Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 2)

Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 2)

Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 2)

Oleh: M. Torsina

 

MASALAH-2: MANIFESTASI vs. INKARNASI

Tuhan itu roh. Tidak akan tampak atau terasa oleh pancaindra manusia bilamana tidak diperlihatkan dalam unsur-unsur fisikal.
MANIFESTASI ROH TUHAN
adalah tindak merubah wujud diri-Nya sekejab demi untuk penampakan sementara bagi manusia, menurut keperluan & waktu Tuhan, agar dapat berinteraksi dengan makhluk-Nya. Alkitab mencatat 3 jenis manifestasi:

  1. Theofani Tuhan muncul dalam rupa nyala api dalam semak-semak (kasus Musa). Tiang api, tiang awan, atau Roh Kudus rupa seperti merpati atau lidah api, atau cahaya langit dan suara roh Yesus kepada Saulus ketika ke Damsyik,  dll.
  2. Manifestasi Malaikat muncul seperti ‘dirinya’ atau ‘manusia’, tetapi Paulus tetap mengibaratkan semua ini sebagai “gambaran dalam cermin”, yaitu suatu viualisasi yang samar-samar, bukan “muka dengan muka” (1Kor 13:12).
  3. Manifestasi Roh Jahat, yang merasuki & menguasai diri terhadap korban yang sudah ada, atau menampakkan diri dalam bentuk lain.
  • PERTAMA-TAMA, YAHWEH itu transcendental. Buah manifestasi-fisikal dihadapan manusia itu bukanlah PRIBADI-YAHWEH ansich (entitas Godhead yang substansif), melainkan penampakan fisik

KEHADIRANNYA. Dalam segala macam wujud yang hadir fisikal itu, seperti nyala-api, lidah-api, cahaya, suara dll, semuanya adalah penyataan audio-visual kehadiran diri God lewat karya Roh Kudus (lihat Kej.1:2; Mzm 104:30; Yes.34:16). Dan wujud theofani itu sesungguhnya tidak ada (tidak exist) sebelum diadakan oleh PengadaNya, yaitu Godhead substansif itu sendiri. Apapun dan siapapun yang dimanifestasikan oleh Sang-1-Pribadi-mutlak itu bukanlah Godhead, dan tidak kekal sejak semula. Jadi bagaimana 1-YAHWEH “melahirkan” rangkap 2 atau 3 YAHWEH lainnya?

  • Sebagai akibatnya, tatkala satu entitas sudah selesai masanya dimanifestasikan, maka dia akan “menghilang & lenyap” kembali kepada Asal-Aslinya, dan tak ada footprint apapun sebagai saksi peninggalannya ditempat penampakan. Hidupnya sesingkat yang entitas tersebut diperlukan God, bukan dari kekal ke kekal. Konsekwensinya serius bagi Yesus! Sebab andaikata Dia benar adalah wujud manifestasi dari 1 Pribadi YAHWEH, maka Yesus jelas bukan YAHWEH, karena baru diwujudkan & exist diabad kesatu dan selesai tatkala balik-ujud-asali di sorga.
  • Padahal, Alkitab memperlihatkan bahwa pemunculan God di era Perjanjian Lama adalah praktis semua perwujudan manifestatif YAHWEH kepada manusia. Namun begitu kita memasuki era Perjanjian Baru, kita bukan lagi diperlihatkan sekedar manifestasiNya, tetapi keseluruhan inkarnasi God menjadi manusia!

YA, INKARNASI YESUS adalah total konsep yang berlainan sama-sekali. Ini adalah penjelmaan Tuhan kedalam dunia. Alkitab merujuk kuat kepada  Yoh.1:14 dan Kol.2:9, dimana Firman/Anak Elohim bukan hanya menyandang wujud-visual-fisikal yang exist dan ditampakkan ketika itu. Pribadi yang sudah ada sejak kekal justru diutus sepenuh-penuh keilahianNya dengan melewati proses Word become flesh – seutuh dagingNya dan bertumbuh hikmatNya (Luk.2:52), dan berdiam di-tengah-tengah kita!

Kelak sesudah masa inkarnasi tergenapi, Diapun “hilang tak tampak”, namun tidak tanpa bekas seperti halnya dengan manifestasi. Ia justru perlu meninggalkan DarahNya sebagai Saksi yang absah tentang ke-Anak-anNya (lihat  1Yoh.5:7-8), dan akan datang kembali kelak dalam WUJUD-BARUNYA, dan dengan mendapatkan juga NAMA BARUNYA (Wahyu 3:12)…

Secara perspektif rohani – bukan sekedar otak-atik ayat-ayat dan huruf-huruf — pengutusan inkarnatif Yesus itu (demi penyelamatan lewat pengorbanan Diri) sudah dengan sendirinya harus menyangkut satu Pribadi-ilahi utuh (Godhead, Kol.2:9) yang wajib dikorbankan, dan bukan berupa buah manifestatif yang Non-Godhead, yang pasti tidak layak menjadi (mahar) korban penebusan.

  • Kita juga tahu bahwa Yesus ini bukan hasil manifestasi, semata-mata karena Dia tidak lenyap kembali ke sorga sebagai asal-Nya (yaitu sebagai Firman, re Yoh.1:1), melainkan sebagai Sang ANAK yang mendapatkan Tahta-Nya sendiri disamping Tahta BAPA (Wahyu 3:12, 14:1, 22:1). Atau di ayat yang lain dikatakan duduk di sebelah kanan Bapa (1Pet.3:22 dll). Yaitu sejak Anak ini telah membayar lunas mahar “DARAH” (Kolose 2:14: surat hutang) yang Dia tinggalkan SEBAGAI SAKSI atas inkarnasi Pribadi-Nya di bumi (1Yoh:5:8) (Lihat Masalah-6 dan 9).
  • Yesus juga berkata paralel mewanti-wantikan posisi-kekekalan diri-pribadiNya yang saling inklusif SESAMA GOD bersama Bapa: “…supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa (Yoh.10 :38)

Disini tampaklah bahwa baik Bapa maupun Anak adalah pribadi-pribadi dalam Godhead yang saling inklusif, bukan hanya Bapa yang Godhead berada dalam Anak yang non-Godhead.

  • KINI, sebagai konsekwensi logis dari apa yang di-kaidahkan pihak Unitarian bahwa YAHWEH-lah yang memanifestasikan Yesus, maka mereka tidak bisa tidak harus mengakui bahwa Godhead-lah yang berada didalam Yesus, dan tidak sebaliknya > Ini suatu kesimpulan yang melawan Alkitab!

 

MASALAH-3: RELASI

  • Berulang kali Tuhan Alkitab menyebut & memperagakan kesatuan relasional-Nya dalam tiga-pribadi yang berbeda. Sebutan ‘Kami”, ‘Bapa’ dan ‘Anak’ itu sendiri sudah bermakna relasional-pribadi-pribadi yang saling menyatu secara rohani.

Tuhan kita berelasi-intim sesama 3-pribadinya, namun dalam satu hakekat Ilahi. Ini nyata-nyata ditampakkan buktinya tatkala Dia saling berfirman, saling mengasihi, dan memuliakan sesamaNya. Namun interaksi-intern ini pasti mubazir bila DIA mutlak 1 sosok pribadi yang sama. Sebab untuk siapa dan mengapa Dia perlu berfirman dengan Dia sendiri yang satu dan sama? Begitu pula sama mubazirnya kata-kata penghubung “dan”, “bersama-sama” yang selalu konsisten diletakkan Yesus diantara Bapa dan diriNya (Anak).

  • Elohim itu berhakekat personal & relasional, Covenant God yang Maha Pengasih yang memberi janji-janji yang mengikat, sangat kental berpribadi. Karena itulah Dia menciptakan manusia menurut rupa & gambaranNya, mahkluk yang juga berhakekat personal & relasional, khususnya dua pribadi suami-istri yang Dia sebut sebagai “satu-daging”. Lihat juga betapa Yesus mengikatkan janji kehadiranNya ke-tengah-tengah persekutuan 2 atau 3 orang didalam namaNya (Mat 18:20).
  • Ini memperjelas GAMBAR & RUPA keberadaan Tuhan Tri-unitas yang sama dalam 1-Nature (Ousia) dengan 3-Persons (Hipostasis) yang berbeda namun saling berelasi sempurna.

Ibaratnya “trinitas”nya satu Bangsa yang dilekatkan dalam relasi tiga unsur kebangsaan (Bapa—Anak—dan Spirit Bangsa yang mempersatukan bangsa).

 

RELASI ANTAR-PRIBADI?

Sebaliknya per definisi, YAHWEH-1 Pribadi pasti tidak  bisa ber-relasional dengan siapapun – misalnya saling ber-firman, mengasihi, memuliakan – sebelum ada ciptaanNya. Jika demikian maka Dia mirip seperti Allah Tawhid, bukan Elohim Echad. Dia bisu dan kesepian sendirian (loner) tanpa bisa berinteraksi & mengasihi. Aktifitas-aktifitas relasional ini baru dapat muncul bilamana mahkluk-makhlukNya sudah Dia ciptakan. Jadi pertanyaan besarnya, apa kerja YAHWEH sendirian dari awal kekekalan hingga sesaat sebelum penciptaan? Dan apakah dikala awal itu sudah ada (atau sudah perlu ada) menghadirkan Anak & Roh Kudus (dan Bapa?) sebagai manifestasi YAHWEH sendiri? Sebab jikalau keduanya (atau ketiganya) dianggap sebagai “buah manifestasi” untuk keperluan berinteraksi dengan manusia (yang belum exist), maka logisnya keduanya (atau ketiganya) tidak/belum ada, selain YAHWEH!

Dan sesudah penciptaan – mirip seperti kritik Muslim yang Allah Swt Tawhid – apabila ada Anak (Allah) yang berdoa kepada Bapa (Allah) – maka hakekat doaNya hanyalah sebuah resounding-kosong YAHWEH kepada YAHWEH yang lone-wolf” yang sama saja. Karena yang dialamatkan itu ada dalam 1 pribadi-1 hakekat yang sama Dia lagi – Dia lagi. Tambah kosong lagi, karena Ia yang Mahatahu itu pasti tidak akan berurusan dengan doa, karena Ia sudah lebih tahu, mahatahu akan doa diriNya sendiri sebelumnya! Alangkah kompleksnya kalau sosok dan nama YAHWEH dibawa berputar-putar dalam lone-wolf-Nya…

 

Aku YAHWEH, Engkau Juga YAHWEH?

  • Andaikata benar doktrin Oneness bahwa Bapa = Anak = RohKudus = YAHWEH, maka –karena pentingnya – salah satu-ujud-manifestasiNya pasti akan ber-kata: “Akulah YAHWEH”. Tetapi itu tidak pernah muncul di Alkitab! Bahkan siapapun Tuhannya di PB – Bapa, Anak, Roh Kudus – tidak akan ada yang bisa mengklaimnya karena memang diseluruh PB, tidak ada muncul kata atau panggilan “YAHWEH”.
  • Oleh kaum Oneness, kekosongan nama YAHWEH di PB selalu dilemparkan pendalilannya kepada kesalahan bapak-bapak Gereja serta penterjemahan Yunani dari Alkitab versi Ibrani yang dianggap PASTI ada mencantumkan nama tersebut. Pasti? Pasti dari manusia atau Elohim? Pasti kok melawan fakta 2000 tahun?
  • Kita tidak pantas secara sembarangan memastikan apa yang belum pasti tentang Tuhan, apalagi Nama tersebut tak terwujud dalam pewahyuan salinan asli PB (autograf) manapun hingga kini. Bahkan sekalipun nama tersebut ada termuncul, namun bagaimanakah (menurut alur Oneness) bahwa Bapanya dari YAHWEH (Anak) bisa sama pula dengan YAHWEH yang sama?
  • Dan apabila YAHWEH bermanifestasi dalam 3 wujud/rangkap: Bapa= Anak= RohKudus, yang masing-masing sama dengan YAHWEH pula, maka setiap YAHWEH yang ada juga akan bermanifest 3 rangkap berjenjang pula, yang mana akan menjadikan YAHWEH berantai 3, 3, 3 dst…??
  • Dan bukankah ayat Ibrani 1:9 akan terbaca sangat aneh sbb,
    “… sebab itu YAHWEH, YAHWEH-Mu (YAHWEH) telah mengurapi YAHWEH dengan minyak…”

 

MASALAH-4: ROH TUHAN DI SORGA

Dalam dunia ini, YAHWEH yang Roh itu memang harus ber-manifestasi untuk memperlihatkan sosok diriNya (secara fisik) kepada manusia yang bukan roh. Namun terhadap mahkluk-makhluk roh di Sorga, tentu manifestasi semacam ini  tidak diperlukan oleh Dia ketika berada di Sorga dengan ujud asli-Nya (“muka dengan muka”, istilah di 1Kor 13:12) yang  1-Pribadi itu. Namun faktanya tidak begitu. Di sorga, PribadiNya yang jamak tetap hadir dalam bentuk (Aku) dan (Engkau) atau (Dia). Tidak hilang!

(A) PENGLIHATAN DAUD (DALAM ALAM ROH)

Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhMu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Elohim telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kis 2:34-36)

(B) PENGLIHATAN STEFANUS

Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Elohim dan Yesus (Roh) berdiri di sebelah kanan Elohim (Roh) (Kis 7:55).

  • Disini Anak yang (selalu duduk) disamping kanan Bapa jadi beranjak-berdiri, demi memberikan “standing ovation”. Apakah dua Roh disitu adalah hasil manifestasi dari satu Roh YAHWEH?

(C) PENGLIHATAN  YOHANES

“Keselamatan bagi Elohim kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak(Wahyu 7:10)  > Bandingkan juga dengan duet dua pribadi Ilahi dibumi, “Kami akan datang kepadanya dan make Our home with them” (Yoh 14:23).

(D) PENGLIHATAN YOHANES (more):

  • “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebgaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya”.
  • “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Elohim dan takhta Anak Domba (Why 3:21,  22:1)
  • …dan padanya akan Kutuliskan nama Elohim-Ku, nama kota Elohim-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Elohim-Ku, dan nama-Ku yang baru.
    Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat”. (Wahyu 3:12, juga 14:1)
  • Tampak di alam roh, ada 3-Pribadi yang sadar dan yang berbeda, bersama dengan dua-nama baruNya masing-masing, dan dilengkapi dengan dua-Tahta yang berbeda pula. Semuanya untuk masa kekekalan, bukan sekedar hasil manifestasi-diri sesaat YAHWEH.

(E) PENGAKUAN YESUS SENDIRI:

 Dan lihatlah, betapa Yesus memahami pribadiNya yang Roh (tatkala berada di sorga) dengan kehendak awalNya yang tidak mesti identik dengan kehendak Bapa, saat akan diutus turun dari sorga: Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melaku-kan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. (Yoh.6:38).

 

MASALAH-5: NON-SUBSTITUSI

Ada banyak sekali ayat-ayat Alkitab yang dapat ditampilkan untuk menampik ajaran “Tuhan-1-hakekat-1-pribadi” yang sama itu. Pribadi berbeda mudah tampak pada hal-hal yang tidak bisa dipergantikan tempatnya antar sesama pribadi.

  • Bisakah para Oneness berdoa hanya kepada atau atas-nama Roh Kudus? (yang juga YAHWEH).
  • Bisakah membaptis orang percaya dalam nama urutan secara acak atau terbalik?
  • Anak juga bisa dipanggil ‘Bapa’, tapi tidak bisa sebaliknya. (Yes 9:5)
  • Bapa mengutus Anak mengutus RK (tidak sebaliknya), re:Yoh.8:18, 15:26
  • Bapa meninggikan Anak (Fil.2:9-11) dan membangkitkan Yesus (Gal 1:1). (tidak sebaliknya).
  • Anak & RK keluar dari Bapa (tidak sebaliknya). 8:42, 15:26.
  • Anak minta kepada Bapa, lalu datang Penolong yang lain” (Yoh 14:16) bukan penolong yang sama!
  • Anak pernah mati, menyerahkan nyawaNya kepada Bapa-Nya (Luk 23:46). Kapan Bapa mati dan serahkan nyawaNya?
  • Anak duduk disebelah kanan Bapa (tidak sebaliknya). Mat 26:64; Mzm 110:1
  • Anak ada di pangkuan Bapa (tidak sebaliknya). Yoh 1:18
  • Bapa & RK mengurapi Anak (tidak sebaliknya). 10:38
  • Anak berdoa kepada Bapa, tidak kepada RK (dan juga tidak sebaliknya). 17:1.
  • Anak & RK punya Bapa; adakah Bapa punya BAPA? Jikalau salah satunya tidak sama kepemilikannya, maka “SAMA”?

MASALAH-6: KESAKSIAN

  • Ini merupakan satu sanggahan yang terang benderang terhadap theologi -Oneness yang terlalu sering diturunkan dari asumsi dan deduksi-deduksi ayat yang tidak lurus, tidak sah, karena tak ada konfirmasi & saksi yang memadai. padahal sudah dikatakan oleh Yesus secara lurus bahwa,

Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.(Yoh 8:16-18). (my other witness is the Father, who sent me –NIV).

  • Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku(Yoh 15:26).
  • Sebab ada 3 yang memberi kesaksian dibumi: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu (1Yoh.5:8). Lihat bahwa DARAH inkarnatif Yesus, dan Roh dan Air (lambang baptisan dengan suara approval sang Bapa dari langit) telah menjadi lambang SAKSI-3-Pihak yang SAH dibumi tentang keilahian sang Anak yang diutus Bapa.

Karena kesaksian Anak selalu meliputi kesaksian dari 2-3 sosok pribadi-Tuhan yang bersatu absah (tak boleh hanya satu pribadi), maka FirmanNya selalu SAH! Sebaliknya, kesaksian unitarian satu-pribadi YAHWEH saja tidak akan sah menurut Taurat YAHWEH sendiri.
Dan jikalau Dia sendiri yang bermanifestasi, maka Dia –seperti yang sudah dijelaskan—juga tidak akan bisa mencurahkan darah untuk dijadikan saksi extra. TELAK!

 

MASALAH-7: KETERGANTUNGAN

Hanya ‘Pribadi’ yang bisa berelasi. ‘Hakekat’ tidak bisa. Begitu pula hanya “Pribadi’ yang bisa mengasihi. Dan tindak saling-mengasihi itu hanya bisa ada bila terdapat DUA atau LEBIH pribadi yang saling menjadi subyek dan obyek kasih! Nah, justru Elohim kita itu KASIH adanya, dan Bapa dan Anak sebagai pribadi-pribadi yang saling mengasihi sebelum dunia diciptakan (Yoh 17:24)! Artinya:

(1) Hanya pribadi relasional (bukan hakekat), yang bisa mengasihi.  Dan

(2) Pribadi-pribadi Ilahi yang relasional ini sudah eksis sebelum ada ciptaan, bukan sejak Anak termanifestasi di abad kesatu.

Namun siapakah yang bisa YAHWEH kasihi sebelum pen-ciptaan, bilamana Dia sendiri adalah YAHWEH 1-Pribadi-1 Hakekat mutlak seperti Allah Tawhid?

Karena sifat mahakasih, maka Dia akan menderita maha-kesepian dalam kasihNya yang sendirian, karena Dia tidak punya “obyek-kasih” untuk penyaluran kasih. YAHWEH ini amat “tertekan” terobsesi untuk harus menciptakan obyek kasih-Nya > Hidup-Nya tergantung kepada ciptaanNya

BERLAINAN DENGAN ALLAH TAWHID,
TUHAN TRI-UNITAS ITU SELALU SELF-SUFFICIENT
dengan ketiga Pribadi yang sesama inklusif.

SUFFICIENT DALAM SALING BERKOMUNIKASI
(‘Marilah Kita…’ Kej.1:26; 3:22; Juga berdoa)

DALAM SALING MENGASIHI (Yoh 17:24)
DALAM SALING MEMULIAKAN (Yoh 17:5)

 

MASALAH-8: ‘ELI-ELI LAMA SABAKHTANI’

  • Inilah ucapan yang membuka mata, karena teriakan Yesus disalib itu sekaligus menunjukkan Diri-Nya sedang ditinggalkan oleh Keilahian (dengan seluruh kepenuhanNya) yang tadi-nya berdiam didalam tubuh jasmaniNya (Kol.2:9), yaitu ketika mana diriNya memikul dosa dunia!
  • Jikalau Yesus hasil manifestasi dari YAHWEH atau Bapa, maka yang akan diteriakkan Yesus pastilah YAHWEH atau Bapa yang sedang meninggalkan penyataan/pewujudan diri-Nya sendiri. Namun faktanya Yesus menyerukan “Eli” (ElohimKu) dan bukan “Bapa-Ku”, apalagi YAHWEH. Itu sungguh menunjukkan Ia bukan ditinggalkan oleh Bapa yang sebaliknya justru menerima nyawaNya dan yang membangkitkanNya kelak (Luk.23:46, Gal.1:1). Yesus melainkan ditinggalkan oleh KeilahianNya yang  mahakudus yang harus dipisahkan dari dosa yang dipikulNya.
  • Jikalau Bapa Sang Pengutus “mengutus” Anak (Firman)-Nya secara manifestatif, maka tidak mungkin tidak Ia harus kembali persis ke titik asal-Nya yang FIRMAN itu (Yoh.1:1), tanpa meninggalkan sesuatu apapun, tidak juga DARAH (flesh sejati) yang tercurah! Tetapi kenyataannya tidaklah demikian: Dia meninggalkan darahNya sebagai SAKSI (1Yoh 5:8), dan sang Anak tidak persis balik ke Firman, tetapi mendapatkan SonshipNya dalam pangkuan Bapa (Yoh.1:18; Luk23:46) atau diayat lain duduk disebelah kanan Bapa, 1Pet.3:22 dll).
  • Bila yang meninggalkan Yesus adalah YAHWEH Unitarian ‘1 Hakekat 1-Pribadi, maka seruan “Eli, Eli, lama sabakhtani” tidak bisa tidak hanyalah berarti 1-YAHWEH meninggalkan 1-YAHWEH yang sama, suatu hal yang absurd akibat dari ulah manusia sendiri yg mengenakanNya keluar dari jalur Alkitab!

 

MASALAH-9: KEABSAHAN SOTERIOLOGI

YAHWEH UNITARIAN MENYELAMATKAN?

  • INKARNASI Sang Anak menghadirkan keseluruhan pribadi-ilahi-Nya kedalam keberadaan manusia, ”The Word became flesh and made His dwelling among us, sebuah hypostatic union yang menyatu, demi layak untuk menjadi korban penebusan lewat darah kematianNya. Hanya sosok inkarnasi ini, dan bukan manifestasi God, yang layak untuk korban penebusan. Ini karena buah manifestasi (penyerupaan) dari God-1-Pribadi bukanlah pribadi Godhead yang substansif (lihat Masalah-2) sehingga non-Godhead yang dikorbankan itu pasti tidak layak/cukup nilai maharnya untuk korban penebusan seluruh dosa (Kol 2:14).
  • Tambahan lagi, manifestasi itu sendiri mensyaratkan WAKTU pengadaan God sejak manifest-Nya diperlukan untuk berinteraksi dengan manusia diabad ke-1. Yang mana berarti Yesus itu belum exist sebelum exist-nya Maria, dan ini menjadikan daya-tebus darahnya “rancu dan tekor” untuk menebus keseluruhan dosa para nenek-moyang sejak Adam sebelum Maria. Padahal Firman/Anak yang DI-INKARNASI itulah pribadi-Ilahi (yang selalu kekal exist bersama Bapa), dan karenanya cukup memenuhi pelunasan tunai untuk penebusan segala dosa disegala zaman!
  • Apalagi by definition wujud manifestasi YAHWEH yang “1-Hakekat-1-Pribadi Mutlak” mustahil bisa mati YAHWEH-nya, atau meninggalkan curahan darahNya sebagai Saksi (1Yoh.5:8). Sebaliknya, inkarnasi yang berasal dari pribadi ilahi sepenuh menjadi pribadi insani sepenuh itu justru telah mencucurkan dan meninggalkan tetesan darahNya yang mutlak diperlukan untuk penyelamatan umat lewat penebusan Darah Anak Domba.
  • Tambah extra lagi bahwa God yang hanya satu Pribadi-absolut pada dasarnya bukanlah God relasional. Maka Ia tidak dapat membawa kita sebagai Mempelai intim kepada diri-Nya. Hanya Son of God sajalah –sebagai pribadi Godhead yang kedua-– yang dapat menjadi Perantara & Penebus kita lewat darah-Nya. Dan darah ini adalah salah satu Saksi-spiritual yang melekat tentang sang Anak (1Yoh.5:8,9).
    God yang hanya 1-Pribadi tanpa pluralitas memang dapat menjadi Hakim kita, tetapi tidak bisa mati (dengan cucuran darah) untuk jadi Juru-selamat Penebus kita
    ”.
    (Bandingkan dengan pernyataan A.H. Strong; 1907: 350).
  • Dengan kata lain, ‘Yesus’ (yang Yahweh) hasil dari manifestasi Yahweh, hanyalah ‘Yesus’ yang ada sejak Dia dimanifestasikan! Dia bukan persis Yesus Penebus sebagaimana yang disampaikan dalam Alkitab, melainkan Cuma seorang YESUS YANG LAIN, dengan ROH YANG LAIN, dalam ajaran INJIL YANG LAIN:

“Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima” (2Kor.11:4).

  • Kini kita tersadar kenapa Tuhan Yesus begitu sengit mendamprat “umat Kristen” yang walau sudah melayani pekerjaan Tuhan segiat-giatnya dan dengan nyaring menyerukan namaNya, namun Yesus serentak menolak mereka dengan sengitnya: “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (read Mat. 7:21-23). Ini menandai bahwa nama yang diserukan mereka adalah nama yang lain!

Kesimpulan Soteriologis

YAHWEH TIDAK MESTI MENYELAMATKAN

Sungguh mengerikan ajaran yang kebablasan,  disaat Yahweh yang diseru-serukan itu justru merupakan SINKRETISME antara Yahweh orang Yahudi (yang 1 Pribadi tanpa Yesus) DAN Yahweh Kristiani yang Tritunggal dengan Yesus sebagai Pribadi Penyelamat, Sang Mesias).

Yahweh tidak menyelamatkan ketika Dia diserukan yang bukan diriNya! Ketika dikatakan Bapa = Anak = Roh Kudus = Yahweh, tanpa bisa menunjukkan ayatnya. Bahkan sekalipun dicocok-cocokkan ayatnya.

Yahweh tidak menyelamatkan ketika Yesus, Roh Kudus (dan Bapa?) diimani sebagai hasil MANIFESTASI dari Yahweh (atau Bapa?). Karena buah manifestasi (bukan inkarnasi) itu hanyalah ADA tatkala dia TURUT diwujudkan dari 1 Pribadi Substansif (Yahweh) agar bisa ditampakkan kepada manusia, dan berinteraksi dengan nya. Dia tidak eksis memenuhi syarat “Sebelum Abraham ada, I AM”.

Yahweh tidak menyelamatkan tatkala Yesus-Manifestatif (yang tidak eksis sebelum dimanifestasikan) itu dikaryakan dalam rancangan penyelamatan universal umat manusia, sebab nilai MAHAR DARAHNYA tidak akan memadai untuk menebus seluruh dosa manusia, khususnya nenek moyang kita sebelum Yesus-Manifestatif ini ada.

MAHAR-NYA RANCU & TEKOR! SURAT HUTANG YANG TIDAK TUNTAS TERTEBUS (Kol 2:14)

Yahweh tidak menyelamatkan ketika dalam 1-Hakekat-1 Pribadi-dikesendirian-mutlak-Nya, dimana Ia memanifestasikan “Yesus” yang sama seperti Yahweh lagi, AGAR “Yahweh” inilah yang bisa dimatikan sebagai korban penebusan? Mati macam apakah yang dapat terjadi pada Yahweh yang “1hakekat-1-pribadi-mutlak” itu? Mati total 1 diri sosokNya, atau mati-bayanganNya? Atau mati sulap-sulapan?

Yahweh tidak akan memasukkan kita ke dalam Kerajaan Sorga (Mat.7:21) ketika kita mengimani dan menyerukan “Tuhan-Tuhan” (atau “Yahweh-Yahweh”) dan sekalipun sudah melayani”Nya” sebaik-baiknya, bahkan sudah mengusir setan dan bermukjizat dan bernubuat DEMI 3X atas nama tersebut, JIKALAU YAHWEH yang diserukan adalah YAHWEH SINKRETIS! (2Kor.11:4)

 

MASALAH-10: YAHWEH ABSEN di PB

Sampailah akhirnya kita kepada isu-besar sepanjang zaman Alkitab:

KENAPA YAHWEH hanya ada di PL dan tidak sekalipun ada di PB? Kemana menghilangnya 6823 x sebutan nama tersebut di PB? Apakah benar bahwa Authograf PB versi Ibrani (yang ‘dipastikan’ ada nama YAHWEH) pasti ada eksis dulunya, yang kini terhilang? Apakah benar PB versi Yunani ini bukan hasil pewahyuan Roh Kudus gara-gara tak ada YAHWEH? Atau pasti kalah otoritas ketimbang versi Ibrani yang diharapkan lebih asli dan lebih tua?

Tetapi Ancient Hebrew New Testament yang paling tua (1300 M) yang ada  saat ini hanyalah hasil TERJEMAHAN dari versi Yunani juga (seperti yang diterjemahkan Du Tillet, Munster, Shem Tob). Apapun yang diotak-atik tentang Alkitab, kita hanya dipuaskan oleh apa yang ada saat ini. Kanon PB sudah tertutup tanpa teks YAHWEH!

  • Tidakkah mungkin bahwa Tuhan sendirilah yang memang tidak mengingini hadirnya Autograf PB Ibrani karena alasan-alasanNya sendiri? (mis. untuk mengeraskan hati “Firaun Yahudi” hingga waktunya, atau untuk mencegah pemberhalaan terhadap autograf tsb dll. Re: Loh Taurat, Tabut, Bait Suci Elohim yang juga diizinkan termusnah)? Apakah prasangka dan tuduhan “terhilang-lenyapnya” Firman-Asli Tuhan sejak 2000 tahun yang lalu bisa diterima akal-sehat?
  • Tidakkah itu persis seperti tuduhan Muslim bahwa Injil-Isa yang asli itu sudah hilang, yang berakhir dengan setengah hati memahkotakan Injil-Barnabas sebagai Injil-Islami asali dari Allah swt?
  • Marilah kita berani berkata lurus bahwa Tuhan kita tidak akan membiarkan umatNya tersesat dengan FirmanNya yang terhilang ribuan tahun oleh para setan ataupun bapak-bapak gereja! Tak ada sejarah ketuhanan dan nasib KitabNya yang demikian konyolnya! Yang ada hanyalah dua fakta keras: (1). Bahwa pesanNya dalam PB Yunani tetap sebagai anugerahNya yang otentik, hasil dari pengilhaman Tuhan yang benar dan berotoritas!


Dan (2). Sesungguh-sungguhnya TAK ADA YANG HILANG!

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Mat.5:18).
“…memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu” (Markus 16:8). “padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya (Wahyu 14:6)

Apalagi nama kekal YAHWEH!
Bukankah Injil memuat dua nama sorgawi yang berkaitan langsung dengan sosok YAHWEH? Ialah ‘YESUS’ dan ‘I AM’.
YESUS – dari transliterasi Yahushua/Yehoshua, Yeshua yang bermakna YAHWEH PENYELAMAT– adalah nama khusus yang disampaikan malaikat sorga yang menandai peran-inkarnatif-Nya sebagai Pribadi Penyelamat dari YAHWEH (kesatuan Echad dalam YAHWEH).

  • Dan Yesus juga menyebutkan keberadaan diriNya sebagai I AM yang terambil dari Kitab Keluaran, dimaksudkan sebagai nama YAHWEH (Kel. 3:14; Yoh 8:58).
    Sayang oleh kalangan Yahweist yang kebablasan, ayat-ayat itu dijadikan bukti bahwa Yesus adalah YAHWEH sendiri. Kembali Unitarian terlalu gampang mengabaikan konteks waktunya bahwa nama I AM tersebut diucapkan pada waktu Yesus sedang  berargumentasi panas dengan orang-orang Yahudi mengenai umur-Nya yang belum mencapai 50 tahun. Dan karena itu Yesus lalu menegaskan “usia” diriNya yang kekal itu – sebagai pribadi Sang Anak – bahwa Before Abraham was, I AM”. Yang mana tepat dimaknai bahwa sejak dahulu kala Dia telah ada-bersama dalam YAHWEH, dan bukan mengidentikkan diriNya dan namaNya sama dengan YAHWEH tunggal sendiri!

Ingat pula bahwa Nama YHWH itu asali dan kekal, sementara nama “Yesus” itu tidak kekal, namun yang akan diabadikan kelak di sorga dengan nama baru bersama dengan nama Bapa (Wahyu 3:12). Apalagi kedua Pribadi ini juga bertahta atas dua singgasana yang berbeda: Tahta Elohim, dan tahta Anak Domba (Wahyu 22:3).

AKHIRNYA,  andaikata pun PB Ibrani memang ada dan tetap tersembunyi, itu adalah porsi bagian bagi YAHWEH, dan bukan porsi untuk kita (Ul.29:29), untuk meributkannya, apalagi memprotesnya. Disinilah satu contoh saat, dimana kita harus menyangkal diri kita dan tidak memaksakan Tuhan diletakkan ke bawah otak dan kehendak kita… Dan dengan begitulah bermilyar manusia sudah diberkati, mengenal dan diselamatkan menjadi anak Tuhan lewat PB Yunani yang ada (termasuk anda & saya, generasi ini dan sebelumnya.

  • Nama Sang Maha Sakral tersebut memang sungguh Ajaib/Misteri ilahiah, namun mustahil hilang. Karena nama YAHWEH itulah satu-satunya nama-pribadi yang ADA disebutkan di Alkitab, dan dinyatakan kekal selamanya (Kel.3:14-15, Mzm 135:13 dll). Tidak ada nama yang dikenakan kepada Bapa, Anak, dan Roh-Kudus. YAHWEH itulah nama yang mencakup Tuhan tritunggal kita sebagai “Nama Unik Keluarga” bagi Bapa-Anak-Roh kudus…
    (see Tri-Uni Serempak, next)
  • Juga YAHWEH itu kekal selamanya menurut namaNya sendiri yang berarti ADA, selalu ada! JIKALAU nama kekal YAHWEH itu bisa dipaksakan hilang hanya oleh ulah manusia najis, bukankah sosok YAHWEH Elohim kita juga akan turut terhilang semua (karena nama Tuhan didalam Alkitab selalu merujuk kepada sosok diriNya pula)? God Pencipta-kah Dia atau jadi-jadian belaka yang dicipta oleh manusia sekalian dengan namanya?

TIDAK! Tidak ada yang terhilang. Bila segala allah bangsa-bangsa adalah hampa (Mzm.96:5) alias kosong, tidak-ada dan tanpa substansi diri, maka justru YAHWEH satu-satunya God yang historis. Tidak ada versus Sang Ada! Firman dan suaraNya sudah didengar hidup-hidup oleh banyak nabi dan umatNya. Kasih dan KuasaNya sudah disaksikan kawan dan lawan. Dan Dia-lah satu-satunya God (dari semua ilah) yang menyebut dari mulutNya nama diriNya, yaitu YAHWEH! Sementara ilah-ilah lainnya tak ada yang bermulut, tak bersuara dan tak ada namanya, kecuali dia dinamakan sekenanya oleh pemuja-pemujanya…

  • Kita akan memperlihatkan sebentar lagi kenapa dan kemana larinya nama tersebut ibarat “hilang-tersembunyi” dari Kitab PB. Dan bahwa absennya YAHWEH dalam aksara PB samasekali tidak menghilangkan YAHWEH, sehingga kita tidak tersesat dengan men-teorikan pemastian (untuk keuntungan pihak-pihak seberang dan Islam) bahwa Alkitab kita tidak sah semata-mata karena tak ada kata YAHWEH! Amat bodohlah kita jadinya…

INTI KEKABURAN ARGUMEN ONENESS

  • Teologi Oneness YAHWEH pada dasarnya sudah dicemarkan oleh Sameness Keesaan, ketika para penganutnya tidak konklusif menyuguhkan keabsahan dalil-dalil ‘sameness’-nya secara memadai, karena over-mengandalkan asumsi dan mencocok-cocokkkan serta mengkait-kaitkan teka-teki ayat-ayat lepas yang tidak pernah tuntas karena tak ada satupun ayat yang real dan explisit yang mengkonfirmasikannya! Sedemikian sehingga mereka bahkan  berani menunjuk kepada ayat 1Yoh 5:7-8 yang bermasalah untuk pembuktian monoteisme absolute YAHWEHnya. Bagian Comma Johanneum yang mereka berani angkat  dari ayat tsb  justru dianggap oleh para ahli umumnya sebagai sangat kontroversial, dan hampir itu dipastikan sebagai tambahan teks yang tidak asli Alkitab. (a.l. https://www.gotquestions.org/Comma-Johanneum.html.)
  • Puji Tuhan bahwa dalam kontroversi keasliannya, konten ayat tersebut tetap bisa secara bersama kita setujui, sehingga Alkitab terhindar dari kontradiksi pesanNya. Namun konten tersebut tetap tidak membuktikan bahwa ketiga Oknum ilahi itu SAMA, kecuali lagi-lagi kembali membuktikan bahwa Ia SATU!
  • Maka dengan mudah doktrin Oneness bisa diperhadapkan langsung kepada 10 Masalah yang tak terselesaikan oleh mereka secara Alkitabiah. Antara lain yang kasat-mata: gagalnya dalam memperlihatkan dimanakah Bapa atau Yesus atau RohKudus pernah saling berkata kepada sesamanya, atau berkata kepada umatNya, Aku sama dengan Engkau (Dia). Atau salah satu pribadi Bapa/Anak/RohKudus pernah berkata: Aku adalah YAHWEH”.
  • Teologi Oneness melalaikan kata dan makna ‘DAN’ atau ‘BERSAMA’ diantara Bapa-Anak, dengan akibat langsung bahwa tak akan ada (non-exist) sifat relasional antar-pribadi antara kedua Oknum tersebut. Padahal sifat ini adalah melekat dalam diri Elohim!
  • Oneness tidak awas dan peka sehingga mencampur-adukan manifestasi terhadap inkarnasi, dengan akibat bahwa Yesus tidak exist sebelum manifestasi, dan secara spiritual tidak ada “Saksi Darah” (1Yoh 5:8) bagi Anak Inkarnatif. Pendalilan manifestasi dengan rujukan 1Tim 3:16 justru menjebak diri, karena kata “manifestasi” yang dimaksudkan Paulus disini adalah justru inkarnasi dengan pembenaran dari Roh dan malaikat-malaikat. Ingat bahwa manifestasi termasuk inkarnasi, tetapi tidak sebaliknya.
  • Pada prinsipnya, praktis semua ayat yang diajukan oleh Oneness-Unitarian untuk pendalilan mereka tentang kesamaan antara Bapa-Anak, sesungguhnya dipenuhi pula oleh Trinitarian tentang kesatuan IlahiNya (dalam perbedaan pribadi Bapa-Anak). Namun kalangan Oneness mengabaikan kenyataan ini, padahal perbedaan-pribadinya jauh lebih nyata/lurus/valid ketimbang kesamaannya yang dibawakan dalam  tafsiran paksaan yang berputar-putar. Sebaliknya, pendalilan Trinitarian tidak bisa berlaku bagi Oneness.
  • Baik Oneness Unitarian, maupun Trinitas Orthodox tidak mampu menjelaskan kenapa PB terkosong dari nama YAHWEH. Untuk itu Oneness menyalahan semua pihak, termasuk bapak-bapak Gereja (dianggap biang penggagas Trinitas yang tak ada di Alkitab), dan LAI dll. lembaga penterjemahan Alkitab yang dianggap menghilangkan kata YAHWEH.
  • Sayangnya mereka tidak sama konsekwen untuk juga menyalahkan Yudaisme [yang sudah terlanjur diagung-agungkan Kitab-Tanakh-Ibraninya karena ada kata YAHWEH dan ECHAD]; padahal disitu tidak ada konsep dan teks tentang kehadiran sosok Yesus Mesias yang berasal dari manifestasi YAHWEH. Apalagi darahNya sebagai darah korban penghapus dosa yang sekaligus menggantikan ritual pembakaran korban anak domba!
  • Lebih dari itu, konsep “ONENESS” yang pernah dianut oleh Modalisme/Sabelianisme dulu, kini juga turut dianut oleh kaum Yahweist “YAHWEH-1-Pribadi” yang serentak membangun semacam sinkretisme dengan cara menggabungkan Tuhan orang Yahudi di PL (yang tanpa Anak/Yesus) kepada “YAHWEH-ANAK” di PB (Yeshua Hamashiakh) yang mereka anggap sebagai hasil manifestasi dari YAHWEH (atau Bapa YAHWEH).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *