Salvation – Keselamatan Kekal

Salvation – Keselamatan Kekal

Siapa yang memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita? Siapa saja yang bisa dianggap memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita dan membawa kita ke sorga?

Dari semua studi yang akan Anda lakukan, yang telah saya lakukan juga sebelumnya, dan telah saya teliti, tak seorangpun nabi, mulai dari jaman Adam hingga kini, yang pernah mengklaim mampu menyelamatkan kecuali Yesus Kristus seorang!

Dipetik dari presentation Dr. Georges Houssney


Menjelaskan sejelas-jelasnya bagaimana kita bisa  
memperoleh keselamatan yang paling penting dan utama yang kita butuhkan dalam hidup ini.

Saya ingin memulai dengan itu.

Menyangkut topik kita “Keselamatan”.

Berbicara tentang apakah topik ini?

Apa yang di maksudkannya?

 

Pada dasarnya, dalam pengertian Kristen, keselamatan adalah operasi penyelamatan.

Seseorang terjebak dalam kebakaran dan tidak dapat keluar.
Apa yang dapat mereka lakukan?

Mereka bisa menjerit, mereka bisa berteriak. Mereka pasti butuh pertolongan.

Mereka butuh seseorang dari luar untuk masuk dan menyelamatkan mereka dari api.

Sama halnya dengan orang yang sedang tenggelam dan tidak punya alat untuk menyelamatkan dirinya.

 

Anda tahu kisah Titanic seratus tahun yang lalu. 
Ratusan orang kehilangan nyawa mereka.

Meskipun beberapa dari mereka barangkali perenang yang handal, beberapa sangat cerdik, beberapa sangat pintar dan kaya, dan memiliki status tinggi. Namun saat mereka itu jatuh ke air laut, mereka tak bisa lakukan apa-apa, mereka mati. Hanya beberapa yang berhasil diselamatkan oleh penyelamat. ..

 

Sama halnya dengan tahanan. 

Jika Anda dipenjarakan dan Anda dikenakan denda jutaan dolar dan Anda tak mungkin membayarnya. Anda tidak bisa keluar kecuali seseorang menebus Anda.

Dan itulah arti keselamatan bagi orang Kristen.

Pada dasarnya, manusia tidak berdaya  dan butuh intervensi dari Yang Di Atas.

Siapa diantara kita disini yang tidak butuh keselamatan?

Dalam ungkapan yang lebih Alkitabiah, kita katakan kita semua adalah orang berdosa.

Kita yakin bahwa setiap manusia adalah orang berdosa.

Dan keselamatan adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

Tetapi mengapa kita disebut orang berdosa? Alkitab mengatakan bahwa kita adalah hamba dosa, kita adalah hamba iblis, dan karenanya kita sudah pasti masuk neraka, dan karenanya pula kita butuh penyelamatan. Kita butuh diselamatkan dari dosa-dosa kita.

Saya tidak ingin terlalu banyak bertanya pada Anda sekalian. Tetapi tanyakanlah pada diri Anda sendiri, “Apakah saya orang berdosa?”

Jika Anda adalah orang berdosa, maka Anda butuh Juruselamat.

Saya bertemu seorang pria Arab Muslim bernama Walid, dan berbicara dengannya. Saya berkata kepadanya,  “Bagaimana cara Anda masuk surga? Bagaimana Anda pergi ke surga?”

Keselamatan adalah tentang menghindari neraka  dan pergi ke surga, bukan? Jadi saya berkata, “Bagaimana cara Anda masuk surga?”

Dan dia memberitahu saya tentang amal baik, tentang sholat, tentang ibadah puasa, tentang lima rukun Islam.

Dan saya berkata, “Apakah Anda lakukan ini semua?”

Jawabnya, “Tentu. Saya lakukan semua sebaik mungkin.”

Saya berkata, “Apakah Anda yakin bahwa Anda akan diselamatkan?”

Dia berkata, “Tidak ada yang tahu. Kita tidak bisa pastikan. Saya tidak yakin.”…

 

Saya telah menanyakan pertanyaan ini kepada banyak teman Muslim. Bahkan di kaki tangga / anak tangga Universitas Azhar ketika saya tinggal di Mesir.

Saya berbicara dengan 3  sarjana terpelajar di sana. Saya berkata, “Apa yang kamu lakukan agar masuk surga?” Dan mereka memberikan jawaban yang sama pada saya.

Tentu, tiap orang punya cara penyampaian yang berbeda. Beberapa menambahkannya dengan pertobatan, yang lain berbicara tentang amal baik, dan lebih banyak lagi amal baik, dan sebagainya.
Dan  timbang-menimbang atas perbuatan baik dan yang jahat.

Timbangan, malaikat.  Saya tidak akan bahas itu saat ini. Mereka mengatakan hal yang sama,  “Kami tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Kami bergantung pada kemurahan Allah.”

 

Ada seorang imam, yang  ini imam yang lain lagi.

Saya bicara dengannya, saya bicara dengan banyak dari mereka selama bertahun-tahun.

Saya ajukan pertanyaan yang sama sekali tak ada hubungannya dengan keselamatan kepadanya.

Saya berkata, “Apakah Anda punya mobil?” Jawabnya, “Ya.”

Saya berkata, “Apakah mobilmu diasuransikan?” Jawabnya, “Ya.”

Saya berkata, “Apakah Anda membayar preminya, premi bulanan?

Apakah Anda lakukan semua yang diperlukan  supaya asuransi ini tetap berlaku?”

Jawabnya, “Ya.”

Saya berkata, “Jadi, seandainya Anda berkendara dan mengalami kecelakaan, Anda yakin bahwa perusahaan asuransi ini pasti akan mengurus semua biaya akibat kecelakaan tersebut?”

Jawabnya, “Tentu.”

Apakah Anda telah baca kontraknya dengan teliti? Apakah ada celah sehingga mereka bisa mengelak dari kewajiban mereka?

Jawabnya, “Tak mungkin mengelak, saya tahu itu.

Sebenarnya saya sudah alami dan mereka membayar semua biayanya kecuali biaya penyusutannya.”

Saya berkata lagi, “Kenapa Anda justru lebih yakin pada lembaga buatan manusia, perusahaan asuransi, ketimbang kepada agama Anda? Kepada Tuhan? Tuhan kan lebih menyayangi Anda ketimbang lembaga asuransi untuk menjamin keselamatan Anda?

Mustahil Tuhan membiarkan Anda bertanya-tanya kemana Anda akan pergi, saat Anda tidak punya kepastian. Anda kan sudah berusaha sebaik-baiknya, dan terus berusaha sebaik-baiknya?

Kembali kepada Walid, saya menanyakan hal yang sama kepadanya, dan juga pertanyaan lainnya.

Saya berkata, “Sekarang usia Anda 55 tahun.

Katakanlah Anda telah melakukan banyak hal buruk dalam hidup Anda. Berapa tahun Anda perlu hidup untuk mengimbangi atau mengejar ketinggalan akibat perbuatan buruk Anda, agar neraca timbangan perbuatan buruk Anda jadi lebih ringan?”

Saat itu ia menjawab,  “Saya sungguh berharap Allah memberi saya umur panjang agar saya dapat melakukan hal-hal baik untuk mengimbangi perbuatan buruk saya.”

Maka saya menanyakan pertanyaan ini pula kepada anda-anda saat ini,

“Bagaimana jika ada cara agar seluruh dosa Anda, ya, SELURUH dosa Anda, dari seluruh masa lalu Anda, segala kesalahan yang telah Anda lakukan,  setiap pikiran yang salah, setiap perasaan Anda, saat Anda marah, saat Anda berbohong,  atau menipu, atau mencuri, atau apa saja… bahkan sampai  Anda pernah membunuh seseorang. … Bagaimana jika seluruh dosa-dosa ini dapat dihapuskan dalam sekejap?”

 

Tahukah Anda apa yang Walid katakan kepada saya? Dia berkata, “Tidak mungkin. Kita harus mengusahakannya. Kita harus melakukan sesuatu.”

Jadi saya berkata, “Kalau begitu, pada dasarnya, 
Anda menyelamatkan diri Anda sendiri?”

 

Tanpa kita sadari secara benar, mengatakan, “Perbuatan-perbuatan baik bisa menghapus perbuatan-perbuatan buruk (dosa)” adalah ibarat berkata “AKU MENGHAPUS DOSAKU”. Lihat ilustrasi berikut ini.

 
Kembali ini ibarat berkata: “AKU BISA MENGAMPUNI DOSAKU”.  TAPI BISAKAH?

Sekilas, kedengarannya baik-baik saja –dan sepertinya logis– hukum  keselamatan berdasarkan Timbangan Amal-Pahala. Tapi sesungguhnya tak ada hukum demikian didunia, apalagi hukum Tuhan!
Kita melihat sendiri bahwa tak ada manusia yang mampu menghapus (selamatkan) dirinya dari sakit-penyakit & susah-payah kehidupan, apalagi selamat dari kematian?! Anda sanggup?

 

SIMAK & Bandingkan Perbuatan Baik Anda versus Adam:

Apakah ketaatan hukum/perbuatan-baik anda melebihi ketaatan Adam di taman Eden? Adam sudah taat & hidup kudus 100% mungkin sudah puluhan atau ratusan tahun. Dia setiap hari sibuk beramal-pahala memanggil setiap binatang untuk diberi nama kepadanya satu-per-satu. Dan hanya pada hari terakhir dia melanggar hokum Tuhan 1x saja (!) lalu terusir karenanya!

JADI, Anda dan saya harus terusir berapa kali (dari Firdaus), ketika setiap hari Anda melanggar hukum Tuhan berpuluh kali?

Lihat, seorang Presiden pasti sudah seabrek dan segunung amal baiknya kepada rakyatnya. Tapi itu tidak menghapus dosanya andaikata dia memperkosa seorang wanita walau 1 x saja! Dia tetap harus dihukum demi keadilan! Hukum Timbangan al-Hayat hanyalah ilusi yang menyesatkan.

Hakekat dari keselamatan adalah justru ketika Anda tidak bisa menyelamatkan diri sendiri!

Dan kecuali Anda mengakui bahwa Anda tak berdaya di hadapan Tuhan, maka Tuhan tidak akan menyelamatkan Anda.

Anda harus dengan rendah hati datang ke hadapan Tuhan, dalam pertobatan dan kebergantungan total kepadaNya (nanti kita lebih jelaskan diakhir makalah)…

Bagaimana dengan neraka?  Apa yang Anda ketahui tentang neraka?

Sebenarnya, dimanakah surga, dan dimanakah neraka? seharusnya Anda punya alamatnya.

Dapatkah Anda naik pesawat dan terbang ke surga? Bagaimana dengan pesawat luar angkasa? Dapatkah Anda memaksa masuk ke surga? Dan dapatkah Anda sendiri keluar dari neraka  apabila Anda ternyata berakhir di sana?

Semuanya ini menunjukkan pada kita bahwa  kita bergantung secara total kepada Tuhan untuk menyelamatkan kita dari neraka, dan membawa kita ke hadiratNya.

Surga adalah tempat tinggal Tuhan untuk selama-lamanya. Dan satu-satunya cara Anda dapat pergi ke sana adalah dengan ijinNya.

Anda tidak bisa kesurga hanya karena mimpi-mimpi tentang gagasan tertentu seperti menimbang-nimbang pahala, dll.

 

Ada beberapa orang bertanya kepada saya,  “Bisakah Anda membawa saya ke Amerika?

Bisakah Anda mendapatkan visa bagi saya untuk pergi ke Amerika?”

Saya berkata, “Anda tahu, ada hal-hal yang harus Anda lakukan untuk pergi ke Amerika.
Ada aturan mainnya.

Anda bisa pergi sebagai pelajar, Anda bisa pergi sebagai pelancong, Anda bisa pergi sebagai usahawan, sebagai pengungsi, dan lain-lain.

Tetapi tidak semua orang memenuhi syarat.”

Banyak orang coba pergi ke Amerika dan dipulangkan kembali.

Pernah suatu kali saya pergi ke Rusia tanpa visa.
Saya dimasukkan dalam penjara.

Saya ditahan semalam di penjara dan paginya  saya dikembalikan ke pesawat. Kenapa? Karena saya tidak punya visa.

 

Kini, bagaimana Anda memperoleh visa garansi untuk masuk surga?

Siapa yang memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita? Siapa saja yang bisa dianggap memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita dan membawa kita ke sorga?

Dari semua studi yang akan Anda lakukan, yang telah saya lakukan juga sebelumnya, dan telah saya teliti, tak seorangpun nabi, mulai dari jaman Adam hingga kini, yang pernah mengklaim mampu menyelamatkan kecuali Yesus Kristus seorang!

Benar! Orang Orang berdosa tak bisa selamatkan orang berdosa.
Maka syarat-1: Penyelamat harus kudus tanpa dosa. Siapa Dia?

Didunia ini hanya Yesus Kristus seorang yang tanpa dosa! Malaikat memaklumatkan kepada Maria bahwa Dia Kudus, Dia Anak Elohim (Luk.1:35). Dia juga menantang para ahli Taurat dan Farisi tentang hal itu: Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Bahkan Quran-pun membenarkannya.

Ya, Dia mengatakan kebenaran, karena Dia-lah sang Benar. Dia tidak membutuhkan perantaraan dan bisikan2 wahyu dari malaikat Gabriel, tetapi setiap perkataanNya sudahlah itu wahyu kebenaran.

Syarat-2: Sosok yang qualified untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan membawanya masuk sorga haruslah berasal dari Sorga juga! Dan hanya Yesus pula yang berani mengklaim dirinya dari alam sono. Dengar baik2 akan wahyu Yesus yang selalu benar adanya:
“Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia (Yesus) yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia” (Yoh 3:13).

Dengar pula baik-baik apa kata nabi besar Yohanes Pembatis (Nabi Yahya) yang menyaksikan kebesaran Yesus diatas segala nama:

“Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya” (Yoh.3:31). Berarti juga disini bahwa Yesus berkata-kata dalam “bahasa lain” dari Yohanes, yaitu bahasa-wahyu dalam bahasa dunia!

Dia bahkan berwahyu mengatakan bahwa Dia-lah pewaris (Anak Elohim) yang empunya sorga dan kini siap menyediakan tempat bagi Anda dan saya. Maka Dialah satu-satunya Kebenaran, “Sang Jalan Yang Lurus” yang berkuasa memberi VISA SORGA bagi kita:

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
(Yoh 14:2-6).

Satu-satunya yang mengklaim diri sebagai Juruselamat adalah Yesus Kristus. Nama ini nama sorga, bukan nama dunia. Sesungguhnya namanya berasal dari lafal Ibrani, yaitu Yahshua.

Yah – artinya Tuhan Yahweh, Shua – artinya keselamatan.

Nama ini dari Tuhan. “Keselamatan dari Tuhan” melekat dalam nama Yesus, nama yang dinyatakan malaikat bagiNya:

 “Engkau akan memanggilnya Yesus karena Ia akan menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka.”  Ini tercantum dalam Matius 1.

Camkan kata-kata Yesus yang selalu wahyu itu.
Yesus-lah satu-satunya yang mampu berkata sedahsyat ini,
“Akulah jalan”
“Akulah kebenaran”
“Akulah hidup”… 
“Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang” (Yoh.6:37). Inilah keindahan dari Injil. Tatkala Anda dating kepadaNya, tak ada yang dibuang. You are loved and accepted tanpa syarat.

Inilah yang saya wartakan ke seluruh dunia dan saya sangat bersyukur.

Oleh sebab itu, saya mengundang Anda, sahabatku, untuk datang kepada Yesus, dan percaya kepadaNya. Itulah visa keselamatan, visa Anda masuk ke hadirat Tuhan di sorga…kekal selamanya!

Saya akan menyelesaikan pembicaraan saya sekarang. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati Anda…

Itulah visa Anda masuk ke hadirat Tuhan di sorga.

Saya akan menyelesaikan pembicaraan saya sekarang.

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *