SIAPA ITU YAHWEH? Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam Kesatuan Ilahi? (Part 1)

SIAPA ITU YAHWEH? Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam Kesatuan Ilahi? (Part 1)

SIAPA ITU YAHWEH? 

Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam
Kesatuan Ilahi?

Dimana Posisi-Nya Dalam Keilahian Oneness-Unitas Ataupun Dalam Trinitas?

(YAHWEH Diantara Bapa, Anak, RohKudus?)

Kenapa Nama-Suci & Kekal Ini Terhilang dari Kitab Perjanjian Baru?

(Part 1)

Oleh M. Torsina

  • Hanya beberapa bulan berselang sebelum Natal Desember ini (2017) saya baru menyadari bahwa ada banyak gereja-gereja dan teman-teman sesama Hamba Tuhan yang diam-diam menyebarkan satu paham ketuhanan YAHWEH yang sangat berbeda dengan apa yang dianut oleh mayoritas Kristen selama ini. Mereka menyebutnya KEESAAN YAHWEH, Monoteisme YAHWEH, atau istilah-istilah lain yang sejenis dengan doktrin Unitarian yang Anti Trinitas (Tri-Unitas) konvensional.
  • Saya katakan diam-diam karena dipermukaan, para pemimpin mereka awal-awal hanya menampilkan posisinya sebagai penyembah YAHWEH demi untuk pengembalian nama kudus itu kedalam Alkitab dan penyembahanNya. Namun belum terbuka mempersaksikan doktrin kepercayaan barunya yang bersifat Unitarian yang menentang azaz Tuhan-Tritunggal. Dan itulah yang kurang diketahui atau disadari oleh banyak jemaat Indonesia sebelum mereka pindah dan masuk ke gereja KEESAAN YAHWEH yang Unitarian tersebut.
  • Paham Unitarian ONENESS ini berprinsip bahwa hanya ada MUTLAK-1-Tuhan, yang namaNya YAHWEH, dengan 1 Hakekat dan 1 Pribadi monolit mutlak (bukan 3 Pribadi yang berbeda dalam 1 Hakekat Ilahi). Tuhan monolit mutlak ini bermanifestasi dalam Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, yang adalah SATU yang SAMA, yaitu sama-sama YAHWEH itu sendiri. Namun ada pula yang meyakini lain, yaitu bahwa hanya Bapa yang disebut YAHWEH, sedangkan Yesus (Yeshua) dan Roh Kudus (Ruakh Haqodesh) adalah wujud manifestasi ke dunia (penyataan, bukan inkarnasi) yang diutus oleh Bapa YAHWEH.
  • Muncul pertanyaan yang layak untuk gereja-gereja Oneness (yang masih berbeda sesamanya tentang identitas Bapa), apakah Bapa itu terikut atau tidak terikut dalam wujud manifestasi?

Apakah hanya entitas BAPA itu yang YAHWEH Sejati yang substansif — the only true existence of the Godhead—sedangkan keberadaan Anak & Roh Kudus diluar Godhead?

  • Seiring dengan itu juga diintroduksikan banyak doktrin-doktrin baru seperti pembatalan pembaptisan lama, tata ibadah, penetapan hari-hari perayaan agama yang cenderung menolak perayaan Natal, serta pengaturan2 baru yang banyak berorientasi balik kepada agama Yahudi.
  • Aliran baru ini tumbuh populer tersamar dalam perjuangan besar mereka untuk mengembalikan nama diri YAHWEH yang tidak boleh diganti dengan nama sebutan lain semisal TUHAN atau ALLAH (seperti terjemahan Alkitab LAI). Dan banyak pengikutnya telah ikut masuk kedalam pelbagai gereja mereka, karena menyangka benar bahwa YAHWEH lah nama diri dari Tuhan yang benar, bukan selainnya.
  • Sejujurnya, nama kudus dan kekal ini memang tidak boleh dan tidak perlu diganti dengan nama lain (sehingga mendatangkan kontroversi). Sebab SIAPAKAH (Musa? Daud? Yesus? Paulus? dll) yang sudah pernah memberi otoritas ilahiah kepada siapa sehingga Nama pribadiNya yang asli dan dahsyat tersebut jadi terganti diseluruh Perjanjian Lama, bahkan ‘terhilang’ diseluruh Perjanjian Baru?
  • Maka pembicaraan kita disini bukan mau mengangkat isu polemik tentang nama Tuhan, melainkan isu keberadaan Tuhan yang menolak Trinitas!
  • Perlu diketahui bahwa paham/doktrin KEESAAN YAHWEH yang unitarian ini bukanlah aslinya timbul dari khasanah Indonesia modern saat ini. Model aliran Keesaan Yahweh sudah dianut diluar negri, dengan pelbagai nama aliran “kekristenan” yang cenderung tidak ada pembakuan doktrin (kecuali Tuhan satu Pribadi saja yang ber-manifestasi-3), semisal Oneness Pentecostalism, Oneness Doctrine, Jesus Only, The Apostle’s Doctrine dll dll…
  • Disini kami menyodorkan 10 MASALAH untuk direnungkan oleh semua anak Tuhan, khususnya para penganut doktrin Yahweh-Oneness (Keesaan-Yahweh) yang mungkin terpeleset meyakini bahwa Tuhan itu bukan Tri-Unitas, melainkan Unitas-Mutlak: Satu Roh – Satu Hakekat – Satu Pribadi.
  • Juga untuk sama direnungkan oleh pihak Trinitarian orthodoks akan salah satu isu super misterius disepanjang abad sejarah Alktab kita selama ini, yaitu:
    KENAPA nama YAHWEH tercantum begitu royal di PL hingga 6823 kali, namun sekaligus “lenyap” samasekali dalam PB? Kenapa dan bagaimana menghilangnya nama suci dan kekal itu. Masihkah Alkitab itu bisa dipercayai?
  • Puji Tuhan bahwa kita kini justru bisa menyaksikan pemikiran-orisinal yang dapat memberi jawaban atas isu besar ini, yaitu dengan merasionalisasikan sensibilitas gagasan unitarian terhadap trinitarian dalam segmen-segmen akhir paparan ini. Biarlah roh kebenaran dan perdamaian boleh masuk dalam hati kita yang sedia merendahkan diri dihadapan Nama Yang Dahsyat ini!
  • Presentasi atas isu besar ini akan kami sajikan dalam ringkasan ala power-point slide per slide

Billy Graham:

Ketika saya pertamakali mulai belajar Alkitab bertahun-tahun yang lalu, doktrin Trinitas adalah salah satu masalah paling pelik yang harus saya hadapi.
Saya tak pernah sepenuhnya dapat menjawabnya, karena hal itu mengandung sebuah aspek misteri. Meskipun hingga hari ini saya belum memahaminya secara total, saya menerimanya sebagai sebuah wahyu Tuhan

NB: Dengan pernyataan ini Bapak Rohani Billy Graham sudah menggugah kita untuk super awas-awas terhadap apa yang porsinya wahyu dan apa yang bukan wahyu tentang keberadaan Tuhan yang Trinitas.

TUHAN TRINITAS
Sebuah Misteri

  • Pertama-tama Billy Graham menunjuk kepada dimensi misterinya azaz Trinitas dari keberadaan Tuhan.
  • Untuk itu kita bisa menunjuk juga bahwa didunia nyata sekeliling kita memang terdapat banyak hal-hal misterius yang HARUS kita percaya tanpa bisa memahami atau melihatnya misalnya listrik, angin, waktu, gelombang radio…dst. Bahkan banyak orang sudah percaya pula kepada hantu walau hal tersebut tidak pernah dipahaminya?!
  • Jadi adakah manusia (yang terbatas) yang mampu memahami & menjabarkan Tuhan (yang tanpa batas) dalam otak & bahasa dunia yang ada…?
  • Alkitab sudah menegaskan posisi misteri ini secara jelas:

“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi YAHWEH, Elohim kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya” (Ulangan 29:29).

“Kemuliaan Elohim ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu” (Amsal 25:2)

“If I could understand God, I would be God”

TUHAN TRINITAS
Sebuah Wahyu

  • Berbicara tentang Tuhan, Billy Graham juga berbicara tegas tentang keharusan ketaatan diri untuk pasrah akan wahyu. Dan kitapun memang hanya mau percaya menurut apa yang sudah Tuhan wahyukan saja tentang diriNya. Itu adalah sikap axiomatis kita. Sola Scriptura.
  • Kita tidak mengada-ada, tapi strict-faithful bahwa semua sumber lain daripada wahyu tidak dianggap valid untuk berbicara tentang hakekat & pribadi Tuhan! Dan konsep ketuhanan Trinitas yang walau kompleks, bukan diada-adakan oleh manusia, melainkan semata-mata dinyatakan lewat maklumat Tuhan sendiri. Jikalau itu adalah ciptaan manusia, maka tentulah Ia akan dikonsepkan secara sederhana yang mudah dipahami dan disetujui manusia!
  • God doesn’t fit our definitions. We are to conform to His definition (Tuhan tidak cocok dengan definisi-definisi yang kita buatkan bagiNya. Sebaliknya, kitalah yang harus berpatokan kepada definisi yang Dia WAHYUKAN kepada kita tentang diriNya sendiri).

 

TUHAN TRINITAS

Satu Yang Jamak

Tuhan mengistilahkan keesaan diriNya sebagai ECHAD (satu yang plural) bukan YACHEED (satu yang absolut). Istilah ‘Kita’, ‘Kami’, ‘Elohim’ juga dipakai oleh Tuhan sendiri untuk merujukkan diri-Nya yang Echad, yaitu kesatuan relasional dalam unified kejamakan pribadi-pribadi (Kej 1:26; 3:22; 11:6-7; Ul..6:4, Yes 6:8, Yoh ps 17, 14:23); “Berfirmanlah Yahweh Elohim: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita…”(Kej. 3:22).

Camkan: Tuhan yang 1-Pribadi-mutlak tentu tidak bisa relasional sesamaNya.

Ciri Echad yg bermakna “jamak” diantara pribadiNya telah ditandai Tuhan dalam Kej 2:24: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (echad)”. Setiap pengertian yang berbeda dengan makna dasar echad-relasional ini hanyalah echad-Nya yang keliru bagi keesaan Tuhan!

Alkitab telah menempatkan sejumlah keberadaan/kasus yang dapat dimaknai & disebut sebagai echad. Diantaranya yang bernuansa unified:

  • KETUNGGALAN: setandan buah anggurnya” (Bil.13:23)
  • SATU TAK TERBAGI: “Maka seluruh bangsa itu menjawab serentak (one-voice, satu suara, kol echad) (Kel.24:3).
    “Tangan Tuhan yang membulatkan hati mereka” (lev echad, 2Taw30:12)

Bahkan Shema Israel (PB) yang menunjukkan echad yang unified juga diteruskan secara konsekuen kedalam istilah Yunani (hen) yang bernuansa jamak pula dalam PB: ”Dengarlah hai orang Israel: YHWH itu Elohim kita, YHWH itu esa (echad)” ⇒ 
”Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Elohim kita, Tuhan itu esa (hen, in Greek)” [Ul. 6:4, Mark 12:29].

Dia bukanlah Tuhan-mutlak-1-Pribadi yang mirip-mirip dengan Allah swt yang Tawhid, yang anti-plural dan non-relasional.

Dalam bahasa kitapun ada istilah-istilah yang merujuk kepada singular yang plural. Misalnya: Sehati-Sepikiran, Seia-Sekata, Sejenis, Serumpun dll. Maka jelas bahwa pluralitas keesaan Tuhan tidak serta merta meniadakan Monoteisme agama! Malahan ada analogi bagus mengilustrasi-kan Trinitas nya Tuhan kita ibarat SATU BANGSA, dimana ia sesungguhnya terdiri dari tritunggal: Bapa Bangsa, Anak Bangsa & Roh kebangsaan sebagai (unsur pemersatu).

KEDAULATAN TRINITAS TUHAN ITU ABSOLUT!

SIAPAKAH KITA YANG BERBANTAH-BANTAH?

Kebenaran & keberadaan Tuhan Trinitas ini bukan klaim atau rekaan manusia, melainkan ABSOLUT milik Dia & dari Dia,  diumumkan dan disampaikan/ dimanifestasikan oleh Dia dengan pelbagai cara kepada manusia:

  • Tuhan berbicara sesama diriNya sebagai “Kita” dan “Kami” baik di Perjanjian Lama (Kej. 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8) juga di PB yang Yesus ucapkan sendiri (Yoh 17:11,21,22;14:23).
  • Ketiga ujud Trinitas juga dimunculkan bersamaan pada saat maklumat Gabriel atas kelahiran Yesus (Lukas 1:35).
  • Ketiga ujud Trinitas malah ditampakkan bersamaan secara demo terbuka oleh Tuhan sendiri tatkala Yesus dibaptis (Mat 3:13-17, Mark 1:10–11).
  • Yesus perintahkan pembaptisan dalam (satu) nama “Bapa dan Anak dan Roh Kudus” untuk ketiga pribadi Ilahiah itu (Mat 28:19).
  • Yesus menjanjikan kepada murid-muridNya (Yoh14:16) bahwa Ia (Anak) akan meminta kepada Bapa untuk membaptiskan mereka dengan Roh Kudus (Kisah 1:4-5), dan terjadilah itu secara dahsyat di hari Pentakosta (Kisah 2).
  • Dan ketiga oknum itu memiliki hakekat ilahi yang sama sesamanya (sama-sama mencipta, mahatahu, mahaada, kekal, kudus, pemberi hidup, disebut God).
  • Paulus: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Elohim, dan persekutuan RohK menyertai kamu sekalian”(2 Kor 13:14)

VARIANT “KE-ESAAN TUHAN”

Mari kini kita berdiskusi/sharing tentang keberadaan God “Kekristenan”, antara God Trinitarian vs Unitarian, seperti dibawah ini:

  1. TRINITAS ORTHODOX (Trinitarian Konvensional)
  2. ONENESS/KEESAAN YAHWEH (Unitarian: Sabellian
    Modalisme-kontemporer)
    1 Hakekat-1 Pribadi dalam 3 (atau 2?)-Wujud Manifestasi
    Variant (a): YAHWEH mewujud (moda) “Bapa = Anak = RohKudus”, masing-masing dalam kurun waktu yang berbeda
    (Moda Bapa dalam PL, Anak dlm Injil PB, RohKudus sesudah Pentakosta hingga sekarang).
    Variant (b): “Bapa (YAHWEH) mewujud “Anak, dan RohKudus” tatkala Yesus dimanifestasi ke dlm dunia.
  3. TRI-UNITAS-SEREMPAK (TOTAL TRI-UNISON):
    Penyatuan-serempak Bapa-Anak-RK dalam Diri yang utuh tidak “terbagi”, terutus, dan terinkarnasi. Pemahaman inilah yang mampu menjawab isu misterius:

    “Kenapa di PB tidak ada kata YAHWEH”?

Pada dasarnya pelbagai variant keberadaan Tuhan telah terjadi karena keterbatasan dan keterpolusian otak manusia untuk memahami siapa & bagaimana & kenapa Tuhan Yang ESA itu dapat mempunyai begitu banyak nama, sebutan dan sosokNya dalam Alkitab?

Lihat, al. semuanya ini Tuhan:

  • Ada Tuhan
  • Ada Elohim (El, Eloah)
  • Ada Bapa
  • Ada Anak
  • Ada Yesus
  • Ada Kristus
  • Ada Firman
  • Ada Roh-Kudus
  • Ada Roh Yesus
  • Ada YAHWEH … Roh YAHWEH … Malaikat YAHWEH

SIAPA DAN BAGAIMANA HUBUNGANNYA SETIAP NAMA/ SEBUTAN DAN PERAN SEMUA “OKNUM” INI SERTA KEKHASAN DARI SETIAPNYA ? TENTU KITA HARUS DENGAN RENDAH HATI MENGAKUI: I DON’T KNOW MUCH”.

Quote ini mengingatkan setiap anak Tuhan untuk jangan percaya akan setiap roh, tetapi ujilah mereka dengan Firman Tuhan yang benar dan utuh (bukan dengan bahasa-bahasa yang tampak benar). Sebab Satan juga mengutip ayat sepotong disana dan sini.

 

  • Disini Yesus telah menunjukkan kepada kita walau secara tak langsung akan bahaya Setan yang pintar bermain atas sebagian/ sepotongan ayat-ayat Tuhan yang sah sedemikian anak-anakNya bisa dipengaruhi, “kalah berdebat” dan tertipu oleh pemlintiran makna tatkala tidak cukup tahu akan hakekat kebenaran Firman yang sebenarnya. Ingat betapa setan menaklukkan Hawa tatkala di taman Firdaus, tapi ditaklukkan oleh Yesus disebuah padang gurun.
  • Dan justru kita diakhir zaman ini akan sering diserang secara science (knowledge, see 1Tim.6:20) dalam isu yang paling sulit bahkan misteri bagi manusia untuk memahaminya, yaitu isu WHO IS YAHWEH dan Bagaimana KeberadaanNya?
  • Kita akan mengangkat isu-isu tentang doktrin ONENESS, namun sebelumnya kita akan memperlihatkan sekilas chart ilustratif tentang Tuhan Trinitas (Tri-Unitas), yang sudah diketahui umat Kristiani secara luas, yang mana akan di elaborate lebih lanjut diakhir paparan.

ILUSTRASI TRINITAS ORTHODOX

TRINITAS KONVENSIONAL KONSILI GEREJA-GEREJA

KEESAAN YAHWEH (UNITARIAN)

Maaf, gambar dibawah ini bukan representasi resmi untuk ilustrasi YAHWEH-Oneness. Itu seharusnya datang dari otoritas ONENESS sendiri, namun kita belum menemukan pembakuan yang terbuka dari pihak Oneness-Unitarian yang memang juga saling berbeda.

Tampaknya ilustrasi itu masih terhalang secara internal oleh pelbagai macam doktrin Oneness yang tidak/belum seragam tentang keberadaan Tuhannya yang begitu kompleks, khususnya bagaimana menggambarkan satu pribadi yang pada satu-waktu berubah menjadi 3 perwujudan? Namun doktrin pokoknya tetap dirumuskan sebagai: ONE DEITY MANIFESTED IN MANY WAYS, TERMASUK BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS.

DAUR-ULANG SESEMBAHAN

Dari perspektif historis gereja, kita melihat adanya aliran “iman-lama” yang muncul pada abad ke 2-3, dan sesudah abad ke-4 aliran ini telah dianggap sebagai bidat Kristen. Namun kini aliran lama itulah yang di re-cycle baru oleh group kepercayaan orang-orang ‘modern’ jaman NOW, seperti halnya dengan aliran-aliran:

Paham KE-ESA-AN YAHWEH diIndonesia juga merupakan REVIVALING dari asal-usul paham Modalism /Sabelian yang aslinya mempercayai Satu-Mutlak Tuhan yang pada satu ketika bermanifestasi dalam pelbagai wujud sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tetapi aliran revival ini berbeda paham antar sejumlah kalangan intern mereka sendiri, a.l. khususnya tentang isu keberadaan YAHWEH dalam kaitannya dengan posisi Bapa (yang manifestatif atau bukan) dan Yesus dan RohKudus (yg manifestatif tapi juga adalah YAHWEH), sedemikian sehingga konsep ketuhanan Trinitas harus ditolak karena dianggap non-esanya YAHWEH.
Beberapa chart dibawah ini memperlihatkan posisi Bapa diantara yang “men-samakan” dan yang “tidak-men-samakan” terhadap Anak dan Roh Kudus. Gagasan tentang Tuhan Unitarian yang “1 hakekat 1 pribadi-mutlak” telah menciptakan masalah ketika Dia bermanifestasi keluar!

 

KEESAAN YAHWEH: Tri-Manifestasi
1 PRIBADI – 3 PEWUJUDAN

PERTANYAAN-BESAR UNTUK ONENESS:

  • APA KETIGANYA ADALAH MANIFESTASI YAHWEH,
    dan masing2 bisa disebut YAHWEH?
    Dimana ada tertulis ayatnya yang lurus?
  • ATAU HANYA BAPA SAJA YANG YAHWEH, lalu Dia bermanifestasi dalam (atau ke dalam?) diri Yesus dan RohKudus (dll), tapi setiapnya juga adalah YAHWEH?
  • IF SO, kapan Yesus manifestatif ini jadi YAHWEH?
  • Dan berapa % porsi ke-Yahwehan-Nya? Bila kurang dari 100%, Ia bukan YAHWEH. Bila 100%, Ia bukan manifestasi tapi INKARNASI! (see sub “Manifestasi”)

YAHWEH Hanya Bapa:
YAHWEH-YESUS-ROHKUDUS

Inilah Akte Baptis Theologi Oneness dengan
posisi YAHWEH yang ditempatkan mereka:
TAMPAK HANYA BAPA SAJA YANG YAHWEH,

dan Anak & RohKudus hasil manifestasi Bapa,
tapi setiapnya tetap 1 pribadi YAHWEH saja.

Dilain pihak, ada Oneness kelompok lain pula
yang membaptis hanya dalam Nama YESUS saja.
Atau yang menetapkan bahwa 1-God itu bermanifestasi
beda-beda rupa (moda) dalam 3x bergantian…

 

Modalism

  • The Father, the Son and the Holy Spirit are temporal modes
    so denies co-exist or co-eternal
  • Supreme God manifested in three modes
  • In Old testament time as Father
  • In New testament time as Son
  • From Pentecost as the Holy Spirit

(Exist only in one “mode” at a time)

  • This rejects the co-existence and co-eternal
  • PERTANYAAN: Kenapa tiap moda ini hanya muncul bergantian dan tidak bisa sekaligus
    semuanya pada waktu yang sama? (seperti dalam event pembaptisan Yesus?)

KEESAAN YAHWEH
YANG MUTLAK SATU

Theologi Oneness:
1 Roh, 1 Hakekat, 1 Pribadi Mutlak.

(Kami singkatkan: YAHWEH-1-Saja)

MASALAH-1: “PRIBADI”

  • Istilah “Pribadi” dipahami orang kebanyakan sebagai tiap “sosok-pribadi-lepas pribadi”, yang dimaknai sebagai sosok fisikal & organis yang punya kesadaran akan dirinya dengan perasaan, akal, dan kehendak. Itu benar untuk merujuk kepada pribadi manusiawi yang terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Namun tidak tepat menggambarkan pribadi Ilahi yang metafisik, murni roh dan adi-kodrati Kita kekurangan istilah utk itu. Beda lainnya adalah bhw tiap manusia hanya punya 1 pribadi, tapi satu Tuhan Sejati mempunyai 3 Pribadi dalam diri-Nya sejak kekal semula (Kej.1:1-3 dll), ini bukan di-ada2kan dari 1 menjadi 3 disuatu hari kelak. “Pribadi-Nya” adalah essensi (hypostasis) God dari ciri-ciri-diri Nya sendiri di dalam keesaan (echad) God:
  • Dia adalah Pribadi Roh Ilahi”, Pusat Hidup yang eksis dalam kekekalan, yang hidup self-conscious dan self- directing. Alkitab, khususnya PB, menunjukkan Elohim kita ADA ber-ada dalam kesatuan hakekat Ilahi (yang echad) dalam tiga- pribadiNya yang berbeda: Bapa, Anak (Firman), RohKudus. Ketiganya berbeda sesamanya dlm ciri-karakteristik pribadi, & relasi (yang hanya ada pada pribadi) dan cara operasinya, NAMUN SELALU SATU “sehati-seiya-sekata-sepikiran-seaksi-setujuan”, tidak bertindak sendiri-sendiri atau berlawanan!
  • Kesatuan inklusif dari Pusat Hidup yang 3 Pribadi Ilahiah ini-lah yang disebut dengan istilah teologisnya dengan “Tri-Unitas”, Tritunggal: Tuhan Satu-Hakekat (1-‘Apa’) dalam Tiga-Pribadi (3-‘Siapa’). Suatu keberadaan Ilahi yang sesungguhnya tidak bermuatan kontradiksi-intrinsik apapun dalam diriNya.
  • Namun pihak Unitarian menolak ‘Tuhan Trinitas’ yang dianggapnya salah karena merupakan buatan Bapak-bapak Gereja yang terjebak, terlalu usil, mengurusi KEBERAPAAN TUHAN ketimbang KEBAGAIMANAAN TUHAN, padahal “berapa Tuhan” itu sudah dianggapnya sangat gamblang dan final 1 Hakekat dan 1 Pribadi yang mutlak (YAHWEH-1-Tok)! Dan itulah YAHWEH-ECHAD yang mutlak tunggal, yang diklaim seperti yang dipahami oleh Musa di Ulangan 3:14-15 dan para nabi lainnya. JADI, Trinitas atau 3-Pribadi God yang berbeda itu dianggapnya konsep asing, yang mustahil echad, melainkan non-monotheist belaka.
  • Mustahil echad? Tapi apa itu echad versi mereka? Justru Unitarian ini selalu gagal menjelaskan kenapa echad yang tadinya 1-pribadi mutlak kok nantinya bisa jadi plural? Kenapa “1-YAHWEH-MUSA” ini perlu-perlunya bermanifestasi dalam 3-Wujud berbeda, tetapi yang masing-masingNya adalah sama dengan YAHWEH pula; sedemikian aneh ini sampai-sampai YAHWEH (Anak) harus pula berdoa kepada diriNya lagi yang YAHWEH (Bapak)? ⇒ Ini tentu suatu hal yang lebih2 tidak dipahami Musa! (baca “Masalah Manifestasi”)…
  • Kaum Oneness ini aslinya mengadopsi Echad Yudaisme (Taurat Musa) namun terpaksa harus merangkul “Echad versi lain” (echad-manifestatif) sejak abad ke-1 DISAAT ketika dihadapkan kepada kehadiran pribadi YESUS MESIAS (yang tidak diakui oleh Yudaisme) yang dinyatakan oleh Oneness sebagai YAHWEH pula. Apakah Musa paham akan echad gado-gado ini?

Jikalau Dia YAHWEH-1-Saja, tentu sebelum ada ciptaan Dia tidak mempunyai “siapa-siapa lainnya” yang bisa saling berfirman (dengan berkata, “Marilah/Baiklah Kita…” Kej. 1:26; 3:22; 11:7), atau saling mengasihi (Yoh 17:24), saling memuliakan (Yoh 17:5)? Tapi ternyata justru hal-hal itulah yang selalu dilakukan oleh God kita sejak awal kekekalan. Dan jangan lupa bahwa hanya God yang personal dan relasional saja –yang pribadi– yang bisa saling berinteraksi begitu sesama-Nya. God yang impersonal, 1-pribadi-tok mustahil bisa saling bertindak timbal balik begitu dengan counter-part-Nya yang tiada.
NB. Yudaisme lebih konsekwen mengajarkan YAHWEH yang Echad –yang lebih diartikan “satu-satunya”–  tanpa embel-embel entitas Ilahi lain atau isu “1 jadi 3 & 3 jadi 1”. Namun orang-orang Yahudi tahu –berlainan dengan Muslim dan kaum Oneness itu– bahwa yang dimaksudkan dengan konsep Trinitarian kristiani  itu sama-sekali bukanTriteisme, percaya akan 3 Tuhan. Secara fundamental Yudaisme menolak God Echad (yang bukan human itu) menjadi Pengantara, dan hidup dalam wujud manusia lemah.  
Sebaliknya para Yahweist memperlakukan ECHAD itu secara berbeda, dimana YAHWEH Yudaisme itu perlu  bermanifestasi dalam Bapa, Anak, dan RohKudus. Dan mereka mencoba men-sinkronkannya dengan merilis video YAHWEH EKHAD (https://youtu.be/8FDE1vlaHvM) bahwa  oleh karena YAHWEH itu Maha-kuasa maka Ia sanggup saja bermanifestasi menjadi sejuta fenomena
Tentu konyol bila tidak menyadari bahwa sekalipun Tuhan sanggup melakukan apa saja, namun Ia TIDAK akan mau melakukan hal-hal yang sembarangan!  Dia tidak mau mengerjakan yang terkait dengan dosa, kekonyolan, tanpa tujuan, bukan yang terbaik, dan tidak dignified (mulia)!

Dijelaskannya lagi dalam tayangan videonya, bahwa Alkitab tak mengenal istilah Trinitas, melainkan Echad. Dan YAHWEH Echad versi mereka itu dikatakan mudah sekali dijelaskan, yaitu God yang satu Echad tetapi pada waktu yang sama ada di Indonesia, USA, dan Tiongkok… So Absurd!! Jelas ini bukan penggambaran ECHAD sama-sekali, melainkan ilustrasi tentang sifat intrinsik YAHWEH yang selalu MAHA-HADIR! OMNIPRESENT GOD, being everywhere at the same time!

 

BILA YAHWEH MUTLAK-1-PRIBADI, maka apakah perasaan, akal & kehendak Bapa dan Anak dan RohKudus itu sama atau bahkan identik sejak kekal ke kekal?

  • Bagaimana dengan beda kehendak diantara Anak & Bapa (Mat.26:39), tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki, melainkan seperti yg Engkau kehendaki.”
  • Dan bagaimana memahami Yoh.6:38,
    Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”
  • Apalagi menyadari bahwa kehendak-diri YAHWEH kok bisa kejam terhadap sang ANAK dalam ucapan profetik Yesaya: Tetapi YAHWEH berkehendak meremukkan dia (Anak) dengan kesakitan” (Yes.53:10).
  • Ditambah lagi dengan fakta bhw YAHWEH (di PL) sering menghukum & membunuh musuh2Nya, namun Yesus (YAHWEH di PB) total mengharamkannya.
  • Jikalau 1 pribadi-mutlak, kenapa emosi Bapa & Anak boleh berbeda dalam tatanan Hukum Hujatan thd Rohkudus? (Mat.12:31-32). Jadi bagaimana batasan hukum hujatan terhadap Bapa dan Anak?
  • AWAS! Keesaan Elohim jangan dicampur-adukkan atau diplintirkan antara “SATU” (Echad-jamak) dan “Satu-Mutlak” (Yacheed). Lucu bahwa doktrin Oneness disatu pihak menganut YAHWEH-Echad (UL.6:4), namun dalam penjabaran gerejawi mereka men-‘teologikannya’ sebagai “Unitarian-Echad” yang tergeser jadi bermakna Yacheed, sedemikian sehingga menjadi YAHWEH-1-Tok.
  • Jangan juga “Oneness” (satu) disamakan dengan Sameness (sama). Hati-hatilah dengan penyesatan ‘SAMA’.         
     ”Aku dan Bapa adalah satu(Yoh 10:30) ⇒ Ini tidak sama dengan “Anak dan Bapa adalah sama”, dan pasti bukan “Aku adalah Bapa”. Tak ada ayat yang samakan kedua oknum tsb. Satu sosok ilahi (Aku) selalu dihubungkan dg sosok lainnya (Dia atau Engkau) dalam kesatuan IlahiNya.
  • Kita juga tahu Elohim itu saling berbicara sesama diriNya dengan ucapan: “Kita”, “Kami”, yang merujuk kpd kesatuan pribadi2 jamak sekalipun Dia tidak & belum bermani-festasi/inkarnasi kedunia. Mungkinkah istilah tsb diucapkan oleh Tuhan yang mutlak satu di kesendirianNya?
  • Secara analogis, entitas jamak dalam kesatuannya dapat dirasakan dalam istilah ‘Sehati, Seia-Sekata’ yang semua-nya SATU, tetapi TIDAK SAMA antar sub-sub-entitas yang “terhimpun” didalamNya!
  • Elohim selalu saling berelasi-intim dalam sesama pribadi Bapa dan Anak dan RohKudus. Sedangkan Pribadi YAHWEH yang mutlak satu (spt Allah Tawhid) mustahil berelasisesama-diriNya”, karena tak ada sesama atau antar-pribadi disitu. (Lihat Masalah-3 tentang Relasi).

 

FALLACY “SAMA” ANTAR-PRIBADI-ILAHI

  • Modalisme sejak lahirnya sudah terkenal dengan fallacy argumentasi. Tidak heran kinipun aliran KEESAAN YAHWEH Unitarian banyak memaksakan argumen-argumen deduktif yang bercirikan fallacy, khususnya penyederhanaan makna ‘Oneness’ yang disamakan dengan ‘Sameness’. Ibarat “Ibu itu Orang, Istri itu Orang”, jadi IBU = sama dengan ISTRI. Atau lebih-lebihlagi, “Aku ini bapa”, maka “bapa itu pasti = aku”
  • Misalnya percampuran makna SAMA antara panggilan “Bapa” (sebagai penghormatan Sosok-Tua, re Mal.1:6) dg sosok pribadi-ilahi Sang Bapa (seperti dalam ayat di Yes.63:16, 64:8), atau di Yes 9:5 sehingga Yesus (ANAK) dianggap SAMA dengan BAPA.
  • Juga “nama Yesus” yang datang dalam “nama Bapa” (Yoh5:43) otomatis dianggap sebagai SAMA Sosok, tanpa melihat konteksnya bhw Yesus datang dalam otoritas Bapa; dan juga dari sisi relasional-nya bahwa nama itu bisa tepat dirujukkan kepada satu “Nama Keluarga” untuk ketiga pribadi-pribadi Ilahi (didalam kesatuan YAHWEH), dimana nama ‘MARGA’ akan otomatis diturunkan kepada Bapa dan Anak dan RohKudus.
  • Melihat Yesus = Melihat Bapa (Yoh14:9) dimutlakkan SAMA identik? Padahal disitu Yesus berbicara tentang peran diriNya sebagai Mediator Sejati, sebagai Sang Jalan kepada Bapa. Kesamaan Anak-Bapa ini justru didalam naturNya sebagai God, bukan sama dalam 1-tok-pribadi-Nya yang mutlak. Image kedua-Nya saling conformed: Like Father, like Son. Not same.
  • Oleh Oneness, masalah rancu ini (1-Pribadi mutlak vs. 3-Pribadi) praktis dicarikan dalilnya kepada azaz “manifestasi-YAHWEH”, misalnya, Kalau 1 pribadi, kepada siapa lagi Yesus berdoa?”. Maka didalilkan bhw Yesus-insani (manifestasi YAHWEH) diang-gap “wajar” berbicara (berdoa) kpd Yesus-Ilahi (Bapa YAHWEH). Sayangnya doa tsb tidak disadari sbg “echo-resounding” dari Dia untuk Dianya juga, apalagi Dia itu sudah Mahatahu akan doaNya!
  • Jikalau Yesus itu sang Bapa juga, lalu kenapa Yesus SETIAP KALI dirujukkan sebagai ANAK, sampai meliputi lebih dari 200 kali secara explisit dalam PB (!) dan tidak sekalipun Dia dipanggil BAPA? Atau Dia memanggil diriNya sebagai “Anak-Ku”?

Bahkan lebih dari 50x tertulis sebutan Bapa dan Anak sebagai sosok yang berbeda kasat-mata dalam satu jejeran ayat (passage) yang sama spt. Dan. 7:9-14; Yoh 1:1, 18; 6:37-39, 44; 14:23; 17:5; 2Yoh 1:3; 1Yoh 2:22; Ibr. 1:1-13; Jud 1:1; Why. 5:13 dll)

Bapa = God. Anak = God. RohKudus =God.
Jadi Bapa = Anak = RohKudus! SAMA-SEMUA? Wajar ?

  • Bila kita perhadapkan Yoh 10:30 dengan Kej 2:24 yang keduanya menyebut SATU yang sama, bukankah makna kesatuan tersebut mencakup 2 pribadi?
  • Ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami!” (Yes 64:8) dan
    Yes 9:5 => Disini, Bapa sebagai panggilan ‘ab’ adalah ( = ) pemilik atau empunya sifat kebapakan, yang dimuliakan. Ini bukan Godhead Sang BAPA seperti yang disangkakan.
  • Yoh 5:43 di-jago2i Oneness, “Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas nama-nya sendiri, kamu akan menerima dia” => Padahal ayat 43(a) sangat jelas bhw Yesus datang dalam otoritas BapaNya, bukan dlm kesamaan sosokNya.
  • Ayat ini justru menunjuk DUA nama, dan Yesus tidak datang atas  nama Nya sendiri è artinya nama “Yesus” itu bukan nama Bapa, jadi Yesus jelas bukan Bapa! Yang mana dikonfirmasi sangat jelas pula dalam Why. 3:12.
  • Yoh 17: 6,11,12, “NamaMu yang Engkau berikan kepada Ku” => Disini diplintir menjadi “namamu = namaku” (?) Padahal dimanapun, seorang anak memang selalu membawakan nama ayahnya. Ini secara lurus merujuk kepada penyandangan “nama keluarga” YAHWEH, kesatuan nama family ilahi tapi bukan sameness antar pribadi-pribadi.

Contoh defense tipikal di Yoh 8:24 dan 27 ⇒Maka Yesus = Bapa!

 Yoh.8:24. Ini adalah salah satu ayat andalan Oneness untuk membuktikan bhw Yesus = Bapa. Bahkan ini sering dipakai utk mengintimidasi kaum Trinitarian yang menolak tafsirannya (dengan ancaman kematian, sesuai dengan ayatnya). Oneness mencoba mengkaitkan ayat 24 dengan loncatan ke ayat 27 agar bisa memunculkan kesimpulan bahwa “Akulah Dia, Sang Bapa”:
“Karena itu tadi Aku (Yesus) berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” …

Kemudian disusul dengan loncatan keayat-27: Mereka (orang-orang Yahudi) tidak mengerti, bahwa Ia (Yesus) berbicara kepada mereka tentang Bapa Jadi Dia (ayat 24) = Bapa (ayat 27)!

Ini jelas tafsiran akrobatik yang menyesatkan (lihat note NIV), sebab keseluruhan konteks perikop tersebut adalah tentang Dia (Yesus) yang diutus oleh Bapa (ayat 18,26,29), yang adalah 2 pribadi, kini mau dipaksakan Oneness jadi satu pribadi (Dia =Bapa)? Tidak heran bahwa Oneness sengaja meloncatkan ayat ke-26:
“Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku (2 pribadi), adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya (2 pribadi), itu yang Kukatakan kepada dunia.”

  • Istilah “Akulah Dia” selalu dirujukkan Yesus langsung kepada diriNya sendiri (bukan diri lainnya): DIA YANG DIUTUS atau DIA-LAH MESIAS atau DIA yang turun dari sorga (ayat 28 ini, juga 4:26, 3:13). Jikalau Yesus mau merujukkan diriNya adalah sang Bapa, tentu Ia cukup berkata simple: “Akulah Bapa”. Maka “Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku (Yoh 8:43).

 

BAGAIMANA BISA 1-PRIBADI-MUTLAK?

Singkat saja, Tuhan kita adalah Tuhan yang relasional, saling mengasihi dan memuliakan sebelum dunia diciptakan. Dan hanya pribadi-pribadi yang relasional inilah yang dapat berbuat seperti itu.

1 Pribadi-monolit mustahil bisa berelasional sesamanya! Marilah kita cermati ayat-ayat berikut ini yang sungguh sudah berbicara secara polos tentang tritunggal yang beda pribadi:

  • Bapa berseru dari SORGA, Roh Kudus turun dalam bentuk “MERPATI”, ketika Yesus ada di BUMI (Mat 3:17).
  • Bapa & Anak sama-sama mengutus Roh-Kudus ke dalam dunia (Yoh 14:16, 15:26). Tapi jelas ini bukan manifestasi rangkap.
  • God mengutus Yesus bukan atas kehendak Yesus (Yoh 8:42).
  • RohKudus adalah “seorang Penolong YANG LAIN”, yang tidak sama dengan Yesus (Yoh 14:16); dan Anak menjadi PENGANTARA dihadapan Bapa (1Yoh.2:1, Ibr 7:25).
  • Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bhw kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar” (Yoh 5:32) ⇒ Ingat, bhw Alkitab menolak saksi 1 pribadi saja!
  • Seruan nyaring Yesus disalib: “Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” (Luk.23:46).
  • “Ia duduk selama-lamanya disebelah kanan Elohim
    (Ibr 10:12)… dan masih banyak contoh-contoh ayat lainnya.
  • Tetap Satu Pribadi? Tapi 1-pribadi YAHWEH di PL sering menghukum dan membunuh. “Moral & karakter” ini tidak dilakukan sekalipun oleh pribadi Yesus (juga dianggap YAHWEH) yang datang sebagai Pengantar dan Penyelamat! Dan Yesus selalu sama tak berubah, dulu, kini, selamanya!
    Jadi 1-YAHWEH dengan 2 moral karakter? Atau bagaimana Dia? (NOTE: Nanti diakhir paparan, Anda akan tahu kenapa?)

BISAKAH MENGUTUS PRIBADI SENDIRI?

BAPA YANG MENGUTUS YESUS (Yoh 8:42, 17:3 dll).
JUGA BAPA & ANAK MENGUTUS ROH-KUDUS (Yoh.15:26)
.

Apakah artinya “mengutus”? Bukankah secara lurus itu dimaknakan adanya dua pihak pribadi: Sang Pengutus & Yang Terutus, BAPA dan ANAK (dan RohKudus)? Lihat Yoh.8:16, “dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku”. Memang Bapa selalu bersama indwelling dengan Anak yang Dia utus , namun disitulah terlihat kembali bahwa “bersama” bukanlah “sama”! Kepala Yesus adalah God (1Kor.11:3). Dialah kepala yang mengutus yang lain. Dan itu bukan manifestasi-diri Bapa menjadi Yesus, yang pasti tidak bisa diutus oleh diriNya sendiri untuk menjadi diriNya sendiri!

Namun para Yahweist Oneness berdalih amat naif bahwa “Ayat Yoh.8:16 itu telah ditafsirkan gereja2 Trinitas menurut model Islam, yang diartikan BEDA OKNUM, misalnya Anak Tuhan juga diartikan sebagai Tuhan punya Anak, padahal itu hanya istilah saja.  Untuk MENGUTUS itu, dalam bahasa Ibrani bermakna dalam kapasitas fungsi-Nya saat berfirman kepada manusia sebagai DAVAR (firman yang hidup).” “Mengutus” itu hanya istilah saja? Lalu sosok subyek dan obyeknya dihilangkan utk dialihkan menjadi fumgsi berfirman???
Nah, jelas para Yahweist ini telah membuang MAKNA tekstualnya samasekali, dan mencampur baurkan secara gampangan “Oneness” dengan “Sameness”, sebab justru ayat tsb menunjukkan secara lurus adanya 2 personal yang berbeda dalam Oneness-Nya.

Kita prihatin kenapa perlu2nya mereka menafsirkannya berkelat-kelit memaksa Bapa-Anak-RK (tanpa didukung ayat) harus menjadi
Satu Pribadi-Mutlak yang sama, lalu berturut-turut mengutus ‘diriNya-yang-satu-sama’ itu dengan akibat fatal yang 3X nonsense:
(1). Bahwa Bapa mengutus “Bapa”, dan
(2). Bahwa Bapa mengutus “Bapa” mengutus RohKudus
(3). Bahwa Anak harus menjadi Bapa untuk diriNya sendiri!

Jadi untuk apa Yesus berkata: “Percayalah kepada Elohim, percayalah juga kepada-Ku”? (Yoh.14:1).
Semua redundant!

Status Bapa-Anak Secara Lurus, tanpa bengkok & plintiran:

Bapa dipanggil Bapa karena Ia adalah Bapanya Anak.
Anak dipanggil Anak karena Ia adalah Anaknya Bapa. Anak bukan Bapa! Anak memang bisa menjadi Bapanya orang lain namun Anak tidak dapat menjadi Bapa untuk diriNya sendiri.

Oneness harus menjawab, APAKAH HAKEKAT PENGUTUSAN BAPA ITU:BUAH MANIFESTASI (diwujudkan sejak di tambahkan) ATAUKAH INKARNASI (diutus dari yang sudah ada sejak semula)?

 

Selanjutnya: MASALAH-2: MANIFESTASI vs. INKARNASI … (Part 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *