Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 1)

Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 1)

Siapakah Itu YAHWEH – Satu Pribadi Atau Trinitas Tiga Pribadi Dalam Kesatuan Ilahi (Bagian 1)

Dimana Posisi-Nya Dalam Keilahian Oneness-Unitas Ataupun Dalam Trinitas?

(YAHWEH Diantara Bapa, Anak, RohKudus?)

Kenapa Nama-Suci & Kekal Ini Terhilang dari Kitab Perjanjian Baru?

Oleh M. Torsina

  • Hanya beberapa bulan berselang sebelum Natal Desember ini saya baru menyadari bahwa ada banyak gereja dan teman-teman sesama Hamba Tuhan yang diam-diam menyebarkan satu paham ketuhanan YAHWEH yang sangat berbeda dengan apa yang dianut oleh mayoritas Kristen selama ini. Mereka menyebutnya KEESAAN YAHWEH, Monoteisme YAHWEH, atau istilah-istilah lain yang sejenis dengan doktrin Unitarian yang sangat Anti Trinitas (Tri-Unitas) konvensional.
  • Saya katakan diam-diam karena dipermukaan, para pemimpin mereka pada awalnya hanya menampilkan posisinya sebagai penyembah YAHWEH demi untuk pengembalian nama kudus itu kedalam Alkitab dan penyembahanNya. Namun belum terbuka dalam menyaksikan doktrin kepercayaan barunya yang bersifat Unitarian yang menentang azaz Tuhan-Tritunggal. Hal itulah yang tidak diketahui atau disadari oleh banyak jemaat Indonesia sebelum mereka pindah dan masuk ke gereja KEESAAN YAHWEH yang unitarian tersebut.
  • Paham unitarian ONENESS ini berprinsip bahwa hanya ada MUTLAK-1-Tuhan, yang namaNya YAHWEH, dengan 1 Hakekat dan 1 Pribadi mutlak (bukan 3 Pribadi berbeda dalam 1 Hakekat Ilahi), yang bermanifestasi dalam Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, yang adalah SATU yang SAMA, yaitu sama-sama YAHWEH itu sendiri. Namun ada pula yang meyakini lain, yaitu bahwa hanya Bapa yang disebut YAHWEH, sedangkan Yesus (Yeshua) dan Roh Kudus (Ruakh Haqodesh) adalah ujud manifestasi ke dunia (penyataan, bukan inkarnasi) yang diutus oleh Bapa.
  • Muncul pertanyaan yang layak untuk gereja-gereja Oneness (yang masih berbeda sesamanya tentang identitas Bapa), apakah Bapa itu terikut atau tidak terikut dalam ujud manifestasi?
  • Apakah hanya entitas BAPA itu yang YAHWEH Sejati yang substansif — the only true existence of the Godhead—sedangkan keberadaan Anak & Roh Kudus diluar Godhead?
  • Seiring dengan itu juga diintroduksikan banyak doktrin baru seperti pembatalan pembabtisan lama, tata ibadah, penetapan hari-hari perayaan agama yang cenderung menolak perayaan Natal, serta aturan-aturan baru yang banyak berorientasi balik kepada agama Yahudi.
  • Aliran baru ini tumbuh populer tersamar dalam perjuangan besar mereka untuk mengembalikan nama diri YAHWEH yang tidak boleh diganti dengan nama sebutan lain semisal TUHAN atau ALLAH (seperti terjemahan Alkitab LAI). Dan banyak pengikutnya telah ikut masuk kedalam pelbagai gereja mereka, karena menyangka benar bahwa YAHWEH-lah nama diri dari Tuhan yang benar, bukan selainnya.
  • Sejujurnya, nama kudus dan kekal ini memang tidak boleh dan tidak perlu diganti dengan nama lain (sehingga mendatangkan kontroversi). Sebab SIAPAKAH (Musa? Daud? Yesus? Paulus? dll) yang sudah pernah memberi otoritas ilahiah kepada siapa sehingga Nama pribadiNya yang asli dan dahsyat tersebut jadi terganti diseluruh Perjanjian Lama, bahkan ‘terhilang’ diseluruh Perjanjian Baru?
  • Jadi pembicaraan kita disini bukan mau mengangkat isu tentang nama Tuhan, melainkan isu keberadaan Tuhan yang menolak Trinitas!
  • Perlu diketahui bahwa paham/doktrin KEESAAN YAHWEH yang unitarian ini bukanlah aslinya timbul dari khasanah Indonesia modern saat ini. Model aliran Keesaan Yahweh sudah dianut diluar negri, dengan pelbagai nama aliran “kekristenan” yang cenderung tidak ada pembakuan doktrin (kecuali Tuhan satu Pribadi saja yang ber-manifestasi-3), semisal Oneness Pentecostalism, Oneness Doctrine, Jesus Only, The Apostle’s Doctrine dan lain lain.
  • Disini kami menyodorkan 10 MASALAH untuk direnungkan oleh semua anak Tuhan, khususnya para penganut doktrin Yahweh-Oneness (Keesaan-Yahweh) yang meyakini bahwa Tuhan itu bukan Tri-Unitas, melainkan Unitas-Mutlak: Satu Roh – Satu Hakekat – Satu Pribadi.
  • Juga untuk direnungkan pihak Trinitarian orthodox akan salah satu isu super misterius disepanjang abad sejarah Alktab kita selama ini, yaitu:
    KENAPA nama YAHWEH tercantum begitu royal di PL hingga 6823 kali, namun sekaligus “lenyap” samasekali dalam PB? Kenapa dan bagaimana menghilangnya nama suci dan kekal itu. Masihkah Alkitab itu bisa dipercayai?
  • Puji Tuhan bahwa kita kini justru bisa menyaksikan pemikiran-orisinal yang dapat memberi jawaban atas isu besar ini, yaitu dengan meng-’harmonisasi’-kan gagasan unitarian terhadap trinitarian di segmen-segmen akhir paparan ini. Biarlah roh kebenaran dan perdamaian boleh masuk dalam hati kita yang sedia merendahkan diri dihadapan Nama Yang Dahsyat ini!
  • Presentasi atas isu besar ini akan kami sajikan dalam ringkasan ala power-point slide per slide

Billy Graham:

“Ketika saya pertamakali mulai belajar Alkitab bertahun-tahun yang lalu, doktrin Trinitas adalah salah satu masalah paling pelik yang harus saya hadapi. Saya tak pernah sepenuh-nya dapat menjawabnya, karena hal itu mengandung sebuah aspek misteri. Meskipun hingga hari ini saya belum memahaminya secara total, saya menerimanya sebagai sebuah wahyu Tuhan

NB: Dengan pernyataan ini Bapak Rohani Billy Graham sudah menggugah kita untuk super hati-hati terhadap apa yang porsinya Wahyu dan apa yang bukan wahyu tentang keberadaan Tuhan yang Trinitas.

 

TUHAN TRINITAS
Sebuah Misteri

  • Pertama-tama Billy Graham menunjuk kepada dimensi misterinya azaz Trinitas dari keberadaan Tuhan.
  • Untuk itu kita bisa menunjuk juga bahwa didunia nyata sekeliling kita memang terdapat banyak hal-hal misterius yang HARUS kita percaya tanpa bisa memahami atau melihatnya misalnya listrik, angin, waktu, gelombang radio…dst…

Bahkan banyak orang sudah percaya pula kepada hantu walau hal tersebut  tidak pernah dipahaminya?!

  • Jadi adakah manusia (yang terbatas) yang mampu memahami & menjabarkan Tuhan (yang tanpa batas) dalam otak & bahasa dunia yang ada…?

 “If I could understand God, I would be God”.

 

TUHAN TRINITAS
Sebuah Wahyu

  • Berbicara tentang Tuhan, Billy Graham juga berbicara tegas tentang keharusan ketaatan diri untuk pasrah akan wahyu. Dan kitapun memang hanya mau percaya menurut apa yang sudah Tuhan wahyukan saja tentang diriNya. Itu adalah sikap axiomatis kita. Sola Scriptura
  • Kita tidak mengada-ada, tapi strict-faithful bahwa semua sumber lain daripada wahyu tidak dianggap valid untuk berbicara tentang hakekat & pribadi Tuhan!
  • God doesn’t fit our definitions.We are to conform to His definition (Tuhan tidak cocok dengan definisi-definisi yang kita buatkan bagiNya. Sebaliknya, kitalah yang harus berpatokan kepada definisi yang Dia WAHYUKAN kepada kita tentang diriNya sendiri).

 

TUHAN TRINITAS
Satu Yang Jamak

Tuhan mengistilahkan keesaan diriNya sebagai ECHAD (satu yang plural) bukan YACHEED (satu yang absolut). Istilah ‘Kita’, ‘Kami’, ‘Elohim’ juga dipakai oleh Tuhan sendiri untuk merujukkan diri-Nya yang Echad, yaitu: kesatuan relasional dalam kejamakan (Kej 1:26; 3:22; 11:6-7; Ul 6:4, Yes 6:8, Yoh 17, 14:23); “Berfirmanlah Yahweh Elohim: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita…” (Kej. 3:22). Jelas bahwa Echad ini bukan bermakna “jamak” dalam arti “Dia ada dimana-mana”. Itu sifat Maha-Ada, bukan sifat Echad! Jelas Dia juga bukanlah Tuhan-mutlak-1-Pribadi yang mirip dengan Allah swt yang Tawhid yang non-plural.

Dalam dunia bahasa kita pun ada istilah-istilah yang kita punyai yang merujuk kepada singular yang plural. Misalnya: Satu-Suara, Sehati- Sepikiran, Seia-Sekata, dan Serumpun. Maka jelas bahwa Pluralitas tidak serta merta meniadakan Monoteisme agama! Malahan ada analogi yang baik untuk mengilustrasi-kan Trinitas nya Tuhan kita, yaitu semisal kata SEBANGSA yang terdiri dari tritunggal Bapa Bangsa, Anak Bangsa & Roh kebangsaan sebagai (unsur pemersatu).

 

KEDAULATAN TRINITAS TUHAN ITU ABSOLUT

Siapakah Kita Yang Berbantah-bantahan?

Kebenaran & keberadaan Tuhan Trinitas ini bukan klaim atau rekaan manusia, melainkan ABSOLUT milik Dia & dari Dia,  diumumkan dan disampaikan/ dimanifestasikan oleh Dia dengan pelbagai cara kepada manusia:

  • Tuhan berbicara sesama diriNya sebagaiKita” dan Kami” baik di Perjanjian Lama (Kej. 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8) juga di PB (Yoh 17:11,21,22;14:23).
  • Ketiga ujud Trinitas dimunculkan bersamaan pada saat maklumat Gabriel atas kelahiran Yesus (Lukas 1:35).
  • Ketiga ujud Trinitas ditampakkan bersamaan secara demo terbuka oleh Tuhan sendiri tatkala Yesus dibaptis (Mat 3:13-17, Mark 1:10–11).
  • Yesus perintahkan pembaptisan dalam (satu) nama “Bapa dan Anak dan Roh Kudus” untuk ketiga oknum Ilahiah itu (Mat 28:19).
  • Yesus menjanjikan kepada murid-muridNya (Yoh14:16) bahwa Ia (Anak) akan meminta kepada Bapa untuk membaptiskan mereka dengan Roh Kudus (Kis 1:4-5), dan terjadilah itu secara dahsyat di hari Pentakosta (Kis 2).
  • Dan ketiga oknum itu memiliki hakekat ilahi yang sama sesamanya (mencipta, mahatahu, mahaada, kekal, kudus, pemberi hidup, disebut God).
  • Paulus: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Elohim, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian(2Kor 13:14)

VARIANT “KE-ESAAN TUHAN”

Mari kini kita berdiskusi/sharing tentang keberadaan God “Kekristenan”, antara God Trinitarian vs Unitarian, seperti dibawah ini:

  1. TRINITAS ORTHODOX (Trinitarian Konvensional)
  2. ONENESS/KEESAAN YAHWEH (Unitarian: Sabellian Modalisme-kontemporer)
    1 Hakekat-1 Pribadi dalam 3 (atau 2?)-Wujud Manifestasi
    Variant (a): YAHWEH mewujud “Bapa = Anak = RohKudus”
    Variant (b): Bapa (YAHWEH) mewujud “Anak, RohKudus”.
  3. TRI-UNITAS-SEREMPAK (TOTAL UNISON):
    Pemahaman yang mampu menjawab isu:

    Kenapa di PB tidak ada kata YAHWEH”?

Pada dasarnya pelbagai variant keberadaan Tuhan telah terjadi karena keterbatasan dan keterpolusian otak manusia untuk memahami siapa & bagaimana & kenapa Tuhan Yang ESA itu dapat mempunyai begitu banyak nama, sebutan dan sosokNya?

Lihat, semuanya ini Tuhan:

  • Ada Tuhan
  • Ada Elohim
  • Ada Bapa
  • Ada Anak
  • Ada Yesus
  • Ada Kristus
  • Ada Firman
  • Ada Roh-Kudus
  • Ada Roh Yesus
  • Ada YAHWEH … Roh YAHWEH … Malaikat YAHWEH

SIAPA DAN BAGAIMANA HUBUNGANNYA SETIAP NAMA/ SEBUTAN DAN PERAN SEMUA “OKNUM” INI SERTA KEKHASAN DARI SETIAPNYA ? TENTU KITA HARUS DENGAN RENDAH HATI MENGAKUI: “I DON’T KNOW MUCH”.

  • Disini Yesus telah menunjukkan kepada kita walau secara tak langsung akan bahaya Setan yang pintar bermain atas sebagian/sepotongan ayat-ayat Tuhan yang sah sedemikian anak-anakNya bisa “kalah berdebat” (tertipu) tatkala tidak cukup tahu akan potongan lainnya yang dapat melengkapi kebenarannya yang seutuhnya. Ataupun tertipu oleh pemelintiran kata-katanya yang menghanyutkan seperti kasus pada Hawa tatkala di taman Firdaus.
  • Dan justru kita diakhir zaman ini akan sering diserang secara science (knowledge, see 1Tim.6:20) dalam isu yang paling sulit bahkan misteri bagi manusia untuk memahaminya, yaitu isu WHO IS YAHWEH dan Bagaimana KeberadaanNya?
  • Kita akan mengangkat isu-isu tentang doktrin ONENESS, namun sebelumnya kita akan memperlihatkan sekilas chart ilustratif tentang Tuhan Trinitas (Tri-Unitas), yang sudah diketahui umat Kristiani secara luas, yang mana akan di elaborate lebih lanjut diakhir paparan.

ILUSTRASI TRINITAS ORTHODOX

TRINITAS KONVENSIONAL KONSILI GEREJA-GEREJA

KEESAAN YAHWEH (UNITARIAN)

Maaf, gambar dibawah ini bukan representasi resmi untuk ilustrasi YAHWEH-Oneness. Itu seharusnya datang dari otoritas ONENESS sendiri, namun kita belum menemukan pembakuan yang terbuka dari pihak Oneness.

Tampaknya itu masih gamang, terhalang oleh pelbagai macam doktrin Oneness  yang tidak/belum seragam tentang keberadaan Tuhannya yang begitu kompleks. Namun doktrin pokoknya adalah: ONE DEITY MANIFESTED IN MANY WAYS, TERMASUK BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS.

 

DAUR-ULANG SESEMBAHAN

Dari perspektif histori gereja, kita melihat adanya aliran “iman-lama” yang muncul pada abad ke 2-3, dan sesudah abad ke-4 aliran ini telah dianggap sebagai bidat Kristen. Namun kini aliran lama itulah yang di re-cycle baru oleh group kepercayaan orang-ORANG ‘modern’ jaman NOW, seperti halnya dengan aliran-aliran:

Paham KE-ESA-AN YAHWEH diIndonesia juga merupakan REVIVALING dari asal-usul paham Modalism/Sabelian yang aslinya mempercayai Satu-Mutlak Tuhan yang bermanifestasi dalam pelbagai wujud sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tetapi aliran revival ini berbeda paham antar sejumlah kalangan mereka sendiri, a.l. khususnya tentang isu manifestasi serta posisi sang Bapa (& Anak) yang sebenarnya.

Beberapa chart dibawah ini memperlihatkan posisi Bapa diantara yang “men-samakan” dan yang “tidak-men-samakan” terhadap Anak dan Roh Kudus. Gagasan tentang Tuhan Unitarian yang “1 hakekat 1 pribadi”-mutlak telah menciptakan masalah ketika Dia bermanifestasi keluar!

 

KEESAAN YAHWEH: 

Tri-Manifestasi

1 PRIBADI – 3 PEWUJUDAN

          PERTANYAAN-BESAR UNTUK ONENESS:

  • APA KETIGANYA ADALAH MANIFESTASI YAHWEH, dan masing-masing bisa disebut YAHWEH?
  • ATAU HANYA BAPA SAJA YANG YAHWEH, lalu Dia bermanifestasi dalam (atau kedalam?) diri Yesus dan RohKudus? Atau lainnya …??

 

YAHWEH Hanya Bapa:
YAHWEH-YESUS-ROHKUDUS

Inilah Akte Baptis Theologi Oneness dengan posisi YAHWEH yang ditempatkan mereka:
TAMPAK HANYA BAPA SAJA YANG YAHWEH, dan Anak & RohKudus hasil manifestasi Bapa.

Dilain pihak, ada Oneness kelompok  lain pula yang membaptis hanya dalam Nama YESUS saja.

10 MASALAH
KEESAAN YAHWEH
YANG MUTLAK
Teologi Oneness: 1 Roh, 1 Hakekat, 1 Pribadi.

Oleh M. Torsina 

MASALAH-1: “PRIBADI”

  • Istilah “Pribadi” sering dipahami kebanyakan orang sebagai tiap “sosok-pribadi-lepas pribadi”, yang dimaknai sebagai sosok fisikal & organis yang punya kesadaran akan dirinya dengan perasaan, akal, dan kehendak. Itu tak bisa disalahkan untuk merujuk kepada pribadi manusiawi yang terdiri dari tubuh, jiwa , dan roh. Namun ketika kita berbicara tentang “pribadi” bagi sosok Tuhan yang murni roh dan adi-kodrati itu, maka kita kekurangan istilah yang paling tepat.
    “Pribadi God” itu adalah essensi (hypostases) God dalam ciri-ciri-diri kepunyaanNya sendiri:
  • Dia adalah Pribadi Roh Ilahi”, Pusat Hidup yang exist dalam kekekalan, yang hidup self-conscious dan self-directing. Alkitab, khususnya PB, menyatakan Elohim kita ADA ber-ada dalam kesatuan (echad) hakekat Ilahi dalam 3 pribadi, yaitu Elohim Bapa, Anak (Firman), RohKudus. Ketiganya berbeda sesamanya dalam ciri-karakteristik pribadi dan cara operasinya, NAMUN SATUsehati-seia-sekata-sepikiran-seaksi-setujuan”, tidak action sendiri-sendiri atau berlawanan!
  • Kesatuan inklusif dari Pusat Hidup yang 3 Pribadi Ilahiah inilah yang disebut dengan istilah theologisnya “Tri-Unitas”, Tuhan Tritunggal: Satu-Hakekat (1-‘Apa’) dalam Tiga-Pribadi (3-‘Siapa’). Suatu keberadaan Ilahi yang tidak bermuatan kontradiksi-intrinsik apapun dalam diriNya.
  • Namun pihak Unitarian menolak ‘Tuhan Trinitas’ yang dianggapnya salah karena merupakan buatan bapak-bapak Gereja yang terjebak, terlalu usil, mengurusi KEBERAPAAN TUHAN ketimbang KEBAGAIMANAAN TUHAN, padahal “berapa Tuhan” itu sudah dianggapnya sangat gamblang dan final tak usah lagi diperdebatkan. Itu sudah amat jelas ECHAD-ESA, 1 Hakekat dan 1 Pribadi yang mutlak! Dan itulah YAHWEH mereka yang mutlak tunggal, seperti yang dipahami oleh Musa di Ulangan 3:14-15 dan para nabi lainnya. JADI, 3-Pribadi God yang berbeda itu dianggapnya sebagai 3-sosok yang mustahil Echad, melainkan pasti  non-monotheist belaka.

Sayangnya YAHWEH unitarian ini tidak berhasil menjelaskan kenapa YAHWEH yang tunggal 1 pribadi itu kok bisa, mau dan perlu-perlunya “bermanifestasi” dalam tiga wujud berbeda, tapi yang masing-masing wujud adalah sama dengan YAHWEH pula; suatu hal yang lebih-lebih tidak dipahami Musa! (baca “Manifestasi”).

  1. Tanyakanlah kepada kaum Unitarian kenapa YAHWEH-nya ECHAD tapi bisa bermanifestasi dalam Bapa, Anak, dan RohKudus? Mereka menjawabnya dengan merilis video bahwa YAHWEH itu Maha-kuasa, dan karenanya Ia sanggup bermanifestasi menjadi apa saja dan berapa saja. Tentu saja ini penjelasan simplisistik yang naif, dengan menyamakan sekenanya makna ‘sanggup’ (ability) dengan ‘mau dan perlu (will, dignity & purposive). Tuhan tentu bisa jadikan batu itu roti, tapi Ia tak pernah mau & tak perlu! Dijelaskannya lagi, bahwa YAHWEH Echad – satu yang jamak — itu tercermin dalam God yang satu, tapi pada waktu yang sama ada di USA, Tiongkok, dan Indonesia…. Absurd! Ini bukan penggambaran ECHAD sama-sekali, melainkan ilustrasi tntang sifat intrinsik YAHWEH yang selalu MAHA-ADA! OMNIPRESENT GOD, being everywhere at the same time!

PERTANYAAN MENDASAR:

BILA YAHWEH MUTLAK-1-PRIBADI, maka apakah perasaan, akal & kehendak Bapa dan Anak dan RohKudus itu sama atau bahkan identik sejak kekal ke kekal?

  • Bagaimana dengan beda kehendak diantara Anak & Bapa (Mat.26:39), tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
  • Dan bagaimana memahami Yoh.6:38,
    Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
  • Apalagi menyadari bahwa kehendak-diri YAHWEH kok bisa kejam terhadap sang ANAK dalam ucapan profetik Yesaya: Tetapi YAHWEH berkehendak meremukkan dia (Anak) dengan kesakitan(Yes.53:10).
  • Ditambah lagi dengan fakta bahwa YAHWEH (di PL) sering menghukum & membunuh musuh-musuhNya, namun Yesus (YAHWEH di PB) total mengharamkannya.
  • Jikalau 1 pribadi-mutlak, kenapa emosi Bapa & Anak boleh berbeda dalam tatanan Hukum Hujatan terhadap Rohkudus? (Mat.12:31). Jadi bagaimana batasan hukum hujatan terhadap Bapa dan Anak?
  • AWAS! Keesaan Elohim jangan dicampur-adukkan atau diplintirkan antara “SATU” (Echad-jamak) dan “Satu-Mutlak” (Yacheed). Lucu bahwa doktrin Oneness disatu pihak menganut YAHWEH-Echad (UL.6:4), namun dalam penjabaran gerejawi mereka men-‘teologikannya’ sebagai “Unitarian Yacheed” – yang kelewat Echad— sedemikian sehingga jadi YAHWEH-satu mutlak-1-Hakekat-1 Pribadi.
  • Jangan juga Oneness”(satu) disamakan dengan “Sameness” (sama). Hati-hatilah dengan penyesatan ‘SAMA’.
    Aku dan Bapa adalah satu(Yoh 10:30) > Ini tidak sama dengan “Anak dan Bapa adalah sama”, dan pasti bukanAku adalah Bapa”. Tak ada ayat yang samakan kedua oknum tersebut. Satu sosok ilahi (Aku) selalu dihubungkan dengan sosok lainnya (Dia atau Engkau) dalam kesatuan IlahiNya.
  • Kita juga tahu Elohim itu saling berbicara sesama diriNya dengan ucapan: “Kita”, “Kami”, yang merujuk kepada kesatuan pribadi-pribadi jamak sekalipun Dia tidak & belum bermani-festasi/inkarnasi ke dunia. Mungkinkah istilah tersebut diucapkan oleh Tuhan yang mutlak satu dalam kesendirianNya?
  • Secara analogis, entitas jamak dalam kesatuannya dapat dirasakan dalam istilah ‘Sehati, Seia-Sekata’ yang semua-nya SATU, tetapi TIDAK SAMA antar sub-sub-entitas yang “terhimpun” didalamNya!
  • Elohim selalu saling berelasi-intim dalam sesama pribadi Bapa dan Anak dan RohKudus. Sedangkan Pribadi YAHWEH yang mutlak satu (seperti Allah Tawhid) mustahil berelasisesama-diriNya”, karena tak ada sesama atau antar-pribadi disitu. (Lihat Masalah-3 tentang Relasi)

 

FALLACY “SAMA” ANTAR-PRIBADI-ILAHI

  • Modalisme sejak lahirnya sudah terkenal dengan fallacy argumentasi. Tidak heran kinipun aliran KEESAAN YAHWEH banyak memaksakan argumen-argumen deduktif yang bercirikan fallacy, khususnya penyederhanaan makna ‘Oneness’ yang disamakan dengan ‘Sameness’. Ibarat Ibu itu Orang, Istri itu Orang”, jadi IBU = sama dengan ISTRI. Atau lebih-lebih lagi, “Aku ini bapa”, maka “bapa itu pasti = aku”
  • Juga percampur-bauran makna SAMA antara panggilan “Bapa” (sebagai penghormatan Sosok-Tua, re Mal.1:6) dengan sosok pribadi-ilahi Sang Bapa (seperti dalam ayat di Yes.63:16, 64:8), atau di Yes 9:5 sehingga Yesus (ANAK) dianggap SAMA dengan BAPA.
  • Juga “nama Yesus” yang membawa “nama Bapa” (Yoh 5:43) otomatis dianggap sebagai SAMA Sosok, tanpa melihat dari sisi relasional bahwa nama itu bisa tepat dirujukkan kepada satu “Nama Keluargauntuk ketiga pribadi Ilahi (didalam kesatuan YAHWEH), dimana nama ‘MARGA’ akan otomatis diturunkan kepada Bapa dan Anak dan RohKudus.
  • Melihat Yesus = Melihat Bapa (Yoh14:9) dimutlakkan SAMA identik? Padahal disitu Yesus berbicara tentang peran diriNya sebagai Mediator Sejati, sebagai Sang Jalan kepada Bapa. Kesamaan Anak-Bapa ini justru didalam naturNya sebagai God, bukan sama dalam 1-pribadi-Nya yang mutlak. Image kedua-Nya saling conformed: Like Father, like Son. Not same.
  • Oleh Oneness, masalah YAHWEH yang rancu tidak terserasikan
    (1-Pribadi Mutlak vs. 3-Pribadi) praktis dicarikan dalil-nya kepada azaz “manifestasi-YAHWEH”, misalnya dalam kasus “Kalau 1 pribadi, kepada siapa lagi Yesus berdoa?”. Ini didalilkan kepada Yesus-insani (manifestasi YAHWEH) dianggap “wajar” berbicara (berdoa) kepada Yesus-Ilahi (Bapa YAHWEH). LHO, Wajar?

Bapa = God. Anak = God. RohKudus = God.
Jadi Bapa = Anak = RohKudus! SAMA-SEMUA? Wajar ?

  • Bila kita perhadapkan Yoh 10:30 dengan Kej 2:24 yang keduanya menyebut SATU yang sama, bukankah makna kesatuan tersebut mencakup 2 pribadi?
  • “Ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami!(Yes 64:8) dan
    Yes 9:5 => Disini, Bapa sebagai panggilan ab’ adalah ( = ) pemilik atau empunya sifat kebapakan. Ini bukan Godhead Sang BAPA seperti yang disangkakan.
  • Yoh 5:43 di-jagoi Oneness, Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas nama-nya sendiri, kamu akan menerima dia” => Padahal ayat 43(a) sangat jelas bahwa Yesus datang dalam otoritas BapaNya, bukan dalam kesamaan sosokNya.
  • Ayat ini justru menunjuk DUA nama, dan Yesus tidak datang atas  nama Nya sendiri > artinya nama “Yesus” itu bukan nama Bapa, jadi Yesus jelas bukan Bapa! Yang mana dikonfirmasi sangat jelas pula dalam Wahyu 3:12.
  • Yoh 17: 6,11,12, NamaMu yang Engkau berikan kepada Ku” => Disini diplintir menjadi “namamu = namaku” ?? Padahal ini secara lurus merujuk kepada penyandangan “Nama Keluarga” YAHWEH, kesatuan nama family tapi bukan sameness antar pribadi-pribadi.

Penyimpangan tersembunyi lainnya adalah mirip dengan men-cocok-cocok-kan dua statemen atau ayat yang ada kesamaan interseksinya seperti teks gambar diatas, sehingga disimpulkan seolah Yesus membatalkan ayat terdahulu, atau malah berkata dengan sebuah anjuran: “Cintailah alcohol”.

Contoh tipikal ada di Yoh 8:24, dipakai untuk membuktikan Yesus adalah Bapa itu sendiri

Yoh.8:24. Ini adalah salah satu ayat andalan Oneness untuk membuktikan bahwa Yesus = Bapa. Bahkan ini sering dipakai untuk mengintimidasi kaum Trinitarian yang menolak tafsirannya (dengan ancaman kematian, sesuai dengan ayatnya). Oneness mencoba mengkaitkan ayat 24 dengan loncatan ke ayat 27 agar bisa memunculkan kesimpulan bahwa “Akulah Dia, Sang Bapa”:

Karena itu tadi Aku (Yesus) berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Kemudian disusul dengan loncatan ke ayat-27: “Mereka (orang-orang Yahudi) tidak mengerti, bahwa Ia (Yesus) berbicara kepada mereka tentang Bapa”. Jadi terbukti Dia (ayat 24) = Bapa (ayat 27) adalah 1 pribadi.

  • Ini jelas tafsiran akrobatik yang menyesatkan, sebab keseluruhan konteks perikop tersebut adalah tentang Dia (Yesus) yang diutus oleh Bapa (ayat 18,26,29), yang adalah 2 pribadi, kini mau dipaksakan Oneness menjadi satu pribadi


(Dia =Bapa)
? Tidak heran bahwa Oneness sengaja melompatkan ayat ke-26 dimana Yesus berkata dalam konteksnya:

Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku (2 pribadi), adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya (2 pribadi), itu yang Kukatakan kepada dunia”.

  • Istilah “Akulah Dia” selalu dirujukkan Yesus langsung kepada diriNya sendiri (bukan diri lainnya): DIA YANG DIUTUS atau DIA-LAH MESIAS atau DIA yang turun dari sorga (ayat 28 ini, juga 4:26, 3:13). Jikalau Yesus mau merujukkan diriNya adalah Bapa, tentu Ia cukup berkata simple: “Akulah Bapa”.

Maka Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku” (Yoh 8:43).

 

BAGAIMANA BISA 1-PRIBADI-MUTLAK?

Marilah kita cermati ayat-ayat berikut ini yang sungguh sudah berbicara secara polos tentang tritunggal yg beda pribadi:

  • Bapa berseru dari SORGA, RohKudus turun dalam bentuk “MERPATI”, ketika Yesus ada DI BUMI (Mat 3:17).
  • Bapa & Anak sama2 mengutus Roh-Kudus kedalam dunia (Yoh 14:16, 15:26). Tapi jelas ini bukan manifestasi rangkap.
  • God yang mengutus Yesus, BUKAN atas kehendak Yesus sendiri (Yoh 8:42)
  • Roh Kudus adalah “seorang Penolong YANG LAIN”, yang tidak sama
    dengan Yesus (Yoh 14:16); dan Anak menjadi PENGANTARA dihadapan Bapa (1Yoh.2:1, Ibr 7:25).
  • Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yg diberikan-Nya tentang Aku adalah benar (Yoh 5:32)
  • Ia duduk selama-lamanya disebelah kanan Elohim(Ibr 10:12)
  • Masih banyak contoh-contoh ayat lainnya yang bisa disodorkan…
  • Tetap Satu Pribadi? Tapi pribadi YAHWEH di PL sering menghukum dan membunuh. “Moral & karakter” ini tidak dilakukan sekalipun oleh pribadi Yesus! Dan Yesus selalu sama tak berubah, dulu, kini, selamanya!

BISAKAH MENGUTUS PRIBADI SENDIRI?

BAPA YANG MENGUTUS YESUS (Yoh 8:42, 17:3 dll).

Apakah artinya? Bukankah secara lurus itu dimaknakan adanya dua pihak pribadi: Sang Pengutus & Yang Terutus, BAPA dan ANAK? Memang Bapa selalu bersama Anak yang Dia utus (Yoh.8:16), namun disitulah terlihat kembali bahwa “bersama” bukanlah “sama”! Dan pasti tak ada Diri-Pribadi yang perlu diutus bilamana Anak (= Bapa) itu semata terjadi karena penampakan manifestatif!

Jadi kenapa perlu-perlunya anda menafsirkannya berkelat-kelit memaksa Bapa-Anak (tanpa dukungan ayat) harus menjadi Satu Pribadi-Mutlak yang sama, dengan akibat fatal yang 2X nonsense:
(1). Bahwa Bapa mengutus
“Bapa, dan
(2). Bahwa Anak harus menjadi Bapa untuk diriNya sendiri!
Jadi untuk apa Yesus berkata:
“Percayalah kepada Elohim, percayalah juga kepada-Ku”? (Yoh.14:1). Semua redundant!

 

 Status Bapa-Anak Secara Lurus:

Bapa dipanggil Bapa karena Ia adalah Bapanya Anak. Anak dipanggil Anak karena Ia adalah Anaknya Bapa. Anak bukan Bapa! Anak memang bisa menjadi Bapanya orang lain namun Anak tidak dapat menjadi Bapa untuk diriNya sendiri.

Maka sebaiknya kita bertanya kepada Oneness sendiri,

APAKAH HAKEKAT PENGUTUSAN BAPA ITU : BUAH MANIFESTASI ATAUKAH INKARNASI?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *