SIAPA ITU YAHWEH? Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam Kesatuan Ilahi? (Part 2)

SIAPA ITU YAHWEH? Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam Kesatuan Ilahi? (Part 2)

SIAPA ITU YAHWEH? 

Satu Pribadi atau Trinitas Tiga Pribadi dalam
Kesatuan Ilahi?

Dimana Posisi-Nya Dalam Keilahian Oneness-Unitas Ataupun Dalam Trinitas?

(YAHWEH Diantara Bapa, Anak, RohKudus?)

Kenapa Nama-Suci & Kekal Ini Terhilang dari Kitab Perjanjian Baru?

(Part 2)

Oleh M. Torsina

MASALAH-2: MANIFESTASI vs. INKARNASI

Tuhan itu Roh. Tidak akan tampak atau terasa oleh pancaindra  manusia bilamana Dia tidak memperlihatkan diriNya dalam unsur-unsur fisikal. Untuk itu Roh harus diperwujudkan dalam rupa yang tampak, dan itu yang disebut “manifestasi” Roh. Dan ini harus kita bedakan dengan jelas terhadap “Inkarnasi”, karena memang sering dicampur adukkan, sengaja atau tanpa sengaja.

Alkitab mencatat pelbagai jenis manifestasi:
1. Theofani Tuhan sendiri, ini dapat muncul dalam segala wujud menurut keperluan Tuhan. Misalnya, “bunyi langkah kaki Tuhan yang berjalan di Taman Eden” (Kej.3:8), atau sebagai Malaikat TUHAN untuk berseru kepada Abraham (Kej.22:11-15), atau berupa nyala api dalam semak-semak (kasus Musa). Tiang api, tiang awan, atau Roh Kudus berwujud rupa  seperti merpati atau lidah api, atau cahaya langit dan suara roh Yesus kepada  Saulus ketika ke Damsyik,  dll.
Dalam cakupan yang lebih luas, manifestasi ini bisa juga berupa TRANSFIGURASI dan VISION, penglihatan maya atau dalam mimpi.

2. Manifestasi Malaikat muncul ibarat ‘diri-rohnya’ atau mirip ‘manusia’ berpakaian yang berkilau atau yang putih,  tetapi Paulus tetap mengibaratkan semua ini sbg “gambaran  dlm cermin”, yaitu suatu visualisasi yang samar2, bukan “muka dengan muka” (1Kor 13:12).
3. Manifestasi Roh Jahat, yang merasuki & menguasai diri si korban yang sudah ada, atau menampakkan diri dalam bentuk lain.

MANIFESTASI ROH TUHAN

Ini sesungguhnya adalah tindak mewujudkan diri-Nya Tuhan demi menampakkan kehadiranNya bagi manusia, menurut keperluan Tuhan, lokasi & waktu Tuhan, agar dapat berinteraksi langsung dengan makhluk-Nya. Pewujudan ini bukan substansi diriNya melainkan menghadirkan diri (!) dan karenanya  ia bisa berbentuk apa saja (api, angin, suara dll), yang semuanya bersifat temporal. Dan setelah selesai misiNya, maka perwujudanNya menghilang kembali keasal ROH tanpa meninggalkan jejak-diri, karena asal-aslinya memang adalah Roh yang tidak tampak dan berbentuk. Ini berbeda secara prinsip thd makna INKARNASI-penjelmaan menjadi manusia (lihat dibawah).

Namun pihak Oneness Unitarian menjauhi istilah inkarnasi dan memperkenalkan “manifestasi model baru” yang maknanya tidak dikenal oleh Alkitab. Dan mereka menyebutnya sebagai “manifestasi alami” atau “manifestasi sempurna” yang dikaitkan hanya kepada ujud manusia Yesus. Kenapa begitu? Ya, mereka tidak bebas (berani) mengakuinya sebagai inkarnasi, karena ini akan berbenturan dengan premise utamanya sendiri bhw YAHWEH Echad itu selalu “1 Roh-1 Hakekat-1 Pribadi”, dan karena 1 Pribadi ilahi dahsyat dan kudus inilah maka Ia sendirian tidak bisa menjadi manusia hina (inkarnasi), melainkan HANYA “menjadi” menampakkan diriNya (manifestasi) kedalam wujud kedagingan!

Apapun istilah plintirannya,  manifestasi YAHWEH-1-Saja ini tetap tidak terbukti sama dengan jatidirinya  Yesus seperti yang ada di Injil. Yang mana Paulus menamakanNya sebagai YESUS YANG LAIN (2Kor.11:4). Kenapa?

A. Buah Manifestasi YAHWEH Bukanlah YAHWEH-SeutuhNya

*Pertama-tama, YAHWEH itu roh dan transcendental. Ketika Ia mewujud menjadi sesuatu yang fisikal, maka Ia masuk ke dalam dunia
dan mengambil dimensi yang berbentuk (ber-contour) dan berbatas. Itu bukan betul-betul substansi diriNya yang asli yang tidak berbatas. Ringkasnya “tiang api-tiang awan” dll yang diujudkan YAHWEH dalam PL itu bukan “FULL YAHWEH”. Teologisnya, buah manifestasi-fisikal dihadapan manusia itu bukanlah PRIBADI-YAHWEH ansich (Godhead yang substansif), melainkan penampakan bentuk KEHADIRANNYA yang sudah “tercampur” dengan unsur-unsur fisikal, termasuk batas2 lokal, padahal Ia tanpa batas. Dalam segala macam Wujud yang hadir fisikal dan lokal itu, seperti nyala-api, lidah-api, angin, cahaya, suara dll, semuanya adalah sebuah hunjukan atau penyataan audio-visual kehadiran diri God lewat karya RohKudus (lihat Kej.1:2; Mzm 104:30; Yes.34:16).

B. Manifestasi YAHWEH, Kalau Ada, Hanyalah Wujud Teofani Temporal Sepenggal.

Per definisi, buah manifestasi YANG UJUD itu sesungguhnya belum ada (tidak eksis) sebelum SAAT diadakan wujud-extra itu oleh Pengada-Nya yaitu yang Godhead itu sendiri. Apapun bentuk dan siapapun wujud yang dimanifestasikan oleh YAHWEH-1-Tok itu tidak kekal sejak semula, dan bukanlah Godhead tanpa batas (lihat postulat-A diatas). Tidak bisa dipastikan berapa porsi bagian dari YAHWEH yang ‘1 pribadi saja’ itu yang diwujudkan dalam (atau ke dalam?) diri-manifestatifNya! Jadi bagaimanakah 1-YAHWEH saja —yang kekal itu– bisa diteorikan “mewujudkan-diriNya” menjadi rangkap 2 atau 3 YAHWEH yang sama kekal kedalam (dwi) tri-manifestasi  Bapa dan Anak dan RohKudus?  
Kenyataannya, Yesus-manifestatif ini jelas bukan God karena baru eksis diabad ke satu. Dan benarlah paham orang-orang non-Kristen yang memang menolak keilahian Yesus, seperti Yudaisme, Islam dan pelbagai ajaran sekte-sekte Kristen, termasuk Oneness unitarian!

C. Wujud Manifestatif Itu Datang, Namun Pergi Tanpa Jejak-Diri.

Sebagai wujud manifestasi Roh Tuhan, tatkala sudah selesai masa misinya, Dia otomatis akan “menghilang ” (tak tampak lagi) balik kepada Roh asal-asli-Nya yang memang invisible, yaitu YAHWEH-1-Saja yang itu-itu lagi. Tidak ada footprint apapun yang ditinggal sebagai saksi-kedagingan (fisik) diriNya di bumi karena Yesus-manifestatif harus kembali menjadi YAHWEH, Roh original. Namun nyatanya Yesus yang satu ini tidak menghilang ke-dalam satu diri YAHWEH asali disorga! Dia melainkan selalu muncul lagi dengan tubuh baru (sesudah kebangkitanNya), dan kini bahkan “terpisah”duduk disebelah kanan Elohim (Luk22:69; Rm8:34) bahkan berdiri juga di sebelahNya (Kis7:56). (lihat selanjutnya dibagian Inkarnasi). Bahkan yang dahsyat bahwa Ia duduk diatas tahtaNya bersama sama dengan tahta BapaNya yang satu !(Why.3:21)

D. Manifestasi Tidak Berurusan Dengan UTUS-MENGUTUS-DIRI

Berpuluh kali Alkitab menyatakan bahwa God/Bapa mengutus AnakNya (Yesus), dan praktis tidak pernah menyebutkan bahwa Ia memanifestasikan hunjuk-diriNya (menjadi Anak) yang sama dengan diriNya yang Asli Bapa. Bapa memang telah mengutus Anak, tetapi bagaimanapun BAPA tidak dapat “mengutus Diri-Nya yang YAHWEH” menjadi ANAK yang harus dianggap sama 1-pribadi dengan Bapa YAHWEH. Yudaisme tentu akan menganggap ini sebagai penghinaan ganda terhadap YAHWEH yang dikenal Maha Kudus dan dahsyat.

Bapa Alkitab sebaliknya bisa mengutus pribadi-Sang Anak untuk mengemban pemrosesan diri dari Ilahi menjadi insani yang hina, sebagai Hamba Tuhan yang rendah hati, taat dan sukarela (Filipi 2:6-8; Mat 11:28-30).

Konsep Unitarian bahwa “YAHWEH mengutus YAHWEH  yang identik” tentu lucu dan memaksakan diri. Bapa memang mengutus Anak, tapi tidak sebaliknya! Bapa-lah yang pantas mengutus AnakNya yang ada bersamaNya sejak kekal (Yoh 1:14, 17:3 dll) yaitu dengan “melahirkanNya” ke dunia secara inkarnatif SEKALIGUS siap membangkitkan Anak dari kematianNya (Gal1:1). Kepala dari Yesus adalah God (1Kor.11:3). Dialah Kepala yang merancang dan mengutus yang lain dan membangkitkanNya. Dan itu bukan manifestasi-diri Bapa menjadi wujud Yesus, yang pasti tidak bisa diutus oleh diriNya-1-Saja, dan tidak bisa membangkitkan diriNya monolit sendirian!

* Alkitab memperlihatkan pemunculan Tuhan di era PL praktis semuanya berupa perwujudan manifestatif YAHWEH kepada manusia. Namun begitu memasuki era PB, kita bukan lagi diperlihatkan sekedar wujud, tetapi keseluruhan inkarnasi ILAHI yang utuh menjadi manusia INSANI yang utuh (!), demi penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat untuk membayar harga tebusan yang layak bagi penyelamatan SEGENAP umat manusia

INKARNASI TUHAN YESUS
Ini adalah konsep total kehadiran Tuhan yang utuh kedalam dunia,
dan ini berlainan sama-sekali dengan sekedar ‘Manifestasi’.

Pertama-tama, inkarnasi menyangkut Sang Anak (BUKAN BAPA & ROHKUDUS), yang berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ilahi pribadiNya (Kol.2:9), yang mana dapat digambarkan Yesus sebagai utuh (100%) manusia dan utuh (100%) Tuhan. Kini tanyakanlah kepada kaum Oneness, berapa porsi kemanusiaan Yesus versus porsi keilahian-YAHWEH-Nya hasil dari manifestasi YAHWEH-1-Saja yang mereka percayai? Unsur fisikal dalam pewujudan YAHWEH itu berapa persen? Dalam kesulitan menjawabnya mereka hanya mampu berspekulasi beda-beda dengan mengatakan 50-50, atau 1/3 – 1/3 -1/3 merujuk kepada kehadiran setiap (dwi) tri-manifestatif Bapa-Anak-RohKudus. Yang jelas, ‘Yesus’ yang non-Alkitabiah ini (2Kor.11:4) tidak punya dasar pijakan yang baik untuk mengklaim diri-Nya utuh (100%) manusia dan utuh (100%) Tuhan YAHWEH seutuhnya, sebab hal ini akan berkontradiksi dengan keseluruhan diriNya menjadi TERBATAS dan LOKAL, apalagi 1-Pribadi YAHWEH Kudus ini TOTAL mewujud diriNya kekehinaan dan kekematian. Cermati ini:

Inkarnasi adalah penjelmaan Firman Tuhan yang teramat khusus kedalam dunia, bukan semata pewujudan-Nya secara visible. Alkitab merujuk sangat kuat kepada  Mzm.107:20; Yoh.1:14,18, Flp 2:6-7, dan Kol.2:9, dimana Firman/Anak Elohim bukan hanya menyandang wujud-audio-visual-fisikal yang eksis untuk semata ditampakkan ke dunia, namun justru adalah Pribadi Hidup yang sepenuh dan setara indwelling dengan God sejak kekal, kini diutus sepenuh keilahianNya, yaitu dengan melewati proses Word become fleshseutuh kedagingan-Nya, dan bertumbuh besar dan bertambah hikmatNya & makin intim dengan God (Luk.2:52), serta berdiam ditengah-tengah kita sebagai Imanuel!

Disini kita menyaksikan suatu kepenuhan keilahian masuk kedalam keinsanian yang lokal- berbatas, menjadi jati diri Yesus yang berdiam di-tengah-tengah manusia. Tetapi yang menjadi kata kuncinya adalah bahwa Yesus ini makin bertambah hikmat IlahiNya DAN intimitas relasiNya dengan God. Maka andaikata Firman YAHWEH-1-Saja yang ‘berproses-wujud’ menjadi Yesus YAHWEH seperti yang dipercayai Oneness, maka apakah YAHWEH-ujud baru ini (yang dianggap sama pula dengan YAHWEH-lama!) benar bisa dan perlu bertumbuh hikmatNya dan relasiNya terhadap YAHWEH yang diriNya sendiri itu-itu lagi? Apalagi terus berproses selama 33 tahun?
“YAHWEH yang bertambah hikmat & relasi dengan  YAHWEH” sungguh gagasan yang amat menghujat YAHWEH!

Ada lagi dua perbedaan sangat khas diantara Inkarnasi vs. Manifestasi, yaitu hal-hal yang menyangkut kesudahan masa misiNya di dunia
1. Apa yang ditinggali Yesus dari diriNya, sebegitu Dia selesai dengan misiNya di dunia?

2. Ketika genap peranNya di dunia, maka Yesus kembali lagi ke sorga dengan jati diri-baru apakah?

SUB-1. Seperti halnya dengan semua buah manifestasi YAHWEH di PL & PB yang hanya fenomena-wujud (sebagai api di-semak-semak, tiang apai, tiang awan, lidah api, suara langit, burung merpati dst), maka setelah selesai masanya, semuanya harus kembali lagi kepada diri YAHWEH-1-Pribadi yang original, tanpa meninggalkan footprint-diriNya dalam bentuk apapun. Kembali kepada Roh satu-satunya yang memang invisible! Hanya untuk Yesus-inkarnatif  saja yang bisa meninggalkan 1 footprint yang melekat kepada diriNya, yaitu harus meninggalkan DarahNya sebagai Saksi yang disahkan oleh Roh sendiri tentang Ke-Anakan-Nya. Dan Saksi ini dinyatakan sangat khusus oleh Rasul Yohanes di 1Yoh.5:6-8. Ditambah dengan mutlaknya pengesahan perjanjian hanya dengan darah (Ibr 9:18).

Secara perspektif rohani – bukan sekedar otak-atik ayat-ayat dan huruf-huruf– pengutusan inkarnatif Yesus itu (demi penebusan universal) sudah dengan sendirinya harus menyangkut korban pencurahan darah dari satu Pribadi-ilahi & insani yang utuh (Godhead, God-man Kol.2:9) dan bukan berupa buah manifestatif yang tidak jelas Godhead dan darahNya. Dengan tidak utuhnya God-man Yesus, maka korban penebusanNya pasti tidak akan cukup memadai menjadi mahar bagi penghapusan dosa manusia, alias tekor untuk membayar lunas utang “DARAH (Kolose 2:14)
(His sacrificial atonement would not have been sufficient to take away the guilt of all human sin. =>  NIV Study Bible, 1Yoh.5:6 & notes).

SUB-2. Oneness tersudut ketika harus mempertanggung-jawabkan logika esensial dari kesudahan masa sebuah manifestasi temporal. Sebab ketika Yesus dianggap diwujudkan dari diri-YAHWEH, maka Ia kelak harus kembali ke dalam diri-YAHWEH yang persis sama”.

Namun fakta berbicara lain. Yesus yang berasal dan datang dari Firman YAHWEH (Yoh 1:1 dan 14) –yang jikalau hal itu dianggap sebagai kasus manifestasi– maka Dia seharusnya kembali ke sorga asal-Nya sebagai Firman pula. Namun fakta-kerasnya tidaklah demikian, melainkan Firman yang Sang ANAK itu justru kembali Anak Domba untuk mendapatkan Takhta-Nya sendiri disamping Takhta BAPA , demikian juga dengan namaNya kelak (Why 3:12, 21, 14:1, 22:1). [Atau di ayat lain dikatakan duduk di sebelah kanan Bapa (1Pet.3:22 dll)]. Dan ini sekaligus memperlihatkan bahwa Bapa dan Anak itu – dengan kedua Takhta yang saling berbeda– bukan YAHWEH-1-Pribadi yang sama, sebagaimana yang diimani Oneness!

  • Akhirnya, sebagai konsekwensi logis dari apa yang di-kaidahkan pihak Oneness bahwa YAHWEH-lah yang memanifestasikan diri ke wujud Yesus, maka dengan sendirinya mereka harus pula mengakui bahwa Godhead-lah yang berada di dalam Yesus — entah berapa persen– dan tidak sebaliknya!
    Namun Yesus justru membantahi hal ini dengan berkata: “…supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa” (Yoh.10 :38). Artinya posisi-diri-Nya saling inklusif dalam Godhead dengan Bapa, bukan hanya Bapa yang Godhead berada dalam Anak yang non-Godhead! Kembali Oneness menyimpulkan sebuah manifestasi yang lagi-lagi melawan Alkitab!

MASALAH-3: RELASI

  • Berulang kali Tuhan Alkitab menyebut & memperagakan kesatuan relasional-Nya dalam tiga-pribadi yang berbeda. Sebutan ‘Kami”, ‘Bapa’ dan ‘Anak’ itu sendiri sudah ber-makna relasional-pribadi-pribadi yang saling menyatu secara ilahi rohani.
    Tuhan kita berelasi-intim sesama 3-pribadinya, namun dalam satu hakekat Ilahi. Ini nyata-nyata ditampakkan buktinya tatkala 
    Dia saling berfirman, saling mengasihi, dan memuliakan sesamaNya. Namun interaksi-intern ini pasti mubazir bila DIA mutlak 1 sosok pribadi yang sama. Sebab untuk siapa dan mengapa Dia perlu berfirman dengan Dia sendiri yang satu dan sama? Begitu pula sama mubazirnya kata-kata penghubung “dan”, “bersama-sama” yang selalu konsisten diletakkan Yesus diantara Bapa dan diriNya (Anak).
  • Elohim itu berhakekat personal & relasional, Covenant God yang Maha Pengasih yang memberi janji-janji yang mengikat, sangat kental berpribadi. Karena itulah Dia menciptakan manusia menurut rupa & gambaranNya, mahkluk yang juga berhakekat personal & relasional, khususnya dua pribadi suami-istri yang Dia sebut sebagai “satu-daging” (echad). Echad relasional demikianlah yang Tuhan maknakan bagi diri-Nya yang jamak. Yesus juga menjanjikan kehadiranNya ke-persekutuan 2-3 orang didalam namaNya (Mat 18:20), dan betapa kita semua menjadi mempelai intimNya (Why 19:7).
  • Ini memperjelas pererelasian sempurna keberadaan Tuhan Triunitas yang sama dalam 1-Nature (Ousia) dengan 3-Persons (Hipostasis) yang berbeda. Itulah “gambar & rupa” Tuhan yang di-imej-kan ke dalam penciptaan manusia. [Bandingkan dengan “trinitas”nya satu Bangsa yang dilekatkan dalam relasi trio: Bapa—Anak—Spirit Bangsa (yang menyatukan).

RELASI ANTAR-PRIBADI?

Sebaliknya per definisi, YHWH-1-Saja pasti tidak  bisa ber-relasional dengan siapapun –misalnya saling berfirman, mengasihi, memuliakan– sebelum ada ciptaanNya. Dikala tersebut Dia mirip seperti Allah Tawhid, bukan Elohim Echad. Dia bisu dan kesepian sendirian (loner) tanpa bisa berinteraksi & mengasihi. Aktifitas-aktifitas relasional ini baru dapat muncul bilamana mahkluk-mahkluk-Nya sudah Dia ciptakan. Jadi pertanyaan besarnya, apa kerja YAHWEH sendirian dari awal kekekalan hingga sesaat sebelum penciptaan? Dan apakah dikala awal itu sudah ada (atau sudah perlu ada) menghadirkan-wujud Anak & RohKudus (dan Bapa?) sebagai manifestasi YAHWEH sendiri? Buah manifestasi tentu tidak diperlukan oleh YHWH-1-Saja untuk keperluan berinteraksi dengan manusia yang memang belum eksis itu, yang mana mengakibatkan Anak dan RohKudus belum ada (exist) selain YAHWEH!

Dan sesudah penciptaanmirip seperti kritik Muslim yang Allah Swt Tawhid – apabila ada Anak (Allah) yang berdoa kepada Bapa (Allah) — maka hakekat doaNya hanyalah sebuah resounding-kosong dari YAHWEH-monolit kepada YAHWEH yang “lone-wolf” yang sama saja. Karena yang dialamatkan itu ada dalam 1 pribadi-1 hakekat yang sama Dia lagi—Dia lagi. Tambah kosong lagi, karena Ia yang Mahatahu itu pasti tidak akan berurusan dengan doa, karena Ia sudah lebih tahu, mahatahu akan doa diriNya sendiri sebelumnya! Alangkah kompleksnya kalau sosok dan nama YAHWEH dibawa berputar-putar dalam lone-wolf-Nya…

Aku YAHWEH, Engkau Juga YAHWEH?

  • Andaikata benar doktrin Oneness bahwa Bapa = Anak = RohKudus = YAHWEH, maka –karena pentingnya– salah satu-ujud-manifestasiNya pasti akan berkata: “Akulah YAHWEH”. Tetapi itu tidak pernah muncul di Alkitab! Bahkan siapapun Tuhannya di PB –Bapa, Anak, Roh Kudus—tidak akan ada yang bisa meng-klaim-nya karena memang diseluruh PB, tidak ada muncul kata atau panggilan “YAHWEH”.
  • Oleh kaum Oneness, kekosongan nama YAHWEH di PB selalu dilemparkan pendalilannya kepada kesalahan bapak-bapak Gereja serta penterjemahan Yunani dari Alkitab versi Ibrani yang dianggap PASTI ada mencantumkan nama tsb. Pasti? Pasti dari manusia atau Elohim? Pasti kok melawan fakta 2000 tahun?
  • Kita tidak pantas sembarangan memasti-mastikan apa yang belum pasti tentang Tuhan, apalagi Nama tersebut tak terwujud dalam pewahyuan salinan asli PB (autograf) manapun hingga kini. Bahkan sekalipun nama tersebut ada termuncul, namun bagaimanakah (menurut alur Oneness) bahwa Bapanya dari YAHWEH (Anak) bisa sama pula dengan YAHWEH yang sama?
  • Dan apabila YAHWEH berwujud-3-rangkap dalam tri-manifestasi: Bapa= Anak= RohKudus, yang masing-masing sama dengan YAHWEH pula, maka setiap YAHWEH yang ada juga akan bermanifest 3 rangkap berjenjang pula, yang mana akan menjadikan YAHWEH berantai 3, 3, 3 dst…??
  • Jikalau begitu, maka ayat Ibrani 1:9 akan terbaca sangat aneh,
    “… sebab itu YAHWEH, YAHWEH-Mu (YAHWEH) telah mengurapi YAHWEH dengan minyak…”

MASALAH-4: ROH TUHAN DI SORGA

Dalam dunia ini, YAHWEH yang Roh itu memang harus ber-manifestasi untuk memperlihatkan sosok diriNya (secara fisik) kepada manusia yang bukan roh. Namun terhadap mahkluk-makhluk roh di Sorga, tentu manifestasi semacam ini  tidak diperlukan oleh Dia ketika berada di Sorga dengan ujud asli-Nya yang  1-Pribadi itu (“muka dengan muka”, istilah di 1Kor 13:12). Namun faktanya tidak begitu. Di sorga, PribadiNya yang jamak tetap hadir dalam bentuk (Aku) dan (Engkau) atau (Dia). Tidak hilang dlm 1-Pribadi!

(A) PENGLIHATAN DAUD (DALAM ALAM ROH)

Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh2-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu”. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Elohim telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kis 2:34-36).

(B) PENGLIHATAN STEFANUS

Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Elohim dan Yesus (Roh) berdiri di sebelah kanan Elohim (Roh) (Kis 7:55).

Disini Anak yang (selalu duduk) disamping kanan Bapa jadi beranjak-berdiri, demi memberikan “standing ovation”. Apakah dua Roh disitu adalah hasil manifestasi dari satu Roh YAHWEH?

(C) PENGLIHATAN  YOHANES, Re: TAKHTA YANG BERBEDA

“Keselamatan bagi Elohim kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak(Why 7:10)  è Bandingkan juga dengan duet dua pribadi Ilahi dibumi, “Kami akan datang kepadanya dan make Our home with them” (Yoh 14:23).

(D) PENGLIHATAN YOHANES (lanjutan):

  • “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya”.
  • “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Elohim dan takhta Anak Domba (Why 3:21,  22:1).
  • …dan padanya akan Kutuliskan nama Elohim-Ku, nama kota Elohim-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Elohim-Ku, dan nama-Ku yang baru.
    Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat”. (Why 3:12, juga 14:1).
  • Tampak di alam roh, ada 3-Pribadi yang sadar dan yang berbeda, bersama dengan dua-nama baruNya untuk Elohim dan Anak, dan dilengkapi dengan Tahta yang berbeda pula. Semuanya untuk masa kekekalan, bukan sekedar hasil manifestasi-diri sesaat YAHWEH.

(E) PENGAKUAN YESUS SENDIRI:

Dan lihatlah, betapa Yesus memahami pribadiNya yang Roh (tatkala berada di sorga) dengan kehendak awal-Nya yang tidak mesti identik dengan kehendak Bapa, saat akan diutus turun dari sorga:  “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melaku-kan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yoh.6:38).

MASALAH-5: NON-SUBSTITUSI

Ada banyak sekali ayat-ayat Alkitab yang dapat ditampilkan untuk menampik ajaran “Tuhan-1-hakekat-1-pribadi” yang setiap manifestasiNya dianggap sama-diri itu. Justru Pribadi yang berbeda mudah tampak pada hal2 yang tidak bisa dipergantikan tempatnya antar sesama pribadi. Lihat ini:

  • Tepatkah para Oneness selalu berdoa hanya kepada atau atas-nama Roh Kudus? (yang juga YAHWEH).
  • Bisakah membaptis orang percaya dalam nama urutan secara acak atau terbalik?
  • Anak bisa dipanggil ‘Bapa’, tapi bisakah dipanggil sebalik-nya? (Yes 9:5)
  • Bapa mengutus Anak mengutus RK (tidak sebaliknya), re: Yoh.8:18, 15:26.
  • Bapa meninggikan Anak (Fil.2:9-11) dan membangkitkan Yesus (Gal 1:1). (tidak sebaliknya).
  • Anak & RK keluar dari Bapa (tak sebaliknya) 8:42, 15:26.
  • Anak minta kepada Bapa, lalu datang “Penolong yang lain” (Yoh 14:16) bukan penolong yang sama!
  • Anak pernah mati, menyerahkan nyawaNya kepada Bapa-Nya (Luk 23:46). Kapan Bapa bisa serahkan nyawaNya?
  • Anak duduk disebelah kanan Bapa (tidak sebaliknya). Mat26:64; Mzm 110:1
  • Anak ada dipangkuan Bapa (tidak sebaliknya). Yoh 1:18
  • Bapa & RK mengurapi Anak (tidak sebaliknya). 10:38
  • Anak berdoa kepada Bapa, tidak kepada RK (dan juga tidak sebaliknya). 17:1.
  • Anak & RK punya Bapa; adakah Bapa punya BAPA? Jikalau tidak sama kepemilikannya, apakah Dia saling “SAMA”?

MASALAH-6: KESAKSIAN YANG ABSAH

  • Ini merupakan satu sanggahan yang terang benderang terhadap teologi-Oneness yang terlalu sering diturunkan dari asumsi dan deduksi-deduksi ayat yang tidak lurus, tidak sah, karena tak ada konfirmasi & saksi yang memadai. Padahal sudah dikatakan oleh Yesus sendiri secara lurus bahwa,
    “Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.“ (Yoh 8:16-18).
    (my other witness is the Father, who sent me –NIV).
  • Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku (Yoh 15:26).
  • Kesaksian Anak selalu HARUS dari 2-3 sosok pribadi-Tuhan dalam keesaan-Nya, tidak sah kalau saksi hanya 1 pribadi: Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar” (Yoh 5:31).
  • ALHASIL: Kesaksian YAHWEH-1-Saja (dari God Unitarian) tidak pernah akan sah, TIDAK BENAR, menurut Taurat & Injil YAHWEH sendiri!
  • Yesus memperingati para pemimpin agama yang merasa Abraham adalah sah Bapak mereka:
    Joh 8:43 “Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku”.
    Dengan kata lain, mereka memahaminya hanya sebagai bahasa aksarawi, namun bahasa Yesus adalah bahasa Firman!
  • Rasul Yohanes menegas lagi adanya SAKSI-3-PIHAK YANG MENYATU: “Sebab ada 3 yang memberi kesaksian dibumi:
    Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu
    (1Yoh.5:8). Itulah DARAH inkarnatif Yesus dan ROH dan AIR (lambang baptisan dengan suara approval sang Bapa dari langit) yang menjadi lambang SAKSI SAH DI BUMI tentang sang Anak yang diutus oleh Bapa untuk penebusan dosa.

         1 Yoh. 5:7-9, TIGA SAKSI SAH DI BUMI: KESATUAN ‘ROH dan AIR dan DARAH
         INILAH KESAKSIAN ROH DI-TENGAH2 TRIUNI-PRIBADI ILAHI:
Bapa-Anak-RohKudus, Yang Ditampakkan ke Publik, Diperdengarkan dan Difirmankan Secara Audio-Video.
“ROHLAH YANG MEMBERI KESAKSIAN, KARENA ROH ADALAH KEBENARAN”
(1Yoh.5:6).

MASALAH-7: KETERGANTUNGAN

Hanya ‘Pribadi’ yang bisa berelasi. ‘Hakekat’ tidak bisa.
Begitu pula hanya “Pribadi’ yang bisa mengasihi. Dan tindakan saling-mengasihi itu hanya bisa ada bila terdapat DUA atau LEBIH pribadi yang saling menjadi subyek dan obyek kasih! Nah, justru Elohim kita itu KASIH adanya, dan Bapa dan Anak sebagai pribadi-pribadi yang saling mengasihi sebelum dunia diciptakan (Yoh 17:24)! Artinya:

(1) Hanya pribadi relasional (bukan hakekat), yang bisa mengasihi.  Dan

(2) Pribadi-pribadi Ilahi yang relasional ini sudah eksis sebelum ada ciptaan, bukan sejak Anak termanifestasi di abad ke-satu.

Namun siapakah yang bisa YAHWEH kasihi sebelum pen-ciptaan, bilamana Dia sendiri adalah YAHWEH-1-Saja, mutlak seperti Allah Tawhid?

Karena sifat mahakasih, maka Dia akan menderita maha-kesepian dalam kasihNya yang sendirian, karena Dia tidak punya “obyek-kasih” untuk penyaluran kasih. YAHWEH ini amat “tertekan” terobsesi untuk harus menciptakan obyek kasih-Nya Hidup-Nya tergantung kepada ciptaanNya…

BERLAINAN DENGAN ALLAH TAWHID, TUHAN TRI-UNITAS ITU SELALU SELF-SUFFICIENT dengan ketiga Pribadi yang sesama inklusif.

SUFFICIENT DALAM SALING BERKOMUNIKASI
(‘Marilah Kita…’ Kej.1:26; 3:22; Juga berdoa)

DALAM SALING MENGASIHI (Yoh 17:24)
DALAM SALING MEMULIAKAN (Yoh 17:5)

MASALAH-8: ‘ELI-ELI LAMA SABAKHTANI’

  • Inilah ucapan yang membuka mata, karena teriakan Yesus disalib itu sekaligus menunjukkan Diri-Nya sedang ditinggalkan oleh Keilahian (dengan seluruh kepenuhanNya) yang tadi-nya berdiam didalam tubuh jasmaniNya (Kol.2:9), yaitu ketika mana diriNya memikul dosa dunia!
  • Jikalau Yesus hasil manifestasi dari YAHWEH atau Bapa, maka yang akan diteriakkan Yesus pastilah YAHWEH atau Bapa yang sedang meninggalkan penyataan/pewujudan diri-Nya sendiri. Namun faktanya Yesus menyerukan “Eli” (ElohimKu) dan bukan “Bapa-Ku”, apalagi YAHWEH. Itu sungguh menunjukkan Ia bukan ditinggalkan oleh Bapa yang sebaliknya justru menerima nyawaNya dan yg membangkitkanNya kelak (Luk.23:46, Gal.1:1). Yesus melainkan ditinggalkan oleh  KeilahianNya yang  mahakudus yang harus dipisahkan dari dosa yang dipikulNya.
  • Jikalau Bapa Sang Pengutus “mengutus” Anak (Firman)-Nya secara manifestatif, maka tidak mungkin tidak Ia harus kembali persis ke titik-asal-Nya yang FIRMAN itu (Yoh.1:1), tanpa meninggalkan sesuatu apapun, tidak juga DARAH yang tercurah! Tetapi kenyataannya tidaklah demikian: Dia meninggalkan darahNya sebagai SAKSI (1Yoh 5:8), dan sang Anak tidak persis balik ke Firman, tetapi mendapatkan SonshipNya dalam pangkuan Bapa (Yoh.1:18; Luk23:46) atau di ayat lain duduk di sebelah kanan Bapa, 1Pet.3:22 dll).
  • Bila yang meninggalkan Yesus (yang juga YAHWEH) adalah YAHWEH-1-Saja, maka seruan “Eli, Eli, lama sabakhtani” tidak bisa tidak hanyalah berarti 1-YAHWEH meninggalkan 1-YAHWEH yang sama, suatu yang absurd hasil ulah manusia sendiri yang mengenakanNya keluar dari jalur Alkitab!

MASALAH-9: KEABSAHAN SOTERIOLOGI
YAHWEH UNITARIAN MENYELAMATKAN?

  • Tulisan-tulisan Rasul Yohanes yang tertuang dalam kitab-kitab atau surat-suratnya yang terwahyu diujung abad ke satu selalu ditandai dengan masuknya ayat-ayat pewanti terhadap begitu banyak ajaran bidat-sesat dalam masa awal kerasulan yang begitu rawan, khususnya isu-isu yang melenceng tentang jatidiri Yesus sebagai Mesias, Anak Elohim. Khususnya tantangan ini datang dari pelbagai cabang aliran dari Gnosticisme  dan Doketisme yang menolak inkarnasi.  Itulah sebabnya maka Injil Yohanes tidak dimulai dengan silsilah dan natalnya Yesus di bumi, melainkan asal-mula-asalinya Yesus sebagai Firman/Anak di alam kekekalanNya bersama God… sebelum Ia dihadirkan secara inkarnatif ke dunia dalam misi penyelamatan lewat DarahNya.
  • INKARNASI Firman/Anak ke dunia menghadirkan keseluruhan pribadi-ilahi-Nya kedalam keberadaan manusia, The Word became flesh and made His dwelling among us (Yoh1:14), sebuah hypostatic union yang menyatu antara Word dan flesh, agar layak dijadikan korban  penebusan umat manusia lewat pencurahan darah kematian-Nya. Hanya sosok inkarnasi Yesus inilah yang dapat dinyatakan SEMPURNA untuk jadi korban penebusan universal. Dan jelas peran ini hanya dapat dilakukan oleh pribadi God-man inkarnatif yang sepenuh Ilahi maupun insaniNya, bukan manifestasi ubah-ujud God yang tidak jelas bagaimana atau seberapa porsi keilahianNya dalam diri Anak-manifestatif yang juga diriNya. Non-Godhead yang mati dikorbankan itu pasti tidak layak/cukup nilai maharnya untuk korban penebusan seluruh dosa (Kol 2:14).
    [NB. Lihat footnote NIV Study Bible utk ayat 1Yoh.5:6]
  • Tambahan lagi, manifestasi itu sendiri mensyaratkan WAKTU pengadaan God sejak manifest-Nya diperlukan untuk berinter-aksi dengan manusia diabad ke-1. Yang mana berarti Yesus itu belum eksis sebelum eksis-nya Maria, dan ini menjadikan daya-tebus darahnya tambah rancu dan tekor” (deficiency) untuk menebus keseluruhan dosa-dosa umat manusia mulai dari Adam dan seterusnya. Padahal Firman/Anak yang DI-INKARNASI itu adalah pribadi-Ilahi utuh (yang kekal eksis bersama Bapa), dan karenanya cukup memenuhi pelunasan tunai untuk penebusan segala dosa disegala zaman!
  • “YAHWEH-1-Saja” pada dasarnya mustahil bisa mati 1-Diri YAHWEH-nya. Sekali mati, tak ada lagi power lain yang bisa membangkitkan diriNya. Itu sebabnya (lihat Masalah-2) konsep manifestasi YAHWEH-1-Tok juga mustahil meninggalkan curahan darahNya sebagai Saksi (1Yoh.5:8), kecuali kalau kita nekad berakrobatik terhadap logika lurus! Sebaliknya, Yesus inkarnatif telah mencucurkan dan meninggalkan tetesan darah-Nya yg absah dan sempurna untuk penebusan & penyelamatan umatNya. Dia adalah Anak Domba, yang Takhta dan Namanya jelas terbeda dengan BapaNya (Why 3: 12 dan 21)
  • Apalagi bahwa God yang hanya satu Pribadi-absolut pada dasarnya bukanlah God relasional. Maka Ia tidak dapat membawa kita umatNya sbg Mempelai intim kepada diri-Nya (Why 19:7). Hanya Son of God (Anak Domba) sajalah –sebagai pribadi Godhead yang kedua-– yang dapat menjadi Perantara & Penebus kita lewat darah-Nya. Dan darah ini adalah salah satu Saksi-fisikal-spiritual yang melekat tentang Anak (1Yoh.5:8,9).
    God yang hanya Dia 1-Pribadi tanpa pluralitas memang dapat menjadi Hakim kita, tetapi Dia pasti tidak bisa mati (dengan cucuran darah) untuk jadi Anak Domba, Juru-selamat Penebus kita. (Bandingkan dengan pernyataan A.H. Strong; 1907: 350).

AKHIRNYA: YAHWEH TIDAK MESTI MENYELAMATKAN.

Tanpa terlalu sadar, ketika nama YAHWEH nyaring diseru-serukan oleh para Yahweist, mereka bisa menjadi kebablasan mengadopsi 2 jenis YAHWEH yang tidak sama. Itu justru bisa merupakan SINKRETISME antara YAHWEH orang Yahudi (Echad yang 1 Pribadi tanpa Anak/Yesus Mesias) DAN YAHWEH Echad Kristianitas dengan Yesus sebagai Pribadi Mesias Penyelamat.

YAHWEH tidak akan memasukkan kita ke dalam Kerajaan Sorga (Mat.7:21) sekalipun kita sudah mengimani dan menyerukan “Tuhan-Tuhan” (atau ‘YAHWEH-YAHWEH’) plus sekalipun kita sudah melayani “DIA” sebaik2nya, bahkan sekalipun sudah mengusir setan dan bermukjizat dan bernubuat demi, demi dan demi (3x) atas Nama “Dia” tersebut … JIKALAU YAHWEH yang diserukan itu adalah YAHWEH SINKRETIS, YAHWEH YANG LAIN! (2Kor.11:4), maka akibatnya fatal tak tertolong,

“Sebab kamu sabar saja*, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima” (2Kor.11:4).

[*NOTE. “kamu sabar saja” dalam arti “kamu mudah oke-oke saja, bersikap permissive” (“you put up with it easily enough”, NIV)].

  • ‘Yesus’ (yang YAHWEH) hasil dari manifestasi YAHWEH-1-Saja, hanyalah ‘Yesus’ yang diada-adakan atas nama Injil. Dia bukan persis Yesus Penebus, Anak Domba yang mempunyai TAKHTA-Nya sendiri disamping Takhta Elohim (Why 22:1, Ibr 8:1 dll), bukan 1 Takhta saja utk 1-Pribadi Tok. Yesus-manifestatif ini melainkan cuma satu sosok YESUS YANG LAIN, dengan ROH YANG LAIN, dalam ajaran INJIL YANG LAIN!

Kini kita tersadar kenapa Tuhan Yesus begitu serius mendamprat “umat Kristen” yang walau sudah melayani pekerjaan Tuhan segiat-giatnya dengan menyeru-nyerukan nyaring namaNya, namun Yesus serentak menolak mereka dengan sengitnya:

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyah-lah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat.7:21-23).

Kejahatan? Ya, karena datangnya dari si jahat, dengan mengatas-namakan Alkitab, Firman Tuhan yang Kudus, yang mana sampai nekad menandai Yesus = Bapa = RohKudus = YAHWEH,  walau tanpa ada satupun ayat pendukungnya!
Melainkan hanya asyik bermain asumsi, dan mendasarkan sejumlah ayat-ayat yang dicocok-cocokkan dan diplintirkan , sambil mensalah-salahkan bapa-bapa Gereja, PB versi Yunani, terjemahan-terjemahan Alkitab Indonesia dll yang non-Ibrani, dan lain-lain kesalahan kecuali dirinya…

MASALAH-10: YAHWEH ABSEN di PB?

Sampailah akhirnya kita kepada isu-besar sepanjang zaman Alkitab:
KENAPA YAHWEH hanya ada di PL dan tidak sekalipun ada di PB? Kemana menghilangnya 6823 x sebutan nama tsb di PB? Apakah benar bahwa Authograf PB versi Ibrani (yang ‘dipastikan’ ada nama YAHWEH) pasti ada eksis dulunya, yang kini terhilang? Apakah benar PB versi Yunani ini bukan hasil pewahyuan Roh Kudus gara2 tak muncul nama YAHWEH? Atau apakah PB ini pasti kalah otoritas ketimbang versi Ibrani yang diharapkan lebih asli dan lebih tua? Tetapi Ancient Hebrew New Testament yang paling tua yang ada  saat ini hanyalah hasil TERJEMAHAN dari versi Yunani juga tahun 1300 M (seperti yang diterjemahkan Du Tillet, Munster, Shem Tob). Apapun yang diotak-atik tentang Alkitab, kita hanya dipuaskan oleh apa yang ada saat ini. Kanon PB sudah tertutup tanpa teks YAHWEH!

Tidakkah mungkin bahwa Tuhan sendirilah yang memang tidak mengingini hadirnya Autograf PB Ibrani karena alasan2-Nya sendiri? Misalnya untuk mengeraskan hati “Firaun Yahudi” hingga waktunya, atau malah memukul ego keyahudiannya, atau untuk mencegah pemberhalaan terhadap autograf tsb dll? Hanya Tuhan saja yang tahu.

Memang kita menyaksikan loh Taurat, Tabut, Bait Suci Elohim bisa diizinkanNya termusnah. Namun apakah ada anak-anak Tuhan yang bisa percaya bahwa Tuhan mengizinkan Firman asliNya sendiri terhilang sejak 2000 tahun yang lalu oleh tangan2 kotor manusia fasik? Tidakkah itu persis seperti tuduhan Muslim bahwa  Injil-Isa yang asli itu sudah hilang, yang berakhir dengan memasang mahkota-palsu kepada Injil-Barnabas sebagai Injil-Islami asali dari Allah swt

Marilah kita berani berkata lurus bahwa Tuhan kita tidak akan membiarkan umatNya tersesat dengan FirmanNya yang terhilang ribuan tahun oleh para setan ataupun bapak-bapak gereja! Tidak ada sejarah ketuhanan dan nasib KitabNya yang demikian konyolnya! Yang ada hanyalah dua fakta keras:
(1). Bahwa messageNya dalam PB Yunani tetap adalah peng-anugerahanNya yang otentik, hasil dari pengilhaman Tuhan yang benar dan berotoritas!
(2). Sesungguh-sungguhnyalah: Tak ada Firman yang hilang, demikian juga dengan NAMA yang empunya Firman.

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Mat.5:18).
“…memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus
dan
tak terbinasakan ttg keselamatan yang kekal itu”
(Mrk 16:8). “padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya (Why 14:6).

Lihatlah! Bukankah Injil memuat dua nama sorgawi yang berkaitan langsung dengan sosok YAHWEH? Ialah ‘YESUS’ dan ‘I AM’.
YESUS –dari transliterasi Yehoshua, Yeshua yang bermakna YAHWEH PENYELAMAT—ini adalah nama khusus yang disampaikan malaikat sorga untuk menandai peran-inkarnatif-Nya sebagai Pribadi Penyelamat dari YAHWEH, dalam echad-nya YAHWEH.

Dan Yesus  juga menyebutkan keberadaan diriNya sebagai
I AM yang terambil dari “I AM THAT I AM” (Aku Ada Yang Aku Ada) di Kitab Keluaran, yang dimaksudkan sebagai Pusat-Hidup yang selalu ada, yaitu YAHWEH (Kel. 3:14; Yoh 8:58).
Jadi, baik “Yesus” maupun “I AM” disini bukanlah sama identik dengan Dia-YAHWEH (yang tidak pernah diklaim oleh Yesus), melainkan Dia yang Penyelamat dan Dia yang selalu Ada, itu dari “keluarga” YAHWEH. (see Tri-Unitas Unison, next).

Sayang oleh kalangan Yahweist yang kebablasan, ayat-ayat itu dijadikan bukti bahwa Yesus adalah pasti YAHWEH itu sendiri! Kembali Unitarian terlalu gampang mengabaikan konteks kata ‘BEFORE’ ketika nama I AM tersebut diucapkan pada waktu Yesus sedang  berargumentasi panas dengan orang-orang Yahudi mengenai umur-Nya yang belum mencapai 50 tahun. Dan karena itu Yesus lalu menegaskan “usia” diriNya yang kekal itu – sebagai pribadi sang Anak—bahwa Before Abraham was, I AM”, yang tepat dimaknai dengan keberadaanNya yang telah ADA bersama YAHWEH sejak dahulu kala, dan samasekali bukan menyamakan diriNya dan namaNya identik dengan YAHWEH-1-Saja!

Harus diingat pula bahwa nama YAHWEH itu asali & kekal, sementara nama “Yesus” itu tidak kekal, namun yang akan diabadikan kelak disorga dengan nama baru bersama dengan nama Bapa (Why 3:12). Apalagi Bapa-Anak ini juga bertakhta atas singgasana yang berbeda: Takhta Elohim, dan takhta Anak Domba (Why22:3).

AKHIRNYA,  andaikatapun PB Ibrani asli ada namun masih/ tetap tersembunyi, itu semata-mata adalah porsi bagian bagi YAHWEH, dan bukan porsi untuk kita2 lagi (Ul.29:29) untuk meributkannya, apalagi memprotesnya. Disinilah satu contoh saat, dimana kita harus menyangkal diri kita dan tidak memaksakan Tuhan diletakkan kebawah otak dan kehendak kita… Dan dengan begitulah bermilyar manusia sudah diberkati, sudah mengenal dan diselamatkan menjadi anak Tuhan lewat PB Yunani yang ada termasuk anda & saya, generasi ini dan sebelumnya.

Kita akan memperlihatkan sebentar lagi kenapa dan kemana larinya nama tersebut sehingga terkesan se-olah2 “hilang-tersembunyi” dari Kitab PB.

 

KESIMPULAN: INTI KEKABURAN ARGUMEN ONENESS

  • Teologi Oneness YAHWEH mendasarkan doktrinnya pada kata ECHAD menuruti paham Yudaisme dalam Ul.6:4, yang HARUS dimaknai sebagai SATU monolit, baik Hakekat maupun Pribadi. Ini dijadikan postulat dan premise-mati bagi kaum Oneness sehingga menjadi kaum ‘Anti-Trinitas’ yang sangat obsessif. Setelah memutlakkan hal ini sebagai dasar doktrinnya, mereka pun mulai menjabarkan segala turunannya dengan mencocok-cocokkan semua ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan kesatuan mutlak Tuhan, bahkan dengan plintiran tafsiran yang terlalu jauh sekali-pun. Benarkah begitu? Ya, lihat saja betapa mereka memaksakan bahwa Bapa itu = Anak = RohKudus = YAHWEH (sama, bukan satu!) tanpa bisa menunjukkan bukti ayat manapun kecuali mencocok-cocokkan tafsiran. Itu pula sebabnya kenapa mereka merasa harus melenceng/melawan konsep echad-nya Yudaisme sendiri ketika harus berhadapan dengan fakta keberadaan ‘Sang ANAK’ yang hadir disamping YAHWEH tatkala inkarnasi Yesus muncul di abad kesatu dalam PB. Untuk berkelit dari kesulitan, maka mereka mengintroduksikan istilah MANIFESTASI (ubah wujud untuk penampakan) demi menghindari makna esensi inkarnasi yang menyangkut penjelmaan pribadi.
  • Namun fakta kehadiran 3-Pribadi Ilahi secara serentak –dan bukan 1-Pribadi versi Yahweist– terlalu keras didemonstrasi-kan God secara audio-visual terbuka ketika Yesus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Perhatikan betapa Bapa, Anak dan RohKudus ditampakkan sekaligus sebagai 3 Pribadi yang saling berelasi sesamanya:Bapa dari sorga memanggil Sang Anak dibumi
    dan Roh Kudus dari langit yang terbuka turun ke atas Anak…
    dan Sang Bapa mengucapkan 3 istilah yg hanya dapat ditujukan kepada seorang PRIBADI, ialah,  “AnakKu, “Kukasihi”, dan “berkenan”. Itu tentu bukan kata2 pertanda dari 1-Pribadi yang impersonal, melainkan ciri dari yang saling relasional , personal, bahkan intim antar pribadi….
  • Dapatkah demo keras dan penting ini diplintirkan sekenanya menjadi “perwujudan serentak” dari 1-YAHWEH-1Pribadi supaya tampak jadi 3-YAHWEH (tri-manifestation of YAHWEH at one time)? Dan dalam moment-of-truth yang paling menentukan ini, adakah salah satu manifestNya berkata: “Akulah YAHWEH?” Atau paling tidak mengindikasikan bahwa Bapa, Anak, RohKudus itu adalah 1-Pribadi yang sama?
  • Echad-manifestatif yang satu-diri itu mustahil bersifat personal dan relasional SESAMANYA! Ini tidak akan sesuai dengan ungkapan YAHWEH pada Kej.1:26 dan 3:22, dimana Dia jelas2 memperlihatkan sifat personal &relasional antar-pribadi yang telah ada pada kesatuan-diriNya sejak awal. Sifat inilah yang di-extensikan oleh God kepada manusia sebagai ciptaanNya yang “menurut gambar dan rupaNya” (dg istilah “Kita”). Disitu Dia yang (berpribadi) plural itu juga saling berfirman, saling mengasihi dan saling memuliakan. Dapatkah satu pribadi monolit yang berbuat demikian dengan dirinya yang satu tok? Tidakkah itu pribadi gila-diri sendirian?

Unitarian berputar-putar mencoba memaknai dan mengilustrasikan Echad agar cocok ke arah 1 hakekat dan 1 pribadi, padahal YAHWEH sendiri sudah mendefinisikannya secara lurus dan sederhana sejak Adam dan Hawa yang 2 pribadi itu di- ECHAD-kan di Taman Eden: Sebab itu seorang laki-laki akan meninggal-kan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging(Kej.2:24).

  • Teologi Oneness juga melalaikan kata dan makna ‘DAN’ atau ‘BERSAMA’ diantara Bapa-Anak, padahal kata-kata itu justru menunjuk kepada existensi relasional antar-pribadinya Bapa DAN Anak, dan sifat ini adalah melekat dalam diri Elohim yang memang sudah bernuansa jamak! (semisal Yoh.1:1).
  • Teori YAHWEH 1-Saja ini sudah mencampur baurkan dua istilah dasar: SATU dan SAMA, ke dalam diri YAHWEH. Echad Oneness dicemarkan menjadi Sameness, sehingga siapapun (Bapa, Anak, RohKudus) yang ada dalam EchadNya, itu adalah dentik dengan YAHWEH-1-Tok. Itu sebabnya mereka tidak bisa menyuguhkan ayat dan dalil-dalil ‘sameness’-nya secara memadai, melainkan hanya mengandalkan asumsi dan gathuk2 dan kaitan ayat-ayat lepas yang tidak secara real, direct dan explisit menegaskannya! Apa yang ditafsir & diasumsikannya justru dapat dengan sederhana diarahkan  kepada tafsiran tandingan yang lebih kuat. Contohnya, mereka bahkan  berani menunjuk kepada ayat 1Yoh 5:7-8  yang bermasalah untuk pembuktian monoteis-me absolut dari YAHWEH-nya. Padahal bagian ayat Comma- Johanneum yang mereka angkat  dari ayat tsb  justru dianggap oleh para ahli umumnya sebagai sangat kontroversial, dan hampir dipastikan itu sbg tambahan teks yang tidak asli Alkitab.  (a.l. https://www.gotquestions.org/Comma-Johanneum.html.)
  • Puji Tuhan bahwa dalam kontroversial keasliannya, konten ayat tsb tetap bisa kita bersama setujui, sehingga Alkitab terhindar dari kontradiksi messageNya. Namun konten tsb tetap  tidak membuktikan bahwa ketiga Oknum ilahi itu SAMA, kecuali lagi-lagi kembali membuktikan bahwa Dia adalah SATU God!
  • Maka dengan mudah doktrin Oneness bisa diperhadapkan langsung kepada 10 Masalah yang tak terselesaikan oleh mereka secara biblikal. Antara lain yang kasat-mata: gagalnya dalam menunjukkan dimanakah Bapa atau Yesus atau RohKudus pernah saling berkata kepada sesamanya, atau berkata kepada umatNya, “Aku sama dengan Engkau (Dia)”. Atau salah satu pribadi Bapa/Anak/RohKudus berkata: “Aku adalah YAHWEH”.
  • Oneness tidak awas dan peka ketika mencampur-adukan manifestasi terhadap inkarnasi, dengan akibat bahwa Yesus tidak exist sebelum manifestasi, dan secara organis dan spiritual tidak ada “Saksi Darah” (1Yoh 5:8) bagi YAHWEH-1-Tok dalam Anak ini. Anak-Manifestatif ini bukan Anak Domba Elohim, kecuali di-kait2kannya. Pendalilan manifestasi dengan rujukan 1Tim 3:16 justru menjebak diri, karena Paulus hanya memaksud-kan kata “manifestasi” disini secara umum (reveal, Rm 10:20) utk sebuah exposisi diri, dalam pembenaran dari Roh dan para malaikat. Ingat bahwa manifestasi bisa termasuk inkarnasi, tetapi tidak sebaliknya.
  • Oneness juga ignorant mempertanyakan berapa porsi YAHWEH yang diimpartasikan kepada Yesus yang juga dianggap YAHWEH 1-Pribadi. Kalau kurang dari 100%-YAWEH tentulah Dia bukan YAHWEH. Kalau 100%-YAHWEH, itu bukan lagi hasil manifestasi melainkan riil inkarnasi. Dan inkarnasi dari YAHWEH yang 1 Pribadi itu pasti tidak bisa saling mengasihi Diri, tak usah berdoa, tak bisa mengutus Anak apalagi mengutus Roh Penolong YANG LAIN (Yoh.14:16). Dan tentu saja tak bisa mati, karena Ia jadi habis sendiri!
  • Pada prinsipnya, semua ayat2 yang Oneness dapat ajukan utk pendalilan kesamaan antara Bapa-Anak, sesungguhnya dipe-nuhi pula secara lebih kokoh oleh kesatuan Ilahi Bapa-Anak dlm ketrinitarianNya. Tidak demikian utk sebaliknya. Namun kalangan Oneness mengabaikan kenyataan faktuil ini, padahal perbedaan-pribadinya jauh lebih nyata/lurus/valid ketimbang kesamaannya yang dibawakan dalam  tafsiran paksaan yang berputar-putar.
  • Baik Oneness Unitarian, maupun Trinitas Orthodox tidak mampu menjelaskan kenapa PB terkosong dari nama YAHWEH. Untuk itu Oneness men-salah2kan semua pihak, termasuk Bapak2 Gereja (dianggap biang penggagas Trinitas yang tak ada di Alkitab), dan PB versi Yunani serta LAI dll lembaga penterjemahan Alkitab yang dianggap meng-hilangkan kata YAHWEH.
  • Sayangnya mereka tidak sama konsekwen utk juga menyalah-kan Yudaisme [yang terlanjur di-agung2kan Kitab-Tanakh-Ibraninya karena ada terkandung kata YAHWEH dan ECHAD didalamnya]; padahal kehadiran sosok Yesus sebagai Mesias dan Imam Agung justru ditolak mentah2 oleh Yudaisme.
  • Lebih dari semua itu, konsep “ONENESS” yang pernah dianut oleh Modalisme/Sabelianisme dulu, kini di-recycle kembali oleh kaum Yahweist YAHWEH-1-Tok dengan membangun sejenis sinkretisme YAHWEH. Mereka menggabungkan YAHWEH orang Yahudi di PL (yang tanpa Sang Anak/Yesus) kepada ‘YAHWEH-ANAK’ di PB (Yeshua Hamashiakh) yang mereka anggap sebagai hasil manifestasi dari YAHWEH-nya orang Yahudi (Bapa YAHWEH)! Ini semua bukan saja sangat membingungkan, tetapi sekaligus berbahaya!
  • NOTE:
    Selanjutnya kita mau beralih kepada ulasan & pandangan kami yang kreatif dan obyektif tentang keberadaan YAHWEH. Untuk itu kami kembali kepada teks murninya Tetragramaton YHWH, karena pelafalan YHWH dengan YAHWEH juga kontroversial.

    

Mari kita bersama merenungi, bermeditasi & meminta pencerahan Roh Kudus agar memberi kita secercah pemahaman spiritual akan hakekat dan keberadaan YAHWEH Elohim … dalam kaitannya dengan Trinitas (Tri-Unitas) Bapa, Anak, dan Roh Kudus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *