil-Nya Bapa, bukan BAPA YHWH…

God’s name is a reflection of His being. God is the only self-existent or self-sufficient Being. In relational speaking, loving and honoring…A.M.I.N.

“we TRUST that
much disagreement
about
YHWH finds
itself resolved
at the cross, if only
we will kneel
rather than mock”.

TRI-UNITY-UNISON
LUKAS 10:21

“Pada waktu itu juga bergembiralah
Yesus dalam Roh Kudus dan berkata:
“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu (jati diri Anak & Bapa) Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kpd orang kecil. 
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu…”

 

YA, “TRI-UNITY-UNISON” Hanya Terbuka Bagi “Orang Kecil” Yang Mau Merendahkan Ego Dirinya Dan Siap Mendengar Hikmat Tuhan Yang Lebih Tinggi.

Matius 13:9-12

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”  …

“Kepadamu diberi karunia untuk  mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepada-nya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya”…

 

 

THANK YOU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *