Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 3)

Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 3)

Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 3)

TRI-UNITAS ELOHIM

Oleh M. Torsina

 

Mari kita bersama merenungkan, bermeditasi & meminta pencerahan Roh Kudus agar memberi kita secercah pemahaman spiritual akan hakekat dan keberadaan YAHWEH Elohim … dalam kaitannya dengan Trinitas (Tri-Unitas) Bapa, Anak, dan Roh Kudus

  • Trinitas itu non-matematis (non-bilangan 1+1+1 atau 1x1x1), non-fisikal, non-finite (non-1-mutlak: ibarat non-1 mutlak bagi angin, air, cahaya dll). Trinitas juga non-biologis, non-terpisah, tetapi spiritual yang organis (seperti: kebapakan, keanakan, persaudaraan, kepribadian, semangat/ spirit).
  • Trinitas bukan Sabellian dimana 3 moda/wajah/manifestasi yang berasal dari pribadi Satu Tuhan Sejati. Trinitas juga bukan Arian dimana makhluk ciptaan dijadikan Tuhan.
  • Trinitas Orthodox selama ini adalah ESA-Nya Hakekat Tuhan dalam Tri-Uni-Pribadi yang berbeda: Bapa, Anak dan Roh-Kudus, dimana Bapa mengasihi dan menyelamatkan umat melalui Anak oleh RohKudus.
    Dialah tiga Pribadi (ciri dasar pribadi & operasi) yang berbeda namun dalam kesatuan inklusif  Ilahi, sehingga Dia saling sehati-seia-sekata-sepikiran-seaksi-setujuan”.
  • Akan tetapi, Trinitas konvensional ini tidak menyinggung keberadaan YHWH samasekali, satu dan lain hal karena Kitab PB tidak memuat namaNya. Padahal itulah isu yang selalu ditunjuk sebagai “korup-Alkitab” oleh pihak Oneness. Untuk itulah kini kita perlu tampilkan kembali Nama Ajaib ini (Hakim-hakim 13:18) dalam konsep Trinitas Orthodox, namun dengan istilah baru yang menampilkan posisi asali YHWH dalam
    TRI-UNITAS SEREMPAK (Tri-Unity Unison
    , see next).

 NB. Memperbandingkan: “Tri-Unitas-Bangsa” dimana trio [Bapak Bangsa – Anak Bangsa – Semangat Bangsa] membentuk SATU BANGSA.

AKHIRNYA, KENAPA YHWH HANYA di PL SAJA? DAN BAPA, ANAK, ROH HANYA di PB SAJA?

Tuhan Tri-Unitas-Serempak adalah YHWH.
Maksudnya “serempak” disini adalah keberadaanNya dalam kesatuan 3-Pribadi “Keluarga-Ilahi” yang hadir dalam TOTALITASNYA BAPA – ANAK – ROHKUDUS.

Dalam totalitasNya, YHWH saling berkomunikasi sesamaNya secara relasional dengan istilah kesatuan intim ‘Kita’ atau ‘Kami’ antar Bapa-Anak-RohKudus, yang saling mengasihi, saling memuliakan sejak sebelum alam semesta diciptakan.

  • YHWH beroperasi Se-Ada, Se-Hati, Se-Ia, Se-Kata, Se-Aksi antar pribadi Bapa-Anak-RohKudus yang menyatu SEREMPAK.

YHWH merancang dan berkarya dalam Salvation Plan — penyelamatan universal-Nya — dalam total persekutuan pribadi Bapa, Anak dan Roh-Kudus, dimana Bapa mengasihi dan menyelamatkan umat melalui Anak oleh RohKudus.
Dalam relasional dengan umat ciptaanNya, YHWH dinyatakan dalam Triune-Unison-God dimana:

BAPA, yang adalah God for us, Adonai YHWH
ANAK, yang adalah God with us , Firman YHWH
ROHKudus, yang adalah God in us, Roh YHWH
(next)

Bandingkan dengan Tiga-Lembaga “Trias Politica” (Legislatif, Eksekutif, Yudikatif) yang membentuk hubungan dan sistim kedaulatan & eksistensi sebuah Negara Demokratis.

 

YHWH, BAPA, ANAK, ROH

  1. YHWH adalah Nama-Keluarga-Tri-Pribadi-Ilahi yang menyatu serempak. Sang ADA yang unik, kekal, kudus, dahsyat, transcendent, covenant, kasih tiada terjangkau.
  2. Dalam PL, kesatuan ketiga PribadiNya, Bapa-Anak-Roh-Kudus, selalu saling berinteraksi dan berperan serempak. Saling “melekat” dalam keesaan YHWH, baik kedalam diriNya dengan saling berfirman, saling mengasihi, dan memuliakan sesama-Nya, ataupun ber-aksi keluar sebagai kesatuan utuh keluargaTri-Unitas-Serempak”.
  3. Sebaliknya, PB kosong dari YHWH karena misiNya TIDAK diperankan oleh YHWH-Serempak, melainkan khusus oleh setiap Pribadi-Nya YHWH (non-serempak) SEJAK  Sang Anak/Firman diinkarnasikan kedalam dunia dengan kebersamaan RohKudus.
  4. Ini menjelaskan bahwa nama YHWH hanya bisa muncul serempak dari Tri-Unitas YHWH di PL, dan tidak muncul di PB sejalan dengan inkarnasi Sang Anak (bukan manifestasi) yang terutus keluar dari “keluarga Tri-Unitas-YHWH”.
    (bandingkan dengan Yoh.8:42).

4a. Di dunia PB, masing-masing pribadi YHWH — Bapa-Anak-Roh-Kudus — berbicara secara pribadi. Itu sebabnya Yesus pribadi tidak bisa menyebut diriNya atau diri RohKudus sebagai YHWH. Begitu pula Dia tetap harus memanggil diri BapaNya tanpa nama, kecuali “Abba”. Begitu pula sebaliknya, Pribadi Bapa sendiri hanya bisa berseru memanggil Yesus sebagai “Anak” (tatkala Yesus dibaptis dll), bukan YHWH, sekalipun event disitu sedang dihadiri oleh Bapa dan Anak dan RohKudus sekaligus!

  1. Ini dipertegas dengan kenyataan bahwa masing-masing dari ketiga Pribadi Ilahi (ROH yang kekal) ini tidak/belum punya nama pribadi samasekali, melainkan hanya nama Ilahi umum, yaitu Bapa, Anak, RohKudus. Nama Pribadi God hanya dipunyai oleh YHWH dalam “keluarga-pribadi-Elohim”.

5a. Umat Tuhan kelak di Sorga justru akan menyaksikan nama pribadi baru dari Sang Anak, juga nama Bapa (Why 3:12).

  1. Itu pula sebabnya masing-masing Bapa, Anak dan RohKudus tidak sekalipun saling menukarkan atau sendiri-sendiri menyamakan sebutan diri-Nya sebagai YHWH. Nama YHWH hanya ada di Keluarga Tri-Unitas-Serempak-YHWH, dimana Yesus adalah Firman YHWH, bukan YHWH!
  2. Begitu pula kita menyaksikan konfirmasi Yesus (dalam Luk 4:18-19 vs Yes 61:1-2.) tentang misiNya dengan tidak menyebut diriNya sebagai YHWH, yang mana turut membuktikan bahwa Ia setia dengan cukup tidak menyandangkan nama YHWH (dalam pesan nubuatan Yesaya di PL) kepada pribadi Roh Kudus ataupun kepada diriNya sendiri sebagai Yesus.

MAKA JELASLAH bahwa kehadiran YHWH yang melekat kepada ketiga pribadi Bapa-Anak-RohKudus itu tidak pernah hilang sosok dan namaNya, baik di PL, PB, atau dimanapun!

Yang disayangkan justru apa yang dianggap terhilang itu, kini hendak dihadirkan kembali oleh kaum Yahweist Unitarian dengan cara menyangkal Tuhan kita yang Trinitas. Yaitu dengan mengenakan sebentuk sinkretisme antagonistis terhadap nama YHWH yang diharuskan ada di PL dan PB. Maka “YAHWEH Yudaisme” (yang menolak Yesus sebagai Mesias) telah dicampur-adukkan dengan YAHWEH-1-Pribadi (yang mengadopsi Yesus Mesias) yang dianggap bermanifestasi kedalam Bapa, Anak, RohKudus!

 

MULIAKANLAH MISTERI YAHWEH

Sungguh kita sebagai sesama anak Tuhan tidak perlu ngotot berspekulasi, apalagi saling salah menyalahi dan debat mati-matian tentang keberadaan nama YHWH yang dianggap terhilang bersama dengan hilangnya authograf PB-Ibrani. Tak ada milik Tuhan kita yang hilang! Lebih tepat kita berkata bahwa fenomena misterius itu memang diizinkan terjadi oleh Tuhan kita – sesuai dengan ayat-ayatNya – agar hal tesebut dapat menjadi porsi rahasia adikodrati bagi KEMULIAAN YHWH sendiri.

BUKANKAH NAMA(KU) ITU AJAIB”?
(Hak 13:18).

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi YAHWEH, Elohim kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya” (Ul.29:29).

Dapatkah engkau memahami hakekat Elohim, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit-apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati -apa yang dapat kauketahui? (Ayub 11:7-8).

Kemuliaan Elohim ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu” (Amsal 25:2).

Tidak ada yang hilang! Nama Kudus dan Dahsyat itu tetap ada dan terjamin dalam ketritunggalannya YHWH, sebuah nama Keluarga Ilahiah Bapa-Anak-RohKudus Serempak. Nama yang justru bertahta eminent paling tinggi diatas apapun…

Tuhan berdiri diatas sejarah; dan apa yang diucapkan Tertullianus dengan istilah  Holy Trinityuntuk pertama kalinya diabad ketiga, kini telah menjadi mantera dan kutuk bagi kawan dan lawan diseluruh dunia, gereja maupun diluar gereja. Perbantahan dan permusuhan terus berjalan sampai detik ini! Satu dan lain alasannya karena istilah tersebut telah membentengi penyusupan & pemlintiran ajaran-ajaran bidat dari dan terhadap the true God Alkitab, namun dipihak lain justru dianggap telah menyesatkan karena menteorikan rumusan matematika bagi the only monotheistic God yang bernama YHWH. Apalagi istilah tersebut dianggap abal-abalan dari para-setan karena tidak berasal dari keaslian Alkitab


TETAPI, sejarah Tuhan tak pernah salah, cuma berusaha dikacaukan oleh dunia yang mau mencari jalan sejarahnya sendiri. Ternyata Nama Sorga yang ramai diperbantahkan orang itu justru
bertenggeragung-transcendental diatas nama-dunia yang diributkan dengan istilah Holy-Trinity itulah! Nama Pribadi God kita yang asali dan kekal adalah YHWH, Tuhan Tri-Unitas Serempak!

‘Tritunggal’ terbatas diilustrasikan oleh daun ini:

 

TRI-UNITAS- SEREMPAK (Tri-Unity Unison)

BAPA = ADONAI YHWH
ANAK = FIRMAN YHWH
ROHKUDUS = ROH YHWH.

YHWH = Nama-Kesatuan Serempak Tiga Pribadi  Ilahi

(Nama ‘Keluarga’, ‘Induk’)
dari Pribadi Tuhan Tri-Unitas!

 

TRI-UNITAS SEREMPAK

Tampak bahwa ada DUA nama Sorgawi yang bersifat sangat pribadi yang akan diproklamirkan nanti disamping nama Yerusalem baru. Yaitu bagi Yesus (nama panggilan sementara di dunia dengan pelbagai lafal yang tidak seragam), dan nama khusus untuk Sang Bapa yang selama ini cuma disebutkan dalam nama umum saja sebagai “Bapa”.  Itulah yang akan kelak menjadi nama-pribadi yang kekal bersama nama YHWH YANG SUDAH ASALI & KEKAL.

 

AKHIR KATA: MISTERI YHWH UNTUK AKSEPTASI UMAT, BUKAN UNTUK PERBANTAHAN

  • Betapapun pun misterinya nama & keberadaan YHWH, kita tetap teguh beriman berpegang kepada apa adanya wahyu YHWH sendiri. Apa yang sudah dinyatakan, itulah porsi yang perlu & cukup (necessary & sufficient) untuk umatNya disegala zaman. Tak perlu dan tak boleh kita cari tambahan kutu busuk-kutu busuk lainnya atas nama “pengetahuan” (1Tim.6:20). Bukankah YHWH sudah berkata tentang REALITAS keberadaan-Nya yang selalu akan menjadi bagian misteri yang tersembunyi bagi kita? (Hak 13:18, Ul.29:29). Jadi seharusnyalah kita sebagai anakNya merendahkan hati bertelut dibawah kakiNya, untuk taat menerima bahkan memuliakan MISTERI nama YHWH yang super ajaib itu, dan bukan apriori menolaknya dengan alasan-alasan pribadi.
  • Kita tahu dari PL betapa YHWH itu teramat serius menuntut (dengan hukuman nyata kepada pelanggarnya!) penghormatan dan ketaatan total dari umat milikNya sendiri. Ini tak lain akibat dari status YHWH yang sah sebagai Pencipta kita, terhadap mahklukNya yang sudah tervonis-mati sejak kejatuhan Adam dalam dosa pertamanya. Apalagi mengingat nama tambahan khusus bagi YHWH adalah Pencemburuan (Kel.34:14), yaitu satu nama yang mempunyai kandungan sangat posesif, official, dan highly solemn dan karenanya akan berperkara serius dengan setiap umat-milik-kepunyaanNya yang sembarangan melecehi dan membangkang. Maka tidak heran kenapa kita sampai diingatkan oleh Dia sendiri untuk sungguh-sungguh menjaga keagungan namaNya dan tidak secara pasaran memperlakukan diri-Nya:

“Jangan menyebut nama YHWH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YHWH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan” (Kel.20:7).

  • Sayangnya, kita secara tanpa sadar sudah sembarangan dan malah menajiskan nama ini ribuan kali, baik dengan cara menyembunyikan/ menggantikan nama hebat ini, maupun terlebih-lebih mengngotori-Nya dalam banyak debat & yel-yel emosional kita yang egoistik, angkuh, penuh marah “demi membela” nama-Nya. Padahal kita sudah terjebak dalam obsesi membela ego diri dengan membawa-bawa nama YHWH secara murahan! Kita sudah memuaskan nafsu-diri untuk menyalahkan pihak lawan. Akankah YHWH memandang Anda correct dan tak-bersalah dalam berurusan dengan NamaNya? Inilah PLAN-A yang tadinya Dia pantas untuk menghukum kita!
  • Namun beruntunglah bahwa YHWH – dalam KasihNya yang tidak terpahami – sudah mempersiapkan PLAN-B, yaitu SALVATION-PLAN yang habis-habisan dirancang-Nya untuk penyelamatan kita semua melalui pengorbanan darah Sang Anak, demi penebusan dosa umatNya. Dan Alkitab mencatat bahwa penyelamatan besar ini diperankan oleh Tuhan Tri-Unitas-Serempak dalam nama YHWH Echad:

Ya YHWH, Engkau sendiri Bapa kami; namaMu ialah Penebus kami sejak dahulu kala(Yes.63:16).

Itu sebabnya misi penyelamatan selalu harus membawa “nama-marga” YHWH, yaitu YESHUA (Yesus) yang menyandang nama YHWHPenyelamat (Mat.1:21). Nama YHWH sesungguhnya tak pernah absen dari kancah PB. Sang Anak (Yesus) telah keluar dan datang dari YHWH (Yoh.8:42) sebagai  Ikon Salvation YHWH dalam ketritunggalan IlahiNya bersama Bapa dan RohKudus. Namun sekali lagi, kebersamaan ini bukan SAMA identik.

 

TERAKHIR, perlukah kita memanggil nama YHWH di-era PB ini? Dan apa lafal panggilanNya? YAHWEH? YEHOVAH? YEHWAH? … dll ?

Maaf, saya tidak tertarik untuk sok ikut-ikutan mengungkapkan apa yang TUHAN “sengaja” me-misteri-kan property-Nya sendiri. Kita cukup  percaya bahwa apapun yang kita lafalkan dari bibir kita untuk mensuarakan abjadnya, tetap tidak akan sama persis sounding dan intonasinya seperti yang YHWH (atau Musa) ucapkan sendiri dari mulut dan bibirNya. Begitu pula sebaliknya, abjad atau aksara manapun tak akan mampu 100% menuliskan suara. Keduanya dalam dimensi yang berbeda.

Kita ingin menyerukan disini, marilah kita bersama-sama merendahkan hati bertelut dibawah kakiNya, untuk memohon pengampunan dari satu sosok Tuhan yang HIDUP, pencipta kita yang bernama YHWH yang sudah kita sembarangi dalam banyak hal, sengaja atau tidak sengaja. Kita harus serius takut kepadaNya: Permulaan hikmat adalah takut akan YHWH”.

Dia yang ADA – yang  bertahta kekal diatas ketritunggalan Tri-Unitas-Serempak – dengan kemaha-sucian yang tidak pernah bersalah, namun yang namaNya telah dilecehkan sebagian seolah jimat-keselamatan, dan sebagian lain diserukan secara  obralan pasaran tanpa menjaga solemnitas lagi. Atau sebaliknya nama tesebut dijadikan alergi oleh kaum orthodoks karena pernah jengkel terhadap kefanatikan kaum Yahweist, atau merasa bahwa nama itu toh boleh dipinggirkan, dihilangkan, tak perlu dipanggil, apalagi disakralkan kekal dizaman PB ini…

  • Namun secara common sense yang lurus dan primitif saja, ketika kita sadar bahwa nama ini adalah benar nama Ilahiah otentik yang Kudus-Sakral dan Agung-Unik dan Kuasa-Dahsyat dan Kekal-Ada-Tak Berubah, maka sungguh  tak ada pilihan bagi kita kecuali harus, tersungkur dibawah kakiNya!
  • Dan bukan itu saja yang Tuhan tuntut. Nama tersebut justru harus dikekalkan, diperkenalkan dan diproklamirkan kepada bangsa-bangsa dalam penginjilan. Kenapa? Ya, karena nama tersebut super ajaib-unik tanpa bandingan, dan penuh otoritas dan kuasa. Dia adalah Tuhan supremacist, dan satu-satunya nama Tuhan yang kekal yang tidak datang dari sebutan dunia, melainkan datang dari mulutNya sendiri untuk dunia. Semua nama ilah lain yang ada hanyalah sebutan pemberian manusia dunia. Inilah hal yang harus kita sharingkan dg sepenuh bangga dan sukacita!
  • “…supaya mereka tahu, bahwa namaKu YAHWEH” (Yer.16:21)
    “Bersyukurlah kepada YAHWEH, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!”
    (1Tawarikh 16:8-9)

Lihatlah kepada gembong Antikris di PL, siapa lagi selain Firaun? Musa diperintahkan oleh YHWH untuk menghadap Firaun. Untuk apa? Bukan saja agar mendapatkan izin Firaun bagi umat Tuhan beribadah dipadang gurun, melainkan sekaligus untuk memperkenalkan nama YHWH yang dahsyat yang tadinya samasekali asing bagi Firaun, sekalian untuk menundukkannya,

Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: “Beginilah firman YHWH, Elohim Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun.” Tetapi Firaun berkata: “Siapakah YHWH itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku YHWH itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.” (Kel.5:1-2).

Jadi nama ini perlu di-share-kan kepada bangsa-bangsa, dan tidak boleh “disembunyikan” seolah-olah Dia tidak ada atau sudah tergantikan. Sebab kepada siapakah yang YHWH Elohim sudah perintahkan dan memberi otoritas untuk penggantian namaNya yang kudus dan kekal itu? (Kel.3:15). TIDAK ADA!

  • Namun, bagaimana dengan ejaan panggilan untuk YHWH? Apakah YAHWEH, YEHOVAH, YEHWAH, YEHOWIH, dll…? Dalam hal yang belum pasti di Alkitab, tentu kita bisa memilih secara berhikmat berdasarkan pilihan mayoritas para sarjana dan teolog ahli dikalangan hamba-hamba Tuhan yang kudus. Itulah YAHWEH. Dalam hal anda masih bergumul dengan lafal-pilihan yang paling mantap, ya silahkan anda pelajari dan meditasi sendiri lebih jauh lalu kembali pilihlah berdasarkan hikmatNya yang Tuhan sudah berikan terhadap penilaian-penilaian tanda Zaman (Luk 12: 54-57). Ini sepanjang pelafalan dengan tidak melenceng dari akar kata-asli-Nya YHWH.
  • Dalam doa, silahkan pilih & serukan nama panggilan dalam nama pribadi-Ilahi YHWH yang mana saja dengan penuh solemnitas. Silahkan panggil ya YHWH (YAHWEH, YEHOVAH…), ya Bapa, ya Yesus, atau ya Roh Kudus, Kaitkan dengan preferensi spirit, persepsi, mood, emosi, aura, dan feeling Anda yang murni rohani. Suasana hati dan keadaan batin Andalah yang menuntun Anda untuk memilih dan memanggil nama PribadiNya yang paling intim dan nyaman bagi Anda. Dan Dia yang SATU dalam pluralitasnya Tuhan Elohim YHWH akan SAMA mendengar & melawat Anda…
  • Silahkan panggil ya YHWH (YAHWEH, YEHOVAH…), ya Bapa, ya Yesus, atau ya Roh Kudus, bahkan dengan panggilan BAPA YHWH (YAHWEH, YEHOVAH…), asal tidak beranggapan bahwa hanya Pribadi Sang Bapa sajalah-lah yang bernama YAHWEH.

Ingat, Yesus hanya memanggil-Nya Bapa, bukan BAPA YHWH…  

“we TRUST that much disagreement
about
YHWH finds itself resolved
at the cross, if only we will kneel rather than mock”.

 

TRI-UNITAS-SEREMPAK
LUKAS 10:21

“Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata:
“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu
(jati diri Anak & Bapa) Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,
tetapi Engkau nyatakan kpd orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu…”

 

YA, “TRI-UNITAS-SEREMPAK” Hanya Terbuka Bagi “Orang Kecil” Yang Mau Merendahkan Ego Dirinya Dan Siap Mendengar Hikmat Tuhan Yang Lebih Tinggi.

 

Matius 13:9-12

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”  … “Kepadamu diberi karunia untuk
mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Karena siapa yang mempunyai, kepada-nya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya”…

 

THANK YOU

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *